PTPN I Luncurkan Kopi Banaran dalam Tiga Varian, Harga Mulai Rp14 Ribu Bisa Dibeli Di Marketplace

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kopi Banaran Hadir dalam Tiga Varian, Harga Mulai Rp14 Ribu. Foto: Humas PTPN I

Kopi Banaran Hadir dalam Tiga Varian, Harga Mulai Rp14 Ribu. Foto: Humas PTPN I

Bandar Lampung – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) terus memperkuat bisnis hilir komoditas perkebunan.

Kali ini, perusahaan mengembangkan Kopi Banaran dalam kemasan sachet untuk memperluas jangkauan pasar kopi robusta premium dengan harga yang lebih terjangkau.

Produk yang diproduksi PTPN I Regional 3 di Semarang, Jawa Tengah, tersebut hadir dalam tiga varian, yakni Original, 2 in 1, dan 3 in 1.

Inovasi ini menjadi bagian dari strategi perusahaan meningkatkan nilai tambah komoditas kopi sekaligus memperkuat penetrasi pasar retail.

Direktur Komersial PTPN I (Persero) Arif Budiman mengatakan, pengembangan Kopi Banaran sachet merupakan langkah perusahaan menghadirkan produk perkebunan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, hilirisasi tidak sekadar mengembangkan produk olahan, tetapi juga memastikan hasil perkebunan memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau konsumen dari berbagai segmen.

“Strategi pemasaran kami diarahkan untuk memperluas jangkauan konsumen sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas yang dikelola perusahaan. Pengembangan Kopi Banaran sachet menjadi salah satu langkah untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar, baik dari sisi kualitas, kepraktisan, maupun harga,” kata Arif di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Kopi Banaran sachet sebenarnya bukan produk baru. Pengembangannya telah dirintis sejak 2019 melalui kopi robusta kemasan 25 gram bernama Java Mocha Coffee. Saat itu, produk dengan varian original tersebut dipasarkan melalui sejumlah kedai kopi yang dikelola internal perusahaan.

Kini, perusahaan memperluas pilihan produk dengan menghadirkan varian 2 in 1 yang memadukan kopi dan gula serta 3 in 1 dengan tambahan krimer.

Arif menambahkan, pengembangan bisnis hilir menjadi peluang bagi perusahaan untuk mengoptimalkan potensi komoditas perkebunan melalui produk olahan yang memiliki daya saing.

Karena itu, inovasi produk harus diiringi pemahaman terhadap kebutuhan konsumen serta strategi pemasaran dan distribusi yang efektif.

“Ke depan, pengembangan produk dan perluasan pasar harus berjalan beriringan. Kami ingin produk PTPN I semakin dekat dengan konsumen, memiliki daya saing, dan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan perusahaan,” ujarnya.

Baca Juga :  Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 per Gram, Pegadaian Ingatkan Investor Tak Gegabah

Marketing Leader Unit Produk Hilir PTPN I Regional 3 Banaran, Jamaludin, mengatakan pengembangan kemasan sachet dilatarbelakangi tingginya kebutuhan pasar terhadap kopi berkualitas dengan harga lebih ekonomis.

Menurut dia, perusahaan ingin menjangkau konsumen menengah ke bawah tanpa mengesampingkan kualitas bahan baku.

“Adanya permintaan pasar, terutama konsumen menengah ke bawah, menjadi salah satu latar belakang pengembangan Kopi Banaran dalam kemasan sachet. Kami ingin menghadirkan produk yang lebih ekonomis dan mudah dinikmati masyarakat, dengan tetap mempertahankan kualitas bahan baku kopi robusta murni,” kata Jamaludin.

Seluruh varian Kopi Banaran sachet menggunakan bahan baku 100 persen kopi robusta. Varian Original tidak menggunakan tambahan gula maupun krimer sehingga karakter asli kopi tetap terasa.

Sementara itu, varian 2 in 1 memadukan kopi robusta dan gula. Adapun varian 3 in 1 mengombinasikan kopi, gula, dan krimer dalam satu kemasan praktis.

Dari sisi harga, varian Original dibanderol Rp14.000 per renteng berisi 10 sachet. Varian 2 in 1 dijual Rp15.000, sedangkan 3 in 1 dipasarkan Rp18.000 per renteng.

Pilihan tersebut diharapkan memberikan alternatif bagi masyarakat untuk menikmati kopi robusta berkualitas sesuai selera dan kemampuan daya beli.

