YJI Lampung Perkuat Sinergi Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan Anak

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Lampung terus mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, rumah sakit rujukan, serta komunitas guna memastikan anak-anak yang terdeteksi penyakit jantung bawaan (PJB) dapat segera memperoleh tindak lanjut dan akses layanan kesehatan yang dibutuhkan.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Ketua YJI Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza dalam Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week atau Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan 2026 yang dilaksanakan di Klinik Pahlawan Medical Center (PMC), Bandar Lampung, Senin (9/2/2026).

Congenital Heart Disease (CHD) Awareness Week atau Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan 2026 mengdilaksanakan serentak di 27 Kota di Indonesia.

Dalam peringatan ini juga dilakukan pemeriksaan ekokardiografi (USG jantung) gratis bagi anak-anak usia 0 hingga 18 tahun sebagai upaya deteksi dini penyakit jantung bawaan, disertai edukasi kesehatan bagi orang tua dan masyarakat awam.

Ketua YJI Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menegaskan bahwa penyakit jantung bawaan masih menjadi tantangan serius karena kerap tidak terdeteksi sejak dini.

Kondisi ini dipengaruhi oleh keterbatasan edukasi, baik di kalangan orang tua maupun masyarakat awam.

“Penyakit jantung bawaan ini merupakan salah satu kelainan bawaan yang sering kali tidak terdeteksi. Bukan karena tidak ada, tetapi karena orang tua tidak memahami gejala-gejala yang muncul pada anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kelainan jantung bawaan sejatinya sudah dapat dideteksi sejak bayi baru lahir, bahkan sejak usia nol bulan. Namun, keterlambatan deteksi membuat penanganan juga menjadi terlambat.

“Bagaimana mau ditanggulangi kalau memang tidak terdeteksi. Padahal semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang anak-anak kita untuk tumbuh normal, sehat, dan produktif,” lanjutnya.

Baca Juga :  HUT ke-81 RI di Istana, Prabowo Ajak Doakan Korban Bencana Sumatra dan NTT

Melalui kegiatan screening ini, YJI bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Lampung berupaya meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya deteksi dini.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan ekokardiografi dan disertai edukasi langsung dari dokter spesialis jantung subspesialis anak.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami untuk mendeteksi sejak awal apakah ada gejala kelainan jantung bawaan pada anak. Pengobatannya bukan proses singkat, tetapi proses panjang yang membutuhkan komitmen bersama,” tegasnya.

Selain aspek medis, Purnama Wulan Sari Mirza juga menyoroti pentingnya dukungan psikososial bagi anak penyandang PJB. Menurutnya, peran orang tua, guru, dan lingkungan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

“Kami juga mendengar ada anak yang tidak mau sekolah karena mengalami perundungan. Artinya, persoalan ini tidak hanya soal medis, tetapi juga psikologis. Anak-anak ini harus dibantu agar tetap percaya diri dan mampu tumbuh dengan baik,” tegasnya.

Diakhir, Purnama Wulan Sari Mirza mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama bahwa bergerak menyelamatkan masa depan anak Indonesia melalui jantung yang lebih sehat.

“Kegiatan ini kami harapkan tidak hanya menjadi sarana pemeriksaan dan edukasi, tetapi juga langkah nyata membangun kepedulian bersama. Setiap anak berhak atas kehidupan yang sehat dan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PERKI Cabang Lampung, dr. Terrance Ransun, Sp.JP(K), menyampaikan bahwa penyakit jantung bawaan masih menjadi masalah kesehatan anak yang membutuhkan perhatian serius.

“Diperkirakan dari setiap seribu kelahiran hidup, sekitar 9 hingga 10 bayi memiliki penyakit jantung bawaan. Secara global, ini berarti sekitar 1,3 hingga 1,4 juta bayi lahir dengan kelainan jantung setiap tahunnya,” jelasnya.

Menurut dr. Terrance, tantangan utama saat ini bukan hanya tingginya angka kejadian, tetapi juga keterbatasan deteksi dini dan akses layanan kesehatan yang belum merata, termasuk di Provinsi Lampung.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan, Pimpin Langsung Penanganan Karhutla

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan komplikasi serius hingga meningkatkan angka kematian pada anak dengan PJB berat.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan screening ini tercatat sekitar 70 peserta di Klinik PMC dengan rentang usia 3 bulan hingga 17 tahun. Sementara di RSUD Abdul Moeloek ditargetkan sekitar 50 pasien untuk menjalani pemeriksaan serupa.

“Program ini bertujuan mengidentifikasi dini kelainan jantung pada bayi dan anak, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan lokal dalam deteksi awal, serta membangun sistem rujukan yang efisien untuk perawatan lanjutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Terrance juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen antara PERKI Lampung, YJI dan mitra kesehatan lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan masyarakat, khususnya orang tua, mengenai cara mendeteksi penyakit jantung bawaan sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, PERKI Lampung bersama YJI dan mitra kesehatan lainnya berkomitmen meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan masyarakat, khususnya orang tua, tentang cara mendeteksi dini penyakit jantung bawaan. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar dan menjadi momentum peningkatan pelayanan kesehatan jantung bawaan di Provinsi Lampung,” pungkasnya.

Sebagai bentuk empati dan dukungan nyata, YJI Provinsi Lampung juga menyerahkan bantuan pendampingan kepada pasien penyandang penyakit jantung bawaan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban orang tua dan menegaskan bahwa mereka tidak menghadapi perjuangan ini sendirian.

Kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan kesehatan terkait penyakit jantung bawaan yang disampaikan oleh dr. Dwi Krisnawati, Sp.JP., FIHA, Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. (*)

Berita Terkait

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD
Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II
Kabel Fiber Optik Semrawut Ditertibkan, APJII Lampung Sasar Sejumlah Ruas Jalan
60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak
Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung
Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba
Pemkab Tubaba Perkuat Digitalisasi Daerah dan Pengendalian Inflasi
Tekan Inflasi, Pemkab Tubaba Gelar Operasi Pasar Murah di Panaragan Jaya
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 20:50 WIB

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD

Minggu, 27 September 2026 - 13:01 WIB

Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II

Jumat, 25 September 2026 - 21:00 WIB

60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak

Jumat, 25 September 2026 - 10:31 WIB

Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung

Jumat, 25 September 2026 - 10:16 WIB

Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba

Berita Terbaru

LC TV Story

Prabowo Telepon Rahmat Erwin Usai Raih Emas Asian Games 2026

Minggu, 27 Sep 2026 - 10:10 WIB