LampungCorner.com, PESAWARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui Apel Siaga Bencana yang digelar dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Lapangan Pemkab setempat, Kamis (30/4/2026).
Mengusung tema “Siap Untuk Selamat, Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”, peringatan HKB tahun ini menjadi ajakan terbuka bagi seluruh elemen mulai dari masyarakat, komunitas, dunia usaha, akademisi, media hingga pemerintah untuk terlibat aktif dalam membangun budaya siaga bencana.
Wakil Bupati (Wabup) Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, yang bertindak sebagai Pembina Apel, membacakan amanat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto.
Dalam pesannya ditegaskan bahwa HKB merupakan momentum penting yang menandai lahirnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana sebuah tonggak perubahan dari pola penanganan reaktif menuju pendekatan preventif berbasis risiko.
“Tahun 2026 juga menandai satu dekade gerakan HKB sejak pertama kali dicanangkan pada 2016. Upaya kolektif yang telah dilakukan terbukti mampu menekan risiko bencana, baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian material,” ujarnya.
BNPB juga mengingatkan meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, sebagai dampak perubahan iklim. Rentetan peristiwa yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera sepanjang 2025 menjadi alarm keras bahwa kesiapsiagaan harus terus diperkuat di semua lini.
Untuk itu, sejumlah langkah strategis ditekankan, mulai dari penerapan penanggulangan bencana berbasis risiko, penguatan sistem peringatan dini, penentuan jalur dan titik evakuasi yang jelas, hingga kesiapan personel dan logistik di lapangan.
Wabup Antonius turut menegaskan pentingnya latihan dan simulasi kebencanaan secara rutin dan terukur. Ia juga menekankan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix harus berjalan efektif tanpa ego sektoral, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Kelompok rentan harus menjadi perhatian utama. Seluruh lapisan masyarakat juga perlu terus meningkatkan kapasitas dan pemahaman kesiapsiagaan, baik di tingkat individu, keluarga, maupun lingkungan strategis,” tegasnya.
Apel siaga ini turut dirangkaikan dengan gelar peralatan penanggulangan bencana, meliputi pemeriksaan kendaraan operasional, perlengkapan evakuasi, serta kesiapan logistik kebencanaan. (*)
Editor: Furkon Ari










