Kisah Mahasiswa Unila asal Palestina: Rumah Saya Hancur Dihantam Roket Israel

- Jurnalis

Kamis, 20 Mei 2021 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Mohammed di Jalur Gaza yang luluh lantak dihantam roket Israel. FOTO: MOHAMMED

Rumah Mohammed di Jalur Gaza yang luluh lantak dihantam roket Israel. FOTO: MOHAMMED

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung – Agresi gila-gilaan Israel di Jalur Gaza pada Senin (17/5/2021) telah menyebabkan 212 orang meninggal dunia dan 1.400 lainnya luka-luka.

Sebuah konflik Israel dan Palestina yang paling serius dalam sejarah beberapa tahun terakhir. Bahkan, 61 anak dan 36 wanita di antaranya tewas.

Hal ini merobek trauma yang sebenarnya ingin ditekan oleh Mohammed, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung (FMIPA Unila), seperti dilansir dari rilislampung.id (group lampungcorner.com).

Ya, Mohammed memang berasal dari Palestina yang memeroleh kesempatan untuk meninggalkan krisis di negaranya dan kemudian kuliah di Unila.

Mohammed menuturkan, Palestina dari hari ke hari makin sulit. Tidak ada tempat aman di Palestina.

Baca Juga :  TPA Bakung Tak Kunjung Beres, WALHI Desak KLH Turun Tangan

”Rumah saya yang terletak di Jalur Gaza pun sudah porak poranda dihantam roket Israel dalam serangan brutal tersebut,” sedihnya, Rabu (19/5/2021).

Titik konflik antara Palestina dan Israel memang terjadi di Jalur Gaza, yang sudah dikuasai gerakan politik Islam militan, Hamas, sejak tahun 2007.

Jalur Gaza merupakan salah satu wilayah terpadat di dunia. Sebagian penduduknya hidup dalam kemiskinan dan bergantung pada bantuan kemanusiaan dari luar negeri.

Mahasiswa jurusan Ilmu Komputer angkatan 2019 ini sempat berusaha menghubungi saudaranya di Palestina.  Hanya jawaban singkat yang ia peroleh, ”Alhamdulillah”.

Baca Juga :  Proyek Trotoar Rp8,8 Miliar di Bandar Lampung Disorot, Material Proyek Makan Badan Jalan

Ia bersyukur meski saudaranya tak mau menjelaskan detail keadaannya sekarang, dia masih hidup dan dapat menjawab teleponnya.

Terakhir ia menghubungi keluarganya sekitar pukul 14.00 WIB atau 10.00 waktu Palestina, Rabu (19/5/2021).

Namun ia menolak merincikan apa hasil komunikasinya dengan keluarga yang tinggal persis di Jalur Gaza itu.

“Semua keluarga di sana tetap semangat, karena Palestina itu punya kita. Al-Aqsa itu hak kita,” tandas sulung dari sembilan bersaudara ini.

Ia meminta doa untuk keluarga dan seluruh rakyat Palestina yang saat ini berjuang dari bombardir Israel. (*)

Red

Berita Terkait

Ditanya Pemuda Lampung soal Ijazah Gibran, Presiden PKS: Ini Mencederai Rasa Keadilan
Pulang ke Almamater, Ketua HIPMI Lampung Gilang Ramadhan Suntik Semangat Wirausaha Pelajar
Kolam Lindi TPA Bakung Masih Bermasalah, Pembenahan Belum Optimal
Tiga Calon Rebut Kursi Rektor Unila, Budiyono Unggul di Pemungutan Suara Senat
Cuma Dua Pendaftar, Kursi Ketua dan DK PWI Lampung Berpeluang Aklamasi
Tak Cukup Berbekal Ijazah, UBL Kenalkan Professional Passport untuk Cetak Lulusan Siap Kerja
Wisuda ke-76 Jadi Momen Bersejarah, UBL Lahirkan Tujuh Doktor Manajemen Pertama
Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 07:55 WIB

Ditanya Pemuda Lampung soal Ijazah Gibran, Presiden PKS: Ini Mencederai Rasa Keadilan

Senin, 2 November 2026 - 18:51 WIB

Pulang ke Almamater, Ketua HIPMI Lampung Gilang Ramadhan Suntik Semangat Wirausaha Pelajar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Kolam Lindi TPA Bakung Masih Bermasalah, Pembenahan Belum Optimal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Tiga Calon Rebut Kursi Rektor Unila, Budiyono Unggul di Pemungutan Suara Senat

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Cuma Dua Pendaftar, Kursi Ketua dan DK PWI Lampung Berpeluang Aklamasi

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Disiplin ASN Lamtim Disorot, Sekda Tegaskan Sanksi Berjenjang

Senin, 2 Nov 2026 - 12:12 WIB