Tak Cukup Berbekal Ijazah, UBL Kenalkan Professional Passport untuk Cetak Lulusan Siap Kerja

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Tak cukup hanya berbekal ijazah, lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Bandar Lampung (UBL) memperkenalkan Professional Passport, inovasi yang dirancang untuk memetakan potensi sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tengah perubahan dunia kerja.

Inovasi tersebut diperkenalkan dalam Wisuda ke-76 UBL yang digelar Kamis (22/10/2026). Momen ini sekaligus menjadi tonggak sejarah bagi UBL dengan diwisudanya tujuh lulusan pertama Program Doktor Manajemen.

Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A., mengatakan, dua capaian tersebut merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang dikembangkan UBL untuk menjawab perubahan kebutuhan industri, terutama di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), transformasi digital, dan otomatisasi.

“Gelar akademik saja tidak lagi cukup. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kualifikasi akademik, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan beradaptasi, menguasai teknologi, memecahkan persoalan, dan menciptakan nilai bagi masyarakat,” tegas Yusuf dalam sambutannya pada Wisuda Periode Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.

Baca Juga :  Urus Mediasi, Bukan Data Pengangguran? Ini Pengakuan Kadisnaker Bandar Lampung

Menurut dia, perguruan tinggi harus mampu memastikan lulusannya tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan profesional yang terus berkembang. Salah satu upaya yang dilakukan UBL adalah menghadirkan Professional Passport bagi lulusan program sarjana.

Dokumen pendamping ijazah ini memuat profil karakter, kinerja akademik, pengalaman profesional, employability index atau indikator kesiapan kerja, hingga Career Fit yang memberikan rekomendasi arah karier berdasarkan potensi masing-masing lulusan.

“Ijazah menunjukkan apa yang telah Saudara selesaikan. Professional Passport menunjukkan siapa Saudara sebagai calon profesional dan ke mana Saudara dapat mengembangkan karier,” ujar Yusuf.

Kehadiran Professional Passport merupakan bagian dari pengembangan UBL Talent and Career Ecosystem (TCE), yakni ekosistem yang mengintegrasikan proses pendidikan, pengembangan talenta, pengalaman profesional, hingga persiapan karier mahasiswa.

Melalui ekosistem tersebut, UBL menghubungkan berbagai program, mulai dari Career Discovery Program, Personally Customized Curriculum (PCC), pendampingan akademik, pembelajaran berbasis industri, magang, sertifikasi, hingga penguatan jejaring dunia kerja dan alumni.

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Lindungi 35.193 Pekerja, Wartawan Masuk Sasaran Berikutnya

Dengan pendekatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengenali potensi diri sejak awal perkuliahan, menentukan arah karier, serta memperoleh pengalaman dan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan profesi maupun industri.

Yusuf menegaskan, transformasi tersebut sejalan dengan visi UBL, To Be a World Class Entrepreneurial University. Visi ini menempatkan perguruan tinggi bukan sekadar sebagai tempat untuk meraih gelar akademik, melainkan juga sebagai ruang untuk mengembangkan inovasi, memecahkan persoalan, dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Kepada para wisudawan, Yusuf berpesan agar mereka terus belajar, menjaga integritas, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Kompetensi membuat Saudara mampu, tetapi integritas membuat Saudara dipercaya,” pesannya.

Melalui wisuda tujuh doktor pertama Program Doktor Manajemen dan pengenalan Professional Passport, UBL menegaskan komitmennya memperkuat transformasi pendidikan tinggi. Bukan hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga menyiapkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan mampu bersaing menghadapi kebutuhan dunia kerja serta tantangan global. (*)

Berita Terkait

Wisuda ke-76 Jadi Momen Bersejarah, UBL Lahirkan Tujuh Doktor Manajemen Pertama
Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi
Warga Bandar Lampung Wajib Tahu, Ini Tanda Pohon Rawan Tumbang dan Cara Melaporkannya
Musda V LPM Lampung: Yuhadi Menguat, Ali Sopian dan Sabnu Alie Siap Bersaing
Wira Kembali Bidik Kursi Ketua PWI Lampung, Adi Kurniawan Incar Ketua DK
Pohon Tumbang Mengintai Bandar Lampung, 156 Kejadian Tercatat Sepanjang 2026
TPA Bakung Tak Kunjung Beres, WALHI Desak KLH Turun Tangan
Proyek Trotoar Rp8,8 Miliar di Bandar Lampung Disorot, Material Proyek Makan Badan Jalan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:14 WIB

Tak Cukup Berbekal Ijazah, UBL Kenalkan Professional Passport untuk Cetak Lulusan Siap Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Wisuda ke-76 Jadi Momen Bersejarah, UBL Lahirkan Tujuh Doktor Manajemen Pertama

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Kantongi 444 Dukungan, Wirahadikusumah Tunggu Verifikasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Warga Bandar Lampung Wajib Tahu, Ini Tanda Pohon Rawan Tumbang dan Cara Melaporkannya

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:05 WIB

Musda V LPM Lampung: Yuhadi Menguat, Ali Sopian dan Sabnu Alie Siap Bersaing

Berita Terbaru