Gubernur Mirza Fokus Kembangkan Strategi Besar Pariwisata, Kiluan-Gigi Hiu Kini Tempuh 2,5 Jam

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengembangkan strategi besar ekonomi berbasis pariwisata (tourism-based economy) melalui perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Lampung.

Hasil yang mulai dirasakan masyarakat, salah satunya Bandar Lampung-Kiluan-Gigi Hiu yang sebelumnya ditempuh 4 Jam, kini hanya 2,5 jam. Akses Wisata Pesisir Lampung kian terhubung.

Dengan strategi ini, Pemerintah Provinsi Lampung berhasil memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata unggulan melalui percepatan pembangunan dan perbaikan jalan provinsi di jalur pesisir selatan.

Perbaikan konektivitas jalan juga dimulai dari pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing-Padang Cermin sepanjang 5,888 kilometer yang menjadi pintu utama menuju kawasan wisata pesisir Pesawaran.

Selama ini, ruas tersebut dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terpadat saat musim liburan.

Dengan lebar jalan sebelumnya sekitar lima meter dan volume kendaraan mencapai 7.500 kendaraan saat akhir pekan, kemacetan panjang kerap terjadi dan menghambat mobilitas wisatawan maupun masyarakat.

Pemprov Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp96,3 miliar untuk meningkatkan kapasitas jalan menjadi 14 meter lengkap dengan rigid pavement, drainase, bahu jalan, dan perlengkapan keselamatan.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut bukan sekadar perbaikan jalan, melainkan bagian dari strategi besar pengembangan ekonomi berbasis pariwisata.

Baca Juga :  Lampung Perkuat Tata Kelola Aset, ATR/BPN Siapkan 9 Program

“Sektor pariwisata di wilayah Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan memiliki potensi besar. Karena itu aksesnya harus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa bergerak lebih cepat,” ujarnya.

Dari Padang Cermin menuju Teluk Kiluan, Pemerintah Provinsi Lampung juga mempercepat penanganan jalan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dengan nilai kontrak mencapai Rp48,2 miliar.

Penanganan dilakukan pada sejumlah titik prioritas sepanjang jalur wisata pesisir yang selama ini mengalami kerusakan cukup berat dan menjadi kendala utama mobilitas masyarakat maupun wisatawan.

Melalui program tersebut, tingkat kemantapan jalan ditargetkan meningkat dari 83,80 persen menjadi 96,85 persen.

Gubernur Mirza menegaskan, pembangunan konektivitas pesisir menjadi bagian penting dalam membuka jalur wisata terintegrasi dari Pesawaran hingga Tanggamus.

“Kalau jalur Pesawaran sampai Tanggamus tersambung dengan baik, maka akan terbentuk jalur wisata pesisir yang sangat potensial dan berdampak besar terhadap ekonomi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, di ruas Teluk Kiluan menuju Gigi Hiu atau Simpang Umbar, Pemprov Lampung mulai melakukan pembangunan bertahap guna membuka akses menuju salah satu destinasi wisata eksotis yang telah dikenal hingga mancanegara.

Baca Juga :  149 Kebakaran di Bandar Lampung, Kerugian Tembus Rp1,75 Miliar

Pantai Gigi Hiu selama ini dikenal memiliki panorama batu karang unik menyerupai gigi hiu dengan latar ombak Samudra Hindia. Namun keterbatasan akses membuat kunjungan wisatawan belum optimal.

Pada tahap awal, pembangunan dilakukan sepanjang 2,6 kilometer menggunakan rigid pavement dengan dukungan anggaran Rp23,9 miliar.

Pemerintah Provinsi Lampung menilai pembangunan jalan ini akan menjadi pengungkit terbentuknya ekosistem pariwisata terintegrasi di wilayah pesisir, sekaligus mendukung sektor perikanan, UMKM, ekonomi kreatif, hingga distribusi hasil bumi masyarakat.

“Percuma kalau jalan sudah bagus tetapi ekosistemnya tidak dibangun. Karena itu kita dorong agar investasi, ekonomi kreatif, budaya, dan sektor wisata tumbuh bersama,” ujar Gubernur.

Masyarakat pun menyambut positif pembangunan tersebut. Dan berharap akses yang semakin baik akan membuat kawasan wisata pesisir Lampung semakin ramai dikunjungi wisatawan dan membawa dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi warga.

Kini, jalur Bandar Lampung-Kiluan-Gigi Hiu perlahan berubah wajah. Dari perjalanan panjang dan melelahkan selama empat jam, akses menuju surga wisata pesisir Lampung kini semakin cepat, nyaman, dan menjanjikan masa depan baru bagi pariwisata daerah. (*)

Berita Terkait

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Tubaba Konsultasi Sarpras ke BNPB
Estafet Kepemimpinan Bergulir, Deswanto Resmi Jabat Plt Camat Pagar Dewa
Pipa JDU 900 Milimeter Rusak, Distribusi Air PDAM Bandar Lampung Terganggu
Sidak DPRD Bandar Lampung Ungkap Material Bekas di Proyek Trotoar Sultan Agung yang Ambrol
Bertemu Wamenpora Taufik Hidayat, Bupati Tubaba Dorong Penguatan Fasilitas dan Pembinaan Atlet Muda
Temui Wamenhub, Bupati Tubaba Usulkan Enam Bus Sekolah hingga Halte Sungai
Prabowo Naikkan Bonus Atlet Asian Games: Mendali Emas 3 Miliar
Perkuat Pencegahan Korupsi, Pemkab Tubaba Evaluasi Target Dokumen MCSP KPK
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:44 WIB

Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Tubaba Konsultasi Sarpras ke BNPB

Kamis, 10 September 2026 - 21:08 WIB

Pipa JDU 900 Milimeter Rusak, Distribusi Air PDAM Bandar Lampung Terganggu

Kamis, 10 September 2026 - 14:51 WIB

Sidak DPRD Bandar Lampung Ungkap Material Bekas di Proyek Trotoar Sultan Agung yang Ambrol

Rabu, 9 September 2026 - 20:55 WIB

Bertemu Wamenpora Taufik Hidayat, Bupati Tubaba Dorong Penguatan Fasilitas dan Pembinaan Atlet Muda

Rabu, 9 September 2026 - 20:39 WIB

Temui Wamenhub, Bupati Tubaba Usulkan Enam Bus Sekolah hingga Halte Sungai

Berita Terbaru