Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan produksi pangan pada tahun 2026 guna menjaga swasembada pangan nasional.
Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional saat ini menempati peringkat keenam secara nasional dari sisi produksi.
Untuk tahun 2026, sejumlah langkah strategis akan terus dilanjutkan, di antaranya peningkatan luas tambah tanam padi, peningkatan produktivitas melalui dorongan indeks pertanaman, serta pelaksanaan program cetak sawah.
Kepala Dinas KPTPH Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, mengatakan produksi padi Gabah Kering Giling (GKG) di Lampung pada tahun 2025 mencapai sekitar 3,2 juta ton.
Angka tersebut mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang berada di kisaran 2,79 juta ton atau naik sekitar 400 ribu ton, setara dengan peningkatan sekitar 14 persen.
“Peningkatan produksi ini ditopang oleh bertambahnya luas tanam serta meningkatnya produktivitas di berbagai wilayah sentra padi di Lampung,” ujar Elvira, Kamis (8/1/2026)
Memasuki Januari 2026, lanjut Elvira, sebagian besar petani di Lampung telah melaksanakan panen. Hanya sebagian kecil wilayah yang belum panen, yakni di Kabupaten Lampung Tengah dan Kota Metro.
Sementara itu, di kabupaten lainnya petani sudah kembali melakukan penanaman dan saat ini berada pada fase standing crop, termasuk di Kabupaten Pesawaran.
Ia mencontohkan, di Kabupaten Pesawaran terdapat sekitar 60 hektare hamparan sawah di Desa Kutoarjo yang memanfaatkan pupuk organik cair atau pupuk hayati cair melalui program Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Program tersebut diarahkan untuk menghasilkan padi organik sekaligus meningkatkan kualitas produksi pertanian.
Selain padi, Elvira menambahkan, produksi jagung di Lampung sepanjang 2025 juga mengalami peningkatan.
Hal ini dipengaruhi oleh alih komoditas sebagian petani dari singkong ke jagung, meskipun alih tanam terbesar tetap terjadi pada komoditas padi.
“Untuk tahun 2026, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen melanjutkan dan memperkuat berbagai program strategis agar Lampung terus berkontribusi menjaga ketahanan dan swasembada pangan nasional,” pungkas Elvira. (*)









