LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Kesadaran global terhadap pentingnya migrasi terus menguat. Hal ini mendorong Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 18 Desember sebagai Hari Migran Internasional melalui keputusan pada 4 Desember 2000.
Penetapan tersebut merujuk pada pengesahan Konvensi Internasional tentang Perlindungan Hak Semua Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya pada tahun 1990, yang menegaskan komitmen dunia dalam melindungi hak asasi para migran.
Setiap tanggal 18 Desember, Hari Migran Internasional diperingati sebagai momentum untuk mengakui kontribusi signifikan para migran dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya, baik di daerah asal maupun daerah tujuan.
Kesempatan kerja dengan penghasilan yang lebih baik di sejumlah provinsi menjadi salah satu faktor utama pendorong migrasi. Ketimpangan tingkat pendapatan serta perbedaan laju pembangunan antara wilayah yang lebih maju dan daerah yang masih berkembang semakin memperkuat minat perpindahan penduduk.
Di sisi lain, sejumlah provinsi justru membutuhkan tenaga kerja migran untuk mengisi sektor-sektor pekerjaan tertentu yang tidak dapat dialihdayakan dan kurang diminati oleh tenaga kerja lokal.
Perubahan struktur demografi juga turut memengaruhi kondisi tersebut. Meningkatnya tingkat pendidikan generasi muda menyebabkan semakin sedikit tenaga kerja yang bersedia bekerja di sektor-sektor berupah rendah dan membutuhkan tenaga fisik tinggi.
Namun demikian, pelaku migrasi tidak selalu berasal dari kelompok miskin. Keterbatasan biaya dan besarnya risiko justru membuat sebagian besar migran berasal dari rumah tangga berpendapatan menengah.
Meski kerap dikhawatirkan dapat mempersempit peluang kerja bagi tenaga kerja lokal, berbagai kajian menunjukkan bahwa migran pada umumnya melengkapi, bukan menggantikan, tenaga kerja setempat.
Kehadiran mereka memungkinkan pekerja lokal beradaptasi dan beralih ke bidang kerja lain yang lebih sesuai dengan perkembangan ekonomi daerah.
Selain itu, migran berperan menjaga roda perekonomian tetap berputar, memperluas pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kontribusi di sektor kewirausahaan.
Peringatan Hari Migran Internasional menjadi pengingat bahwa migrasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari agenda pembangunan.
Dengan kebijakan yang inklusif dan berkeadilan, migrasi dapat menjadi kekuatan positif yang memberikan manfaat bagi daerah asal, daerah tujuan, serta para migran itu sendiri. (*)
Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari









