Bioetanol Jadi Andalan Baru, PTPN I Dorong Ekspansi Bisnis

- Jurnalis

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras turun langsung mengawal pengembangan bisnis tersebut melalui kunjungan kerja ke PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Mojokerto dan PT Dasaplast Nusantara (Dasaplas) di Jepara, Kamis (15/10/2026).

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras turun langsung mengawal pengembangan bisnis tersebut melalui kunjungan kerja ke PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Mojokerto dan PT Dasaplast Nusantara (Dasaplas) di Jepara, Kamis (15/10/2026).

SURABAYA — PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) tak ingin hanya bertumpu pada bisnis perkebunan. Perusahaan ini mulai memperkuat dua lini usaha strategis, yakni energi terbarukan dan manufaktur, untuk membuka sumber pertumbuhan baru sekaligus meningkatkan daya saing.

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras turun langsung mengawal pengembangan bisnis tersebut melalui kunjungan kerja ke PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Mojokerto dan PT Dasaplast Nusantara (Dasaplas) di Jepara, Kamis (15/10/2026).

Kunjungan itu difokuskan pada penguatan operasional, optimalisasi aset, peningkatan produktivitas, hingga perluasan pasar kedua anak perusahaan.

Di Enero, Abdul Rivai Ras mendorong pengembangan bisnis bioetanol berbasis molases atau tetes tebu. Menurut dia, potensi energi terbarukan harus digarap lebih agresif agar perusahaan tidak hanya menjadi pemain regional, tetapi mampu memperluas bisnis ke berbagai wilayah Indonesia.

“Enero tidak boleh berhenti dan berpuas diri hanya menjadi pemain utama di Jawa Timur. Kita harus melangkah lebih jauh, berekspansi, dan membawa model bisnis bioetanol berbasis molases ini ke berbagai wilayah lain di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga :  PTPN I dan IPB Sulap Tankos Sawit Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru

Abdul Rivai menilai Enero memiliki peluang untuk berkembang menjadi pusat keunggulan industri bioetanol nasional. Namun, peluang tersebut harus diikuti penguatan kompetensi, peningkatan daya saing, dan pengembangan model bisnis yang sesuai dengan kebutuhan energi masa depan.

Pengolahan molases menjadi bioetanol juga membuka ruang bagi peningkatan nilai tambah produk samping industri perkebunan. Dengan begitu, sumber daya yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung transisi energi.

Setelah sektor energi, perhatian beralih ke bisnis manufaktur. Saat mengunjungi Dasaplas di Jepara, Abdul Rivai menekankan pentingnya efisiensi operasional, optimalisasi aset, dan inovasi produk untuk memperkuat fundamental perusahaan.

Produsen karung plastik dan kemasan fleksibel tersebut juga didorong memperluas pasar komersial di luar kebutuhan internal PTPN Group.

Baca Juga :  Launching Tim Bhayangkara Lampung Gratis, 4.000 Jersey Dibagikan

Langkah itu dinilai penting untuk membuka peluang permintaan baru, meningkatkan pemanfaatan kapasitas produksi, dan memperbesar kontribusi Dasaplas terhadap kinerja grup.

“Optimalisasi aset yang efisien serta pengembangan bisnis yang adaptif terhadap kebutuhan pasar menjadi kunci utama Dasaplas untuk tumbuh berkelanjutan dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.

Abdul Rivai menegaskan, setiap anak perusahaan harus mampu mengembangkan potensi bisnis secara terukur, meningkatkan produktivitas, dan memastikan aset yang dimiliki menghasilkan nilai ekonomi optimal.

Dengan strategi tersebut, anak perusahaan diharapkan tidak sekadar menjadi penopang operasional grup, tetapi juga tampil sebagai mesin pertumbuhan baru bagi PTPN I.

Penguatan Enero dan Dasaplas menjadi bagian dari upaya PTPN I mempercepat transformasi bisnis agar lebih adaptif, produktif, dan kompetitif. Pengembangan kedua lini usaha itu diharapkan memperluas sumber pendapatan perusahaan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan dan mendukung ketahanan energi nasional. (*)

Berita Terkait

PTPN I dan IPB Sulap Tankos Sawit Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru
Deli Nusantara-Golden Djawa, Cerutu PTPN I Bidik Pasar Dunia di Indonesian Cigar Festival 2026 Denpasar
Launching Tim Bhayangkara Lampung Gratis, 4.000 Jersey Dibagikan
PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik
Pasar Otomotif Berubah, Mobil Listrik Kian Menguat di 2026
Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah
Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029
Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Bioetanol Jadi Andalan Baru, PTPN I Dorong Ekspansi Bisnis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:41 WIB

PTPN I dan IPB Sulap Tankos Sawit Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Deli Nusantara-Golden Djawa, Cerutu PTPN I Bidik Pasar Dunia di Indonesian Cigar Festival 2026 Denpasar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:52 WIB

Launching Tim Bhayangkara Lampung Gratis, 4.000 Jersey Dibagikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:10 WIB

PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik

Berita Terbaru

BANDAR LAMPUNG

Pleno Terakhir PWI Lampung, Konferprov Digelar 1 Desember

Jumat, 16 Okt 2026 - 17:07 WIB

Penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) oleh Ketua Umum PWI Akhmad Munir dan Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily di Kantor Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Foto: Humas PWI

Lampungcorner.com

PWI-Lemhannas Teken MoU, Perkuat Peran Pers Jaga Ketahanan Nasional

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:15 WIB