Viral Keributan di Bendungan Way Rarem, Bupati Hamartoni dan Dandim Turun Langsung Mediasi Damai

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lampura Hamartoni Ahadis bersama Komandan Kodim 0412/Lampura Letkol Roni Faturohman turun langsung memfasilitasi mediasi damai antara kedua belah pihak.

Bupati Lampura Hamartoni Ahadis bersama Komandan Kodim 0412/Lampura Letkol Roni Faturohman turun langsung memfasilitasi mediasi damai antara kedua belah pihak.

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Video keributan yang melibatkan sejumlah anggota TNI dan pemuda Desa Pekurun, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), viral di media sosial dan menyita perhatian publik. Insiden yang terjadi di kawasan Bendungan Way Rarem pada Kamis (4/6/2026) itu terekam dalam sejumlah video yang memperlihatkan aksi saling pukul dan kejar-kejaran sebelum akhirnya beredar luas di berbagai platform digital.

Akibat kejadian tersebut, delapan remaja warga Desa Pekurun dilaporkan mengalami luka ringan di bagian kepala. Seluruh korban langsung mendapatkan penanganan medis di RSUD Ryacudu Kotabumi guna memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terpantau.

Meski sempat memicu ketegangan, konflik yang diduga berawal dari kesalahpahaman itu berhasil diredam dalam waktu singkat. Pada Kamis malam, Bupati Lampura Hamartoni Ahadis bersama Komandan Kodim 0412/Lampura Letkol Roni Faturohman turun langsung memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak.

Langkah cepat pemerintah daerah bersama jajaran TNI tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya konflik di tengah derasnya arus informasi dan berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah personel TNI saat itu berada di kawasan Bendungan Way Rarem dalam rangka persiapan penguatan satuan Brigade Infanteri yang akan bertugas di wilayah tersebut. Selain itu, mereka juga melakukan kegiatan pembersihan tanaman eceng gondok di area bendungan.

Baca Juga :  Misteri Kebakaran RSUD Ryacudu Kotabumi, Gudang Terbakar Ternyata Tak Dialiri Listrik

Peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WIB ketika seorang pemuda melintas menggunakan sepeda motor dengan suara knalpot yang cukup nyaring. Teguran yang diberikan oleh personel di lokasi diduga memicu kesalahpahaman hingga berkembang menjadi perselisihan fisik.

Menyadari situasi yang berpotensi meluas, pemerintah daerah bersama jajaran TNI dan Forkopimda segera membuka ruang dialog. Mediasi yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu dihadiri perwakilan Korem 043/Gatam, Forkopimda Lampung Utara, kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, keluarga korban, serta perwakilan kedua belah pihak.

Dalam musyawarah tersebut, seluruh pihak sepakat mengedepankan penyelesaian secara damai dan menahan diri dari tindakan yang dapat memperkeruh suasana.

Sejumlah kesepakatan pun dicapai, di antaranya komitmen untuk mengawal proses pengobatan para pemuda yang mengalami luka serta menyelesaikan persoalan melalui mekanisme musyawarah adat dan pendekatan kekeluargaan.

Bupati Lampura Hamartoni Ahadis menegaskan bahwa menjaga kondusivitas daerah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, setiap persoalan harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, bukan dengan tindakan yang berpotensi memicu konflik berkepanjangan.

Baca Juga :  Kontrak Pasar Dekon Ternyata hingga 2027, PT Lingga Klaim Bisa Rampung Desember 2026

Sementara itu, salah satu tetua di Desa Pekurun, Hanafi bergelar Tuan Suttan Rajo Pengeran, menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Menurutnya, Bendungan Way Rarem selama ini menjadi ruang publik yang sering dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul dan bersantai bersama keluarga.

Ia berharap setiap persoalan yang melibatkan masyarakat dapat diselesaikan secara persuasif melalui komunikasi yang baik.

“Kalau ada hal yang dianggap kurang tepat dari masyarakat, sebaiknya diselesaikan dengan pendekatan dialog dan pembinaan, bukan tindakan yang berujung pada kekerasan,” ujar Hanafi dalam pernyataan resminya, Jumat (5/6/2026).

Pasca mediasi, situasi di Desa Pekurun dilaporkan kembali kondusif. Kesepakatan damai yang dicapai menjadi bukti bahwa penyelesaian melalui musyawarah masih menjadi jalan terbaik dalam menjaga hubungan harmonis antara masyarakat dan aparat.

Masyarakat pun berharap peristiwa serupa tidak kembali terulang sehingga Bendungan Way Rarem tetap menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan menjadi simbol kebersamaan warga Lampura. (*)

Berita Terkait

Kejari Lampura Musnahkan Barang Bukti 42 Perkara, Ada Sabu dan Senpi Rakitan
Gubernur Mirza dan Bupati Hamartoni Cek Jalan Lampura, Rp76 Miliar Disiapkan Lewat Inpres
60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak
Gerobak Listrik Rp2,8 Miliar Jadi Temuan BPK, Vendor yang Sama Kembali Dapat Kontrak 2026
Usai Diperiksa 11 Jam, Sekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Digiring ke Rutan Polda Lampung
KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus HGB Bogor, 4 Diduga Orang Kepercayaan Menteri ATR/BPN
Sinyal Terakhir 5 Jurnalis, 2 ABK dan 1 Pemandu yang Hilang di Selat Sunda Terdeteksi di Pulau Sebesi
98 Kepala Sekolah SMA, SMK dan SLB di Lampung Berganti, Ini Daftar Lengkapnya
Berita ini 127 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 11:46 WIB

Kejari Lampura Musnahkan Barang Bukti 42 Perkara, Ada Sabu dan Senpi Rakitan

Selasa, 29 September 2026 - 09:16 WIB

Gubernur Mirza dan Bupati Hamartoni Cek Jalan Lampura, Rp76 Miliar Disiapkan Lewat Inpres

Jumat, 25 September 2026 - 21:00 WIB

60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak

Senin, 21 September 2026 - 21:32 WIB

Gerobak Listrik Rp2,8 Miliar Jadi Temuan BPK, Vendor yang Sama Kembali Dapat Kontrak 2026

Jumat, 18 September 2026 - 21:21 WIB

Usai Diperiksa 11 Jam, Sekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Digiring ke Rutan Polda Lampung

Berita Terbaru

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Fraksi Partai Gerindra, Asroni Paslah.

BANDAR LAMPUNG

Pancasila Jangan Berhenti di Dinding Kantor

Kamis, 1 Okt 2026 - 15:26 WIB

LC TV Story

Komisi III DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Calon Kapolri

Kamis, 1 Okt 2026 - 12:50 WIB