LampungCorner.com, JAKARTA – PTPN I bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung sepakat memperkuat kolaborasi di bidang komunikasi dan pemberitaan sebagai langkah strategis untuk membangun citra perusahaan sekaligus meningkatkan daya saing produk di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, dengan Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah beserta jajaran pengurus di Ruang Rapat Mess PTPN I, Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Dalam pertemuan itu, Aris Handoyo menegaskan bahwa produk-produk PTPN I memiliki kualitas yang mampu bersaing, bahkan dinilai lebih unggul dibandingkan banyak produk swasta.
Namun, menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada kