Gibran Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih, Janji Carikan Solusi untuk Nelayan Margasari

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LampungCorner.com, LAMPUNG TIMUR – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Timur untuk meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Jumat (8/5/2026).

Kedatangan Wapres Gibran disambut antusias masyarakat. Sejak pagi, warga memadati lokasi peresmian, mulai dari nelayan hingga para pelajar SD, SMP, dan SMA di wilayah Labuhan Maringgai yang ingin melihat langsung orang nomor dua di Indonesia tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan itu Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kapolda Lampung, Pangdam XXI Radin Intan, Bupati Lampung Timur, jajaran Forkopimda Lampung Timur, serta rombongan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Dalam kunjungannya, Wapres Gibran tidak hanya meninjau kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, tetapi juga berdialog langsung dengan para nelayan untuk mendengarkan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi.

Salah satu keluhan utama yang disampaikan nelayan adalah pendangkalan Muara Margasari yang telah terjadi hampir 30 tahun. Kondisi tersebut membuat aktivitas keluar masuk kapal menjadi sulit, terutama saat air laut surut.

Baca Juga :  Lampung Rawan Sertifikat Ganda, ATR/BPN Siapkan Langkah Antisipasi

“Kalau terlambat saat air pasang, kapal harus menunggu sampai enam jam untuk bisa masuk kembali ke muara,” ungkap salah seorang nelayan saat berdialog dengan Wapres.

Persoalan itu kini semakin dirasakan nelayan karena kapasitas armada mereka terus meningkat. Jika sebelumnya mayoritas menggunakan kapal berukuran 3 hingga 5 GT, kini banyak nelayan telah memiliki kapal hingga 30 GT.

Menanggapi hal tersebut, Wapres Gibran menegaskan pemerintah akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk BNPB dan kementerian teknis, guna mencari solusi pengerukan muara sebagai langkah mitigasi jangka panjang.

Selain persoalan muara, para nelayan juga menyampaikan berbagai kendala lain, mulai dari pasokan solar subsidi, kemudahan perizinan armada, hingga ketidakstabilan fasilitas cold storage atau gudang pendingin ikan.

Menurut Wapres, seluruh persoalan operasional nelayan harus segera mendapat solusi agar pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih benar-benar berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Kampung nelayan ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi bagaimana nelayan bisa melaut dengan tenang, mudah mendapatkan BBM, dan hasil tangkapannya memiliki harga jual yang baik,” ujar Wapres Gibran.

Baca Juga :  RSUD Ryacudu Terbakar, Bupati Hamartoni Minta Penanganan Pascakebakaran Dilakukan Cepat

Dalam dialog tersebut, Wapres juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga hasil laut, khususnya lobster, agar tidak anjlok saat musim panen raya. Berdasarkan data yang diterima, kelompok nelayan setempat mampu menghasilkan hingga 42 ton hasil laut per tahun.

Terkait fasilitas cold storage, Wapres menyebut pemerintah akan mengkaji model pengelolaan yang dinilai berhasil di Batam untuk diterapkan di Lampung Timur melalui koordinasi dengan kementerian terkait.

Sementara untuk persoalan infrastruktur jalan, Wapres Gibran mengaku telah merasakan langsung kondisi jalan menuju lokasi dan akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung serta Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

“Untuk jalan Bapak Ibu tadi saya sudah merasakannya, nanti akan dikoordinasikan kepada Pak Gubernur Lampung dan Bupati Lampung Timur,” kata Wapres Gibran.

Kunjungan kerja tersebut diharapkan menjadi langkah nyata pemerintah pusat dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan, memperbaiki infrastruktur, serta memperkuat sektor perikanan dan ekonomi masyarakat pesisir di Lampung Timur. (*)

Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Tubaba Konsultasi Sarpras ke BNPB
Estafet Kepemimpinan Bergulir, Deswanto Resmi Jabat Plt Camat Pagar Dewa
Bertemu Wamenpora Taufik Hidayat, Bupati Tubaba Dorong Penguatan Fasilitas dan Pembinaan Atlet Muda
Temui Wamenhub, Bupati Tubaba Usulkan Enam Bus Sekolah hingga Halte Sungai
Perkuat Pencegahan Korupsi, Pemkab Tubaba Evaluasi Target Dokumen MCSP KPK
Pemkab Tubaba Luncurkan “Subsidi BAZNAS”, 60 UMKM Dapat Akses Modal Tanpa Agunan
Pemkab Tubaba Siapkan Perpanjangan Kontrak 2.196 PPPK Paruh Waktu
12 Kursi Eselon II Lampura Kosong, Persetujuan Selter JPTP Diajukan ke BKN
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:44 WIB

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Tubaba Konsultasi Sarpras ke BNPB

Rabu, 9 September 2026 - 20:55 WIB

Bertemu Wamenpora Taufik Hidayat, Bupati Tubaba Dorong Penguatan Fasilitas dan Pembinaan Atlet Muda

Rabu, 9 September 2026 - 20:39 WIB

Temui Wamenhub, Bupati Tubaba Usulkan Enam Bus Sekolah hingga Halte Sungai

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WIB

Perkuat Pencegahan Korupsi, Pemkab Tubaba Evaluasi Target Dokumen MCSP KPK

Rabu, 9 September 2026 - 09:34 WIB

Pemkab Tubaba Luncurkan “Subsidi BAZNAS”, 60 UMKM Dapat Akses Modal Tanpa Agunan

Berita Terbaru