Dari El Nino hingga Stunting, Ini Arahan Strategis Bupati Pesawaran untuk Kepala Desa

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LampungCorner.com, PESAWARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal bersama kepala desa se-Kabupaten Pesawaran, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan berlangsung di GSG Lamban Agung, Komplek Rumah Dinas Bupati Pesawaran, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan.

Momentum ini tak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Lebaran, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang strategis untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa.

Tujuannya jelas, meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan desa sekaligus mengoptimalkan penanganan aspirasi dan laporan masyarakat.

Bupati Pesawaran, Nanda Indira, menegaskan bahwa pertemuan ini memiliki arti penting dalam membangun soliditas antar pemangku kepentingan di tingkat desa.

Ia menilai, kekompakan dan komunikasi yang kuat menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan di tengah masyarakat.

“Pertemuan ini bukan sekadar agenda formal. Ini adalah ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat soliditas kita bersama,” ujar Bupati.

Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya peran aktif kepala desa dalam merespons berbagai persoalan sosial secara cepat dan berbasis data.

Baca Juga :  Jembatan Presisi Merah Putih Hadir, Mobilitas dan Ekonomi Warga Bandar Kagungan Raya Kian Lancar

Ia mengingatkan agar setiap permasalahan di masyarakat segera diinventarisasi dan dilaporkan sebelum berkembang luas.

“Saya berharap kepala desa dapat merespons persoalan sosial dengan cepat. Jangan menunggu sampai viral baru dilaporkan. Sampaikan laporan dengan data yang akurat, bukan sekadar informasi yang belum terverifikasi,” tegasnya.

Selain itu, sejumlah instruksi strategis juga disampaikan, mulai dari kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak El Nino, optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hingga pengelolaan sampah berbasis potensi desa yang ke depan akan terintegrasi dengan program investasi pengolahan sampah.

Bupati juga menyoroti pentingnya mitigasi bencana sejak dini. Ia meminta kepala desa aktif mengedukasi masyarakat untuk menjaga sumber air serta mengantisipasi potensi kebakaran lahan.

“Optimalisasi PBB harus menjadi perhatian serius karena merupakan salah satu sumber utama pembangunan daerah,” lanjutnya.

Di bidang sosial, Bupati menekankan akurasi data sebagai fondasi utama dalam penanganan isu strategis, seperti stunting, rumah tidak layak huni (RTLH), dan anak putus sekolah.

Ia juga meminta agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tingkat desa dapat dimonitor secara optimal.

Baca Juga :  Pemkab Tubaba Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Tekan Stunting

“Kepala desa harus proaktif melaporkan perkembangan di wilayahnya kepada camat. Pastikan tidak ada warga yang terlewat dari intervensi program pemerintah,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati menyampaikan optimisme terhadap pengembangan sektor pariwisata di Pesawaran, seiring dukungan pembangunan infrastruktur dari Pemerintah Provinsi Lampung.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan kabupaten untuk mendorong potensi tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), dengan fokus pada berbagai persoalan strategis yang dihadapi pemerintah desa di lapangan.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Pesawaran juga memberikan penghargaan kepada desa dengan kinerja terbaik dalam realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), khususnya bagi desa yang melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo 1 November 2025 serta memiliki capaian realisasi terbesar.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Desa Sriwedari, Kecamatan Tegineneng, dan Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Ratai. (*)

Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Pemkab Tubaba Siapkan Perpanjangan Kontrak 2.196 PPPK Paruh Waktu
12 Kursi Eselon II Lampura Kosong, Persetujuan Selter JPTP Diajukan ke BKN
Kendalikan Inflasi, Pemkab Tubaba Kembali Gelar Pasar Murah di Pulung Kencana
Hamartoni Bongkar Alasan di Balik Rotasi 16 Pejabat Eselon II Lampura, Selter Besok Mulai Dibuka
Pemkab Tubaba Manfaatkan 1.000 Kubik Material Eks Jalan Tol untuk Perbaiki Jalan Tiyuh
Pemkab Tubaba Finalisasi Sengketa Lahan LSD 50 Hektare di Bandar Dewa
Kejari Lamtim Selamatkan Aset Tanah Senilai Rp1,27 Miliar, 43,2 Hektare Lahan Perkantoran Pemda Kini Bersertifikat
TWA Rawa Kandis Disiapkan Jadi Wisata Edukasi, Konservasi Tetap Jadi Prioritas
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 09:49 WIB

Pemkab Tubaba Siapkan Perpanjangan Kontrak 2.196 PPPK Paruh Waktu

Jumat, 4 September 2026 - 18:57 WIB

12 Kursi Eselon II Lampura Kosong, Persetujuan Selter JPTP Diajukan ke BKN

Jumat, 4 September 2026 - 09:03 WIB

Kendalikan Inflasi, Pemkab Tubaba Kembali Gelar Pasar Murah di Pulung Kencana

Kamis, 3 September 2026 - 20:03 WIB

Hamartoni Bongkar Alasan di Balik Rotasi 16 Pejabat Eselon II Lampura, Selter Besok Mulai Dibuka

Rabu, 2 September 2026 - 12:13 WIB

Pemkab Tubaba Manfaatkan 1.000 Kubik Material Eks Jalan Tol untuk Perbaiki Jalan Tiyuh

Berita Terbaru

LC TV Story

BGN Tutup 1.999 Dapur MBG karena Belum Daftar SLHS

Selasa, 8 Sep 2026 - 08:29 WIB