BANDAR LAMPUNG – Tak cukup hanya berbekal ijazah, lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kompetensi, karakter, dan kesiapan menghadapi dunia kerja. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Bandar Lampung (UBL) memperkenalkan Professional Passport, inovasi yang dirancang untuk memetakan potensi sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tengah perubahan dunia kerja.
Inovasi tersebut diperkenalkan dalam Wisuda ke-76 UBL yang digelar Kamis (22/10/2026). Momen ini sekaligus menjadi tonggak sejarah bagi UBL dengan diwisudanya tujuh lulusan pertama Program Doktor Manajemen.
Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A., mengatakan, dua capaian tersebut merupakan bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang dikembangkan UBL untuk menjawab perubahan kebutuhan industri, terutama di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), transformasi digital, dan otomatisasi.
“Gelar akademik saja tidak lagi cukup. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan dengan kualifikasi akademik, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan beradaptasi, menguasai teknologi, memecahkan persoalan, dan menciptakan nilai bagi masyarakat,” tegas Yusuf dalam sambutannya pada Wisuda Periode Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Menurut dia, perguruan tinggi harus mampu memastikan lulusannya tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan profesional yang terus berkembang. Salah satu upaya yang dilakukan UBL adalah menghadirkan Professional Passport bagi lulusan program sarjana.
Dokumen pendamping ijazah ini memuat profil karakter, kinerja akademik, pengalaman profesional, employability index atau indikator kesiapan kerja, hingga Career Fit yang memberikan rekomendasi arah karier berdasarkan potensi masing-masing lulusan.
“Ijazah menunjukkan apa yang telah Saudara selesaikan. Professional Passport menunjukkan siapa Saudara sebagai calon profesional dan ke mana Saudara dapat mengembangkan karier,” ujar Yusuf.
Kehadiran Professional Passport merupakan bagian dari pengembangan UBL Talent and Career Ecosystem (TCE), yakni ekosistem yang mengintegrasikan proses pendidikan, pengembangan talenta, pengalaman profesional, hingga persiapan karier mahasiswa.
Melalui ekosistem tersebut, UBL menghubungkan berbagai program, mulai dari Career Discovery Program, Personally Customized Curriculum (PCC), pendampingan akademik, pembelajaran berbasis industri, magang, sertifikasi, hingga penguatan jejaring dunia kerja dan alumni.
Dengan pendekatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengenali potensi diri sejak awal perkuliahan, menentukan arah karier, serta memperoleh pengalaman dan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan profesi maupun industri.
Yusuf menegaskan, transformasi tersebut sejalan dengan visi UBL, To Be a World Class Entrepreneurial University. Visi ini menempatkan perguruan tinggi bukan sekadar sebagai tempat untuk meraih gelar akademik, melainkan juga sebagai ruang untuk mengembangkan inovasi, memecahkan persoalan, dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Kepada para wisudawan, Yusuf berpesan agar mereka terus belajar, menjaga integritas, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Kompetensi membuat Saudara mampu, tetapi integritas membuat Saudara dipercaya,” pesannya.
Melalui wisuda tujuh doktor pertama Program Doktor Manajemen dan pengenalan Professional Passport, UBL menegaskan komitmennya memperkuat transformasi pendidikan tinggi. Bukan hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga menyiapkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan mampu bersaing menghadapi kebutuhan dunia kerja serta tantangan global. (*)
















