PTPN I dan IPB Sulap Tankos Sawit Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru

- Jurnalis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PTPN I dan IPB Sulap Tankos Sawit Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru. Foto: Humas PTPN I

PTPN I dan IPB Sulap Tankos Sawit Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru. Foto: Humas PTPN I

BOGOR — Tandan kosong (tankos) kelapa sawit tak lagi sekadar limbah. Di tangan peneliti IPB University, serat tankos dikembangkan menjadi material komposit ramah lingkungan atau green composite yang bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Pengembangan tersebut mendapat dukungan dari PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 2. Bahan baku penelitian berasal dari limbah pabrik kelapa sawit PTPN I Regional 2, eks PTPN VIII, di Cikasungka, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Penelitian ini dirintis Dr. Siti Nikmatin sejak 2015. Bersama tim dari Laboratorium Fakultas MIPA Departemen Fisika IPB University dan Pusat Studi Sawit IPB, serat tankos dikembangkan menjadi biomaterial untuk berbagai kebutuhan.

Mulai helm pengaman (safety helmet), sepatu, sandal, produk fesyen, hingga rompi antipeluru.

Ditemui di Bogor, Selasa (6/10/2026), Siti mengatakan pengembangan tersebut berangkat dari potensi tankos yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui serangkaian penelitian dan pengujian laboratorium, timnya merumuskan formula untuk mengolah serat tankos menjadi material komposit yang dapat digunakan untuk berbagai produk fungsional.

“Kami bisa membuat helm, sepatu, sandal, dan beberapa produk lainnya dari green composite. Kemudian ada komunikasi dengan PTPN I Regional 2 yang memiliki bahan baku tandan kosong. Dari situ kami membuat kesepakatan bersama untuk mengembangkan hasil penelitian menjadi produk industri manufaktur,” kata Siti.

Menurut dia, kolaborasi tersebut bukan semata mengejar keuntungan. Kerja sama itu sekaligus menjadi model sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam mendorong hilirisasi hasil riset.

Baca Juga :  Prabowo di Penutupan Muktamar NU: Pemerintah Butuh Stabilitas, Ketenangan

Dalam kerja sama tersebut, PTPN I Regional 2 memberikan dukungan pembiayaan untuk pengembangan dan produksi sejumlah produk sesuai kebutuhan perusahaan. Hasil penelitian kemudian diwujudkan menjadi produk inovatif berbasis green composite.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada PTPN I Regional 2 atas kerja sama ini. Dukungan tersebut memungkinkan hasil penelitian kami ditindaklanjuti menjadi produk. Saat ini kami terus mencari formula yang paling tepat agar produk semakin kompetitif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Untuk memperkuat pengembangan dan produksi, IPB University melalui Siti Nikmatin menggandeng startup PT Material Data Space (MDS) dan PT Interstisi Material Maju (IMM) sebagai entitas operasional.

Hingga kini, MDS dan IMM telah memproduksi ribuan helm pengaman. Selain itu, sejumlah produk fesyen dan perlengkapan juga diproduksi sesuai kebutuhan dan pesanan PTPN.

Siti menyebut teknologi tersebut sudah siap menerima pesanan berbagai produk. Namun, produksi belum berjalan secara kontinu dalam skala industri karena masih bergantung pada purchase order (PO).

“Produksi sudah bisa dilakukan dalam skala besar, tetapi saat ini masih berdasarkan PO. Untuk helm pesanan PTPN I jumlahnya sudah cukup banyak. Begitu juga produk pelindung diri seperti rompi antipeluru yang memenuhi standar Polri, telah kami produksi dalam skala terbatas,” jelasnya.

Dari sisi kualifikasi, helm berbahan serat tankos yang dikembangkan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Sementara material antipeluru kaliber 9 x 19 milimeter telah memperoleh sertifikat dari Dislitbang AD pada 2025.

Baca Juga :  Prabowo Minta Biaya Haji Tak Membebani Jemaah

Siti mengatakan produk tersebut dikembangkan dengan pendekatan green composite karena memanfaatkan serat berbasis bahan nabati.

“Produk-produk ini telah melalui berbagai pengujian sesuai standar yang dipersyaratkan. Dari sisi biaya, material yang kami kembangkan juga memiliki potensi lebih kompetitif dibandingkan komposit yang beredar di pasaran,” katanya.

Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras mengatakan, kolaborasi dengan IPB University menjadi bagian dari upaya perusahaan mendorong hasil riset dan inovasi agar tidak berhenti di laboratorium.

Menurut dia, riset tersebut harus mampu dikembangkan menjadi produk bernilai tambah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi industri dan masyarakat.

“Bagi PTPN I, pemanfaatan tandan kosong ini bukan sekadar mengolah limbah, tetapi bagaimana mengubah sesuatu yang sebelumnya belum memiliki nilai tambah menjadi material komposit yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan industri dan masyarakat,” ujar Abdul Rivai.

Dia menambahkan, pengembangan tersebut sejalan dengan semangat hilirisasi, ekonomi sirkular, dan inovasi berbasis sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Karena itu, sinergi antara PTPN I, perguruan tinggi, dan pelaku industri dinilai perlu terus diperkuat. Tujuannya agar inovasi bisa bergerak dari meja penelitian menuju penerapan dan komersialisasi.

“Kami ingin membangun ekosistem kolaborasi yang menghubungkan riset, industri, dan kebutuhan pasar. Ketika inovasi mampu menghasilkan produk yang kompetitif, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat lebih luas, di situlah nilai strategis sebuah kolaborasi benar-benar hadir,” kata Abdul Rivai. (*)

Berita Terkait

Deli Nusantara-Golden Djawa, Cerutu PTPN I Bidik Pasar Dunia di Indonesian Cigar Festival 2026 Denpasar
Rocky Gerung Masuk Wantimpres: Alasan Gue Menolak Apa?
Era AI, Bakom Diminta Perkuat Komunikasi Pemerintah
Pratikno Pimpin Wantimpres Era Prabowo, Rocky Gerung hingga Quraish Shihab Masuk
Prabowo Rombak Sejumlah Posisi Strategis, Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP
Airlangga Ungkap Stimulus Kuartal IV, Bantuan Pangan dan BSU Disiapkan
HIPMI Dorong Plafon KUR Naik Rp2 Miliar, Pengusaha Diminta Naik Kelas
Mulai 2027, Gaji PPPK Daerah Ditanggung APBN, Rp23 Triliun Disiapkan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:41 WIB

PTPN I dan IPB Sulap Tankos Sawit Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Rocky Gerung Masuk Wantimpres: Alasan Gue Menolak Apa?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Era AI, Bakom Diminta Perkuat Komunikasi Pemerintah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 19:18 WIB

Pratikno Pimpin Wantimpres Era Prabowo, Rocky Gerung hingga Quraish Shihab Masuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Prabowo Rombak Sejumlah Posisi Strategis, Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP

Berita Terbaru

Pariwisata

Dari Kebun ke Cangkir, Wonosari Buka Wisata Edukasi Teh

Senin, 5 Okt 2026 - 18:54 WIB

LC TV Story

Prabowo Sematkan Bintang Mahaputera kepada Tujuh Jenderal

Senin, 5 Okt 2026 - 13:13 WIB