LampungCorner.com, ABUNG SELATAN – Hari pertama pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 tingkat Kabupaten Lampung Utara (Lampura) tidak hanya berlangsung meriah dengan nuansa syiar Islam, tetapi juga membawa dampak langsung bagi masyarakat melalui pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampura. Ratusan kilogram kebutuhan pokok yang dijual di bawah harga pasar ludes diserbu warga sejak hari pertama.
Bupati Lampura Hamartoni Ahadis, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Intji Indriati serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), meninjau langsung pelaksanaan pasar murah di Lapangan Bandar Kagungan Raya, Kecamatan Abung Selatan, Senin (20/7/2026). Lokasi tersebut berada tepat di depan Pondok Pesantren Wali Songo yang menjadi pusat penyelenggaraan MTQ ke-45.
Peninjauan itu menegaskan bahwa pasar murah bukan sekadar agenda pendamping MTQ, melainkan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan inflasi di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama pelaksanaan MTQ.
Di sela kunjungannya, Hamartoni menyapa warga yang mengantre membeli sembako serta berdialog dengan distributor pangan dan pelaku UMKM yang membuka stan di kawasan tersebut.
Selain pasar murah, Pemkab Lampura juga menghadirkan pameran produk UMKM pangan dan berbagai hiburan rakyat, termasuk komedi putar yang semakin memeriahkan kawasan Abung Selatan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Lampura, Hendri, mengatakan pasar murah merupakan bentuk intervensi pemerintah agar masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ.
“Melalui pasar murah ini kami ingin membantu masyarakat memperoleh sembako dengan harga lebih rendah dari pasaran. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus mendukung pelaksanaan MTQ ke-45,” ujar Hendri.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Dinas Perdagangan menggandeng Bulog, distributor pangan, perusahaan swasta, serta sejumlah OPD dalam menyediakan berbagai komoditas, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur, mi instan, sabun kebutuhan rumah tangga, hingga sayuran segar.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari cepat habisnya berbagai komoditas. Sebanyak 60 sak beras Bulog kemasan lima kilogram terjual habis dengan harga Rp58 ribu per sak. Minyakita dijual Rp15.500 per liter, sementara 240 kilogram gula pasir juga ludes dibeli warga seharga Rp16.500 per kilogram.
Komoditas telur menjadi yang paling diminati. Lebih dari 400 kilogram telur dari dua distributor habis terjual dengan harga Rp25 ribu per kilogram. Mi instan, sabun rumah tangga, hingga aneka sayuran segar yang disediakan Dinas Ketahanan Pangan pun tak luput dari serbuan pembeli.
Wati (45), warga Semuli Jaya, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk memanfaatkan pasar murah sekaligus menikmati kemeriahan MTQ.
“Ramai sekali. Kami bisa belanja lebih murah, sekaligus menikmati MTQ dan hiburan untuk anak-anak. Ekonomi di sini jadi hidup,” katanya.
Hal senada disampaikan Juriah (46). Menurutnya, pasar murah sangat membantu masyarakat, terutama ketika harga kebutuhan pokok masih berfluktuasi.
“Harga telur Rp25 ribu per kilogram, gula juga lebih murah. Semoga kegiatan seperti ini lebih sering diadakan karena sangat membantu warga,” ujarnya.
Tak hanya pasar murah, stan-stan UMKM binaan pemerintah daerah juga dipadati pengunjung. Beragam produk makanan ringan, olahan pangan lokal, hingga hasil pertanian masyarakat menjadi daya tarik tersendiri selama pelaksanaan MTQ.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemkab Lampura berharap MTQ ke-45 tidak hanya menjadi ajang memperkuat syiar Islam, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.
Kehadiran pasar murah, pameran UMKM, dan hiburan rakyat diharapkan dapat meningkatkan perputaran ekonomi sekaligus menjaga daya beli masyarakat selama MTQ berlangsung hingga 24 Juli 2026. (*)
















