Prabowo Targetkan 700 BUMN Merugi Ditutup hingga Desember 2026

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan penutupan 700 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merugi hingga Desember 2026.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah merampingkan perusahaan pelat merah dan meningkatkan efisiensi.

Target itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

“Sampai Desember yang akan datang, sasaran kita 700 (BUMN) akan kita tutup,” ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan, pemerintah telah melakukan konsolidasi dan perampingan terhadap sejumlah BUMN.

Dari sebelumnya berjumlah 1.074 perusahaan, jumlah tersebut kini disebut telah berkurang menjadi sekitar 360 hingga 364 perusahaan.

Baca Juga :  Warga Bandar Lampung Wajib Tahu, Ini Tanda Pohon Rawan Tumbang dan Cara Melaporkannya

“Kita bertekad sekarang untuk efisiensi. Dari 1.074 BUMN, kita sudah konsolidasi, sudah tutup, sudah streamlining. Kita sudah kurang lebih 360, 364, ya, sampai tadi malam,” jelasnya.

Selain menutup perusahaan yang terus merugi, Prabowo mengklaim pemerintah juga berhasil membalikkan kinerja sejumlah BUMN yang sebelumnya mencatat kerugian menjadi perusahaan yang menghasilkan keuntungan.

Menurut dia, peningkatan keuntungan perusahaan tersebut bervariasi, mulai dari 200 persen hingga 900 persen.

Baca Juga :  Pesan Tegas Prabowo ke Prajurit TNI: Jiwa dan Ragamu Bukan Milikmu Lagi

“Dalam 2 tahun kita bekerja sudah kita buktikan BUMN-BUMN yang rugi terus kita tutup. Yang tadinya tidak bisa untung, sekarang sudah untung. Ada yang untung 900 persen, ada yang 200 persen, ada yang 300 persen. Kita bertekad sekarang untuk efisiensi,” ungkapnya.

Prabowo menegaskan, pemerintah akan memusatkan perhatian pada BUMN yang mampu memberikan keuntungan dan manfaat bagi masyarakat.

Kebijakan perampingan tersebut diharapkan dapat membuat pengelolaan perusahaan negara lebih efisien, sekaligus memastikan keberadaan BUMN memberikan nilai tambah bagi rakyat. (*)

Berita Terkait

Prabowo Janji Dana Daerah Bakal Lebih Besar, Bupati dan Gubernur Tak Perlu Khawatir
Prabowo Siapkan Rp 400 Triliun untuk 28 Juta Keluarga, Petani hingga Nelayan Jadi Sasaran
Prabowo Respons Downgrade MSCI, Tegaskan Indonesia Tak Gentar
Prabowo Akan Cabut Izin Perusahaan Pelaku Karhutla, Sebut Pembakaran sebagai Terorisme Lingkungan
Prabowo Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih, Sebut Hasil Kerja Menteri Membanggakan
Menkomdigi Tegaskan Tak Batasi Informasi Karhutla di Medsos
Warga Bandar Lampung Wajib Tahu, Ini Tanda Pohon Rawan Tumbang dan Cara Melaporkannya
KMP Batumandi Terbakar di Merak, ASDP: Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Prabowo Targetkan 700 BUMN Merugi Ditutup hingga Desember 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Prabowo Janji Dana Daerah Bakal Lebih Besar, Bupati dan Gubernur Tak Perlu Khawatir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Prabowo Respons Downgrade MSCI, Tegaskan Indonesia Tak Gentar

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Prabowo Akan Cabut Izin Perusahaan Pelaku Karhutla, Sebut Pembakaran sebagai Terorisme Lingkungan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Prabowo Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih, Sebut Hasil Kerja Menteri Membanggakan

Berita Terbaru

LC TV Story

Prabowo Targetkan 700 BUMN Merugi Ditutup hingga Desember 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:28 WIB