Deli Nusantara-Golden Djawa, Cerutu PTPN I Bidik Pasar Dunia di Indonesian Cigar Festival 2026 Denpasar

- Jurnalis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Nusantara-Golden Djawa, Cerutu PTPN I Bidik Pasar Dunia di Indonesian Cigar Festival (ICF) 2026. Foto: Istimewa

Deli Nusantara-Golden Djawa, Cerutu PTPN I Bidik Pasar Dunia di Indonesian Cigar Festival (ICF) 2026. Foto: Istimewa

DENPASAR — Bali bukan sekadar destinasi wisata dunia. Pulau Dewata kini dibidik PT Perkebunan Nusantara I (Persero) sebagai etalase untuk membawa produk cerutu Indonesia menembus pasar global.

Momentum itu dimanfaatkan PTPN I melalui Indonesian Cigar Festival (ICF) 2026. Festival tersebut menjadi ruang promosi sekaligus pintu masuk untuk memperkenalkan produk cerutu unggulan PTPN I kepada konsumen dan komunitas cerutu dari berbagai negara.

Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I Arif Budiman mengatakan, karakter Bali sebagai destinasi wisata internasional membuka peluang besar bagi produk cerutu perusahaan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

“ICF ini merupakan event bertaraf nasional dan sangat memungkinkan untuk berkembang menjadi event internasional. Ini menjadi momentum bagi PTPN I untuk memperkenalkan produk-produk cerutu dari Deli Nusantara maupun Golden Djawa,” kata Arif, Jumat (2/10/2026).

ICF 2026 turut dihadiri Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian RI Merianti P. Pintaria, Anggota DPD RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Arif Budiman, perwakilan InterTabac, serta sejumlah pelaku industri cerutu dari berbagai daerah.

Festival tersebut menggelar beragam kegiatan. Mulai pameran produk cerutu, forum bisnis, hingga pertemuan antarpelaku industri. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menjadikan ICF bukan hanya panggung promosi, tetapi juga ruang memperluas jejaring dan membuka peluang bisnis.

Bagi PTPN I, kehadiran Deli Nusantara dan Golden Djawa menjadi bagian dari strategi memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan.

Deli Nusantara mengangkat kekayaan tembakau Deli, Sumatera Utara, yang secara historis dikenal sebagai salah satu tembakau berkualitas untuk industri cerutu. Sementara Golden Djawa merepresentasikan kekayaan tembakau Indonesia dari Jawa yang diolah menjadi cerutu dengan karakter khas.

Baca Juga :  Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Kedua produk tersebut menjadi bagian dari portofolio produk hilir PTPN I. Bukan sekadar menjual komoditas sebagai bahan baku, perusahaan mengolahnya menjadi produk bernilai tambah sekaligus membawa identitas perkebunan Indonesia lebih dekat kepada konsumen.

“Bali merupakan destinasi para wisatawan. Melalui event ICF ini, kami ingin memperkenalkan produk cerutu PTPN Group, khususnya PTPN I, kepada para penikmat cerutu yang datang ke Bali,” ujarnya.

Arif mengatakan, tingginya mobilitas wisatawan mancanegara di Bali menciptakan ruang promosi yang berbeda. Produk cerutu tidak hanya diperkenalkan kepada konsumen domestik, tetapi juga langsung bersentuhan dengan konsumen dan komunitas cerutu yang memiliki jejaring internasional.

Momentum itu sekaligus dimanfaatkan PTPN I untuk membaca perkembangan selera konsumen dan membuka peluang pasar baru. Langkah tersebut sejalan dengan strategi perusahaan memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan melalui produk bernilai tambah.

“PTPN I akan selalu berinovasi terkait produk-produk yang dibutuhkan dan sesuai dengan segmen pasar, sehingga ke depan dapat semakin diterima oleh konsumen,” katanya.

Pengembangan produk cerutu, lanjut Arif, tidak hanya bergantung pada kualitas bahan baku. Konsistensi mutu, inovasi, kemasan, penguatan merek, serta kemampuan membaca karakter pasar menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing.

ICF 2026 mempertemukan sejumlah produsen dan komunitas cerutu dari berbagai daerah. Selain PTPN I yang membawa Deli Nusantara dari Deli Serdang, Sumatera Utara, dan Golden Djawa dari Jember, Jawa Timur, festival tersebut juga diikuti Dos Hermanos dari Kudus, Jawa Tengah, Taru Martani dari Yogyakarta, serta PT Basuki Raya Cigar dari Jember.

Baca Juga :  Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Ketua Pelaksana ICF 2026 Opa Ewin mengatakan, Bali memiliki posisi strategis untuk memperkenalkan cerutu Indonesia ke pasar internasional.

“Kami melihat peluang Bali ini bagus karena pariwisatanya high class. Dari Bali, produk Indonesia memiliki peluang untuk dikenal lebih luas,” ujarnya.

Menurut Opa Ewin, industri cerutu juga memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara melalui cukai. Ekosistem industri tersebut melibatkan banyak mata rantai, mulai petani, produsen, hingga pasar.

Di tengah peluang pasar global, penguatan produk cerutu nasional tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan bahan baku. Konsistensi kualitas, inovasi, penguatan merek, dan kemampuan memahami karakter konsumen menjadi bagian penting dalam membangun daya saing.

Bagi PTPN I, ICF 2026 menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus melihat respons pasar terhadap produk cerutu yang dikembangkan perusahaan. Bali menjadi titik temu antara kekayaan tembakau Indonesia, produk hilir perkebunan, dan wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

“Kami berharap event ini terus berlanjut. Ini merupakan event pertama di Bali dan di Indonesia. Mudah-mudahan berkelanjutan sehingga semakin banyak produk yang bisa kami kembangkan,” kata Arif.

Dari Bali, PTPN I ingin membawa cerutu sebagai produk hilir perkebunan Indonesia ke pasar yang lebih luas. Deli Nusantara dan Golden Djawa menjadi dua produk yang diharapkan membuka jalan bagi cerutu Indonesia untuk semakin dikenal di pasar global. (*)

Berita Terkait

Malaysia Kirim 1 Pesawat, 3 Helikopter dan 52 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama
Prabowo Bertolak ke Rusia, Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF Atas Undangan Putin
Launching Tim Bhayangkara Lampung Gratis, 4.000 Jersey Dibagikan
PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik
Pasar Otomotif Berubah, Mobil Listrik Kian Menguat di 2026
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Deli Nusantara-Golden Djawa, Cerutu PTPN I Bidik Pasar Dunia di Indonesian Cigar Festival 2026 Denpasar

Sabtu, 19 September 2026 - 11:35 WIB

Malaysia Kirim 1 Pesawat, 3 Helikopter dan 52 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan

Jumat, 4 September 2026 - 15:35 WIB

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Jumat, 4 September 2026 - 13:48 WIB

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Rabu, 2 September 2026 - 18:29 WIB

Prabowo Tiba di Rusia, Hadiri EEF ke-11 sebagai Tamu Kehormatan Utama

Berita Terbaru

LC TV Story

Rocky Gerung Masuk Wantimpres: Alasan Gue Menolak Apa?

Sabtu, 3 Okt 2026 - 09:10 WIB

LC TV Story

Era AI, Bakom Diminta Perkuat Komunikasi Pemerintah

Jumat, 2 Okt 2026 - 20:22 WIB