PTPN I mulai memasarkan Kopi Banaran sachet di Kota Semarang dan sejumlah wilayah sekitarnya. Selain melalui jaringan penjualan konvensional, produk ini juga tersedia melalui saluran penjualan daring.

Untuk memperluas distribusi, perusahaan mengandalkan sales motoris yang menyasar toko, warung, serta jaringan general trade (GT) dan modern trade (MT).

Marketplace juga dimanfaatkan sebagai saluran pemasaran untuk menjangkau konsumen di luar jaringan distribusi konvensional.

Strategi tersebut diperkuat dengan program potongan harga menggunakan ketentuan minimum pembelian tertentu. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik produk sekaligus mendorong pembelian.

“Untuk memperluas pasar, kami melakukan penjualan langsung melalui sales motoris dan memanfaatkan marketplace. Kami juga menyiapkan program potongan harga dengan minimum pembelian tertentu agar produk lebih menarik bagi konsumen,” ujar Jamaludin.

Baca Juga :  PTPN I dan IPB Sulap Tankos Sawit Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru

Upaya memperkenalkan produk kepada masyarakat juga dilakukan melalui ajang Banaran Trail Run 2026 yang digelar di kawasan Kampoeng Kopi Banaran, Semarang, Minggu (8/11/2026).

Dalam kegiatan olahraga tahunan tersebut, PTPN I menyiapkan permainan interaktif atau fun game sebagai bagian dari aktivitas promosi. Peserta juga diajak mengikuti akun Instagram resmi PTPN I untuk berpartisipasi.

Jamaludin mengatakan, Banaran Trail Run menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan Kopi Banaran sachet sekaligus membangun interaksi dengan konsumen melalui media sosial.

Promosi berbasis olahraga dan wisata tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengenalan merek, terutama di kalangan peserta yang datang dari berbagai daerah.

Untuk mendukung pengembangan produk, PTPN I telah menjalin kerja sama dengan PT SDIMU di Jawa Tengah. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan produksi sekaligus memperkuat pemasaran Kopi Banaran sachet.

Jamaludin menyebut target penjualan produk mengacu pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Perusahaan optimistis peluang pasar masih terbuka, terutama untuk segmen konsumen yang membutuhkan produk kopi berkualitas dengan harga ekonomis.

“Peluang pasar masih terbuka. Melalui penguatan merek, perluasan distribusi, dan pengembangan produk, kami berharap Kopi Banaran sachet dapat semakin dikenal serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan perusahaan,” katanya.

Pengembangan Kopi Banaran sachet menjadi bagian dari strategi PTPN I memperkuat bisnis hilir perkebunan. Perusahaan tidak hanya mengandalkan penjualan komoditas sebagai bahan baku, tetapi juga mengoptimalkan produk olahan agar memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi.

Melalui inovasi produk, perluasan distribusi, serta strategi pemasaran yang menyasar berbagai segmen konsumen, PTPN I berharap Kopi Banaran semakin dikenal dan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan perusahaan. (*)

Berita Terkait

PTPN I Raih Adhi Praya 2026, Bidik Nilai Tambah dari Jagung hingga Kelapa
PTPN I Siapkan Investasi Rp26,76 Triliun, Bidik Hilirisasi Perkebunan
Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 per Gram, Pegadaian Ingatkan Investor Tak Gegabah
PTPN I Genjot Hilirisasi Kopi Ijen, Bidik Pasar Ekspor
Bioetanol Jadi Andalan Baru, PTPN I Dorong Ekspansi Bisnis
PTPN I dan IPB Sulap Tankos Sawit Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru
Deli Nusantara-Golden Djawa, Cerutu PTPN I Bidik Pasar Dunia di Indonesian Cigar Festival 2026 Denpasar
Launching Tim Bhayangkara Lampung Gratis, 4.000 Jersey Dibagikan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:23 WIB

PTPN I Luncurkan Kopi Banaran dalam Tiga Varian, Harga Mulai Rp14 Ribu Bisa Dibeli Di Marketplace

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:55 WIB

PTPN I Raih Adhi Praya 2026, Bidik Nilai Tambah dari Jagung hingga Kelapa

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:25 WIB

PTPN I Siapkan Investasi Rp26,76 Triliun, Bidik Hilirisasi Perkebunan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Harga Emas Antam Naik Rp 2.000 per Gram, Pegadaian Ingatkan Investor Tak Gegabah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:13 WIB

PTPN I Genjot Hilirisasi Kopi Ijen, Bidik Pasar Ekspor

Berita Terbaru