LampungCorner.com, PESAWARAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran melalui UPTD Korwilcam Way Khilau terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Berbagai upaya dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan bagi guru maupun siswa di wilayah Kecamatan Way Khilau.
Korwilcam Way Khilau, Joharsyah, menjelaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan ditempuh melalui sejumlah strategi utama, mulai dari pengembangan kompetensi guru melalui pelatihan dan workshop, hingga pemenuhan sarana pendukung pembelajaran di sekolah-sekolah.
“Sejak semester awal, para siswa sudah kami biasakan menjalani pola hidup sehat serta pembiasaan Gerak Anak Indonesia Hebat. Program ini telah diterapkan di sejumlah sekolah, seperti SD Negeri 1, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, dan SD Negeri 18 Way Khilau,” ujar Joharsyah saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (25/12/2025).
Ia menambahkan, sosialisasi dan workshop yang rutin digelar bertujuan untuk meningkatkan kompetensi operator sekolah, guru, hingga kepala sekolah agar mampu mengikuti perkembangan sistem dan kebijakan pendidikan.
“Program yang kami implementasikan tetap mengacu pada Kurikulum Merdeka, termasuk pelatihan guru, bimbingan teknis sosialisasi Dapodik, serta pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) sebagai alat evaluasi capaian pembelajaran di sekolah,” jelasnya.
Menurut Joharsyah, peningkatan kemampuan siswa juga harus didukung dengan kreativitas tenaga pendidik serta pemanfaatan teknologi agar proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan efektif.
Ia juga menekankan pentingnya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai sarana edukatif untuk mengenalkan siswa baru pada lingkungan sekolah, guru, teman, fasilitas, program, serta tata tertib sekolah secara kreatif dan menyenangkan.
“Seluruh sekolah di Kecamatan Way Khilau telah mengimplementasikan MPLS dengan pendekatan yang ramah anak dan mendidik,” katanya.
Selain itu, peringatan hari besar keagamaan dan hari besar nasional juga terus diterapkan sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter positif di lingkungan sekolah.
“Keterlibatan masyarakat dan orang tua sangat dibutuhkan untuk mendorong motivasi belajar siswa agar lebih aktif, baik dalam kegiatan di sekolah maupun di luar sekolah,” pungkas Joharsyah. (*)
Editor: Furkon Ari










