PTPN I Perkuat Hilirisasi, Kembangkan Produk Teh, Kopi, Cerutu hingga Cokelat

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PTPN I Perkuat Hilirisasi, Kembangkan Produk Teh, Kopi, Cerutu hingga Cokelat. Foto: Istimewa

PTPN I Perkuat Hilirisasi, Kembangkan Produk Teh, Kopi, Cerutu hingga Cokelat. Foto: Istimewa

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) terus memperkuat transformasi bisnis melalui hilirisasi komoditas perkebunan.

Sejumlah produk unggulan mulai dikembangkan, mulai dari teh, kopi, cerutu, cokelat, hingga bioetanol berbasis tetes tebu.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan sekaligus memperluas pasar produk olahan.

Pengembangan hilirisasi itu diwujudkan melalui sejumlah merek unggulan. Di antaranya Teh Walini, Goalpara, Rolas, dan Gunung Dempo.

Kemudian produk kopi dengan merek Banaran, Rollas, dan Jampit. Sementara untuk komoditas tembakau, PTPN I mengembangkan cerutu Golden Djawa dan Deli.

PTPN I juga mengembangkan produk olahan cokelat berbasis kakao serta bioetanol yang memanfaatkan molase atau tetes tebu.

Sekretaris Perusahaan PTPN I (Persero), Aris Handoyo, mengatakan hilirisasi menjadi langkah strategis perusahaan untuk mengoptimalkan potensi komoditas perkebunan.

Upaya tersebut sekaligus memperkuat daya saing produk dan meningkatkan nilai ekonomi dari sektor hulu hingga hilir.

“Hilirisasi bukan sekadar mengolah bahan baku menjadi produk jadi, melainkan membangun rantai nilai yang terintegrasi, mulai dari produksi di kebun, pengolahan, pengembangan merek, hingga pemasaran. Dengan demikian, potensi komoditas perkebunan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perusahaan dan masyarakat,” ujar Aris.

Baca Juga :  PTPN I Raih Adhi Praya 2026, Bidik Nilai Tambah dari Jagung hingga Kelapa

Pada komoditas kopi, PTPN I mengandalkan tiga merek, yakni Kopi Banaran, Rollas, dan Jampit. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah pengembangan produk dan kemasan Kopi Banaran yang diproduksi PTPN I Regional 3 di Semarang.

Inovasi tersebut mencakup kemasan sachet yang diharapkan dapat menjangkau segmen konsumen lebih luas sekaligus memperkuat penetrasi pasar.

Sementara itu, pada komoditas teh, perusahaan mengembangkan empat merek, yakni Walini, Goalpara, Rolas, dan Gunung Dempo. Adapun hasil perkebunan tembakau diolah menjadi produk cerutu melalui merek Golden Djawa dan Deli.

Di sektor kakao, PTPN I mengembangkan produk olahan cokelat untuk memperluas penetrasi ke industri makanan.

Tak hanya berfokus pada produk konsumsi, perusahaan juga mulai mengoptimalkan hasil pengolahan tebu untuk sektor energi. Salah satunya melalui pengembangan bioetanol berbasis molase.

Baca Juga :  PTPN I Genjot Hilirisasi Kopi Ijen, Bidik Pasar Ekspor

Diversifikasi tersebut membuka peluang peningkatan nilai tambah hasil perkebunan sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan.

Aris menjelaskan, pengembangan hilirisasi dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek. Mulai dari ketersediaan bahan baku, kesiapan kapasitas pengolahan, inovasi produk, hingga kebutuhan dan potensi pasar.

“Ke depan, kami terus mendorong inovasi produk, optimalisasi aset, penguatan kapasitas pengolahan, dan perluasan pasar. Orientasinya bukan hanya meningkatkan jumlah produk, tetapi membangun bisnis hilir yang kompetitif, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan perusahaan,” kata Aris.

Melalui strategi tersebut, PTPN I berupaya mengubah pola bisnis perkebunan yang selama ini berorientasi pada produksi bahan baku menjadi pengembang produk bernilai tambah.

Penguatan hilirisasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing perusahaan, tetapi juga memperluas aktivitas ekonomi dan mendukung agenda nasional dalam pengembangan industri pangan serta energi. (*)

Berita Terkait

PTPN I Luncurkan Kopi Banaran dalam Tiga Varian, Harga Mulai Rp14 Ribu Bisa Dibeli Di Marketplace
PTPN I Raih Adhi Praya 2026, Bidik Nilai Tambah dari Jagung hingga Kelapa
PTPN I Siapkan Investasi Rp26,76 Triliun, Bidik Hilirisasi Perkebunan
Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 per Gram, Pegadaian Ingatkan Investor Tak Gegabah
PTPN I Genjot Hilirisasi Kopi Ijen, Bidik Pasar Ekspor
Bioetanol Jadi Andalan Baru, PTPN I Dorong Ekspansi Bisnis
PTPN I dan IPB Sulap Tankos Sawit Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru
Deli Nusantara-Golden Djawa, Cerutu PTPN I Bidik Pasar Dunia di Indonesian Cigar Festival 2026 Denpasar
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 20:52 WIB

PTPN I Perkuat Hilirisasi, Kembangkan Produk Teh, Kopi, Cerutu hingga Cokelat

Kamis, 5 November 2026 - 18:23 WIB

PTPN I Luncurkan Kopi Banaran dalam Tiga Varian, Harga Mulai Rp14 Ribu Bisa Dibeli Di Marketplace

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:55 WIB

PTPN I Raih Adhi Praya 2026, Bidik Nilai Tambah dari Jagung hingga Kelapa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:25 WIB

PTPN I Siapkan Investasi Rp26,76 Triliun, Bidik Hilirisasi Perkebunan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 per Gram, Pegadaian Ingatkan Investor Tak Gegabah

Berita Terbaru