Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Warga di Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, mengungkap bahwa ruas jalan Kalirejo-Bangunrejo tak pernah diperbaiki selama lebih dari 20 tahun.
Bahkan, warga menyebut jalan tersebut tetap rusak meski telah berganti tiga gubernur, mulai dari Sjachroedin Zainal Pagaralam, M. Ridho Ficardo, hingga Arinal Djunaidi.
“Berkali-kali ganti gubernur, tapi baru kali ini diperbaiki. Kami atas nama warga Kaliwungu dan sekitarnya menyampaikan terima kasih atas kepedulian bapak,” ujar Ida, salah satu warga di depan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat groundbreaking jalan Kalirejo-Bangunrejo, Jumat (3/4/2026).
Selain meningkatkan akses transportasi, perbaikan jalan ini juga dinilai penting untuk keselamatan pelajar, khususnya siswa SD dan SMP yang setiap hari melintasi ruas tersebut.
“Dengan jalan yang bagus, anak-anak sekolah juga lebih aman. Mudah-mudahan yang berlubang-lubang lainnya juga segera diperbaiki,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan Firman, yang meminta Pemprov Lampung tidak lagi melakukan perbaikan setengah-setengah.
“Jangan setengah-setengah kalau dibenerin. Kalau mau dicor ya dicor keseluruhan, jangan cuma di lubang-lubangnya saja,” ujar Firman.
Firman juga menyoroti buruknya sistem drainase di sepanjang ruas jalan tersebut. Menurutnya, saluran air tidak berfungsi sehingga kerap menimbulkan genangan saat hujan.
“Kalau hujan banjir, selokannya sudah tertutup, tidak ada aliran air,” jelas dia.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) akan memperbaiki 5 ruas jalan di Lampung Tengah pada tahun 2026.
Diantaranya Kalirejo-Bangunrejo sepanjang 5,5 kilometer, Kalirejo-Padang Ratu 6,5 kilometer, serta Padang Ratu-Pekurun Udik sepanjang 3,5 kilometer. Sisanya Bandar Jaya-Sp. Mandala – 10,00 km dan Wates-Metro – 1,50 km.
Secara teknis, seluruh ruas akan dibangun menggunakan konstruksi rigid beton guna meningkatkan daya tahan jalan, terutama menghadapi kendaraan bertonase besar.
Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung Taufiqullah mengatakan, wilayah tersebut merupakan sentra produksi sawit, padi, dan jagung.
Serta memiliki aktivitas tambang rakyat seperti pasir dan tanah untuk bahan baku genteng dan bata yang dipasarkan hingga luar daerah.
“Banyak truk besar melintas membawa muatan berat, sehingga konstruksi beton menjadi pilihan agar jalan lebih awet,” jelasnya.
Selain peningkatan kualitas jalan, proyek ini juga menargetkan peningkatan kondisi jalan mantap di Lampung Tengah dari 89 persen pada 2025 menjadi 98 persen setelah pekerjaan rampung.
Pemprov Lampung juga akan meningkatkan lebar jalan dari sebelumnya sekitar 4,5 meter menjadi 6 meter, dengan tambahan bahu jalan masing-masing 1 meter di sisi kanan dan kiri.
Tak hanya itu, sistem drainase turut dibangun untuk mencegah genangan air yang selama ini menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan.
“Drainase sudah kita siapkan, aliran air diarahkan dengan baik agar tidak terjadi banjir lagi,” tegasnya. (*)















