LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja yang menggembirakan.
Melalui berbagai program strategis di bidang penempatan, pelindungan, hingga pemberdayaan, BP3MI Lampung berhasil menjangkau ribuan masyarakat di seluruh Provinsi Lampung.
Mengutip dari laman resmi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, sepanjang 2025 BP3MI Lampung merealisasikan penempatan 2.603 pekerja migran Indonesia (PMI) asal Lampung ke berbagai negara tujuan.
Jepang menjadi negara favorit dengan 993 PMI, disusul Malaysia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, serta sejumlah negara lainnya. Tiga daerah penyumbang penempatan terbanyak berasal dari Kabupaten Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Lampung Selatan.
Di sisi pelindungan, BP3MI Lampung memfasilitasi pemulangan 152 PMI yang menghadapi berbagai persoalan, mulai dari repatriasi, deportasi, sakit, hingga meninggal dunia.
Selain itu, upaya pencegahan penempatan non-prosedural berhasil dilakukan terhadap 18 calon pekerja migran Indonesia (CPMI).
Pendampingan juga diberikan kepada 39 PMI bermasalah peserta BPJS Ketenagakerjaan, dengan total manfaat jaminan sosial yang disalurkan mencapai Rp1,1 miliar.
Sementara itu, layanan langsung kepada PMI terus diperkuat melalui Helpdesk BP3MI Lampung di Bandara Raden Inten II, yang sepanjang tahun melayani 1.448 PMI.
Dalam upaya pemberdayaan, BP3MI Lampung menyelenggarakan pelatihan ekonomi dan sosial bagi masing-masing 20 purna PMI dan keluarga, serta mendukung program KemenP2MI melalui dua Workshop Kewirausahaan dan satu program pengembangan usaha berbasis digital marketing.
Peningkatan kompetensi CPMI juga menjadi fokus utama. Sepanjang 2025, BP3MI Lampung menggelar pelatihan vokasi di bidang hospitality, plantation (kelapa sawit), serta pelatihan bahasa Cantonese, Mandarin, dan Inggris dengan total peserta sekitar 460 orang.
Program ini terlaksana berkat kolaborasi dengan Balai Pelatihan Pertanian Lampung, UPA Bahasa Universitas Lampung, dan UPTD BLK Bandar Lampung.
Pada ranah edukasi publik, BP3MI Lampung menggelar 63 kegiatan sosialisasi migrasi aman yang menjangkau sekitar 5.970 peserta di tingkat desa, SMK, hingga perguruan tinggi se-Lampung.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, PWNU, PWM Muhammadiyah Lampung, hingga komunitas mahasiswa.
Tak hanya itu, penguatan jejaring kerja sama turut menjadi perhatian. BP3MI Lampung mendukung penandatanganan nota kesepahaman (MoU) KP2MI dengan Universitas Lampung, Institut Teknologi Sumatera, Pemerintah Provinsi Lampung, serta Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.
Kolaborasi dengan Pemprov Lampung bahkan melahirkan kelas migran vokasi sebagai program pionir nasional yang diperkuat melalui inisiatif SMK Go Global.
Berbagai capaian tersebut menegaskan komitmen BP3MI Lampung dalam mendorong penempatan pekerja migran yang aman, prosedural, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan PMI beserta keluarganya. (*)
Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari









