JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan penutupan 700 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merugi hingga Desember 2026.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah merampingkan perusahaan pelat merah dan meningkatkan efisiensi.
Target itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
“Sampai Desember yang akan datang, sasaran kita 700 (BUMN) akan kita tutup,” ujar Prabowo.
Prabowo menjelaskan, pemerintah telah melakukan konsolidasi dan perampingan terhadap sejumlah BUMN.
Dari sebelumnya berjumlah 1.074 perusahaan, jumlah tersebut kini disebut telah berkurang menjadi sekitar 360 hingga 364 perusahaan.
“Kita bertekad sekarang untuk efisiensi. Dari 1.074 BUMN, kita sudah konsolidasi, sudah tutup, sudah streamlining. Kita sudah kurang lebih 360, 364, ya, sampai tadi malam,” jelasnya.
Selain menutup perusahaan yang terus merugi, Prabowo mengklaim pemerintah juga berhasil membalikkan kinerja sejumlah BUMN yang sebelumnya mencatat kerugian menjadi perusahaan yang menghasilkan keuntungan.
Menurut dia, peningkatan keuntungan perusahaan tersebut bervariasi, mulai dari 200 persen hingga 900 persen.
“Dalam 2 tahun kita bekerja sudah kita buktikan BUMN-BUMN yang rugi terus kita tutup. Yang tadinya tidak bisa untung, sekarang sudah untung. Ada yang untung 900 persen, ada yang 200 persen, ada yang 300 persen. Kita bertekad sekarang untuk efisiensi,” ungkapnya.
Prabowo menegaskan, pemerintah akan memusatkan perhatian pada BUMN yang mampu memberikan keuntungan dan manfaat bagi masyarakat.
Kebijakan perampingan tersebut diharapkan dapat membuat pengelolaan perusahaan negara lebih efisien, sekaligus memastikan keberadaan BUMN memberikan nilai tambah bagi rakyat. (*)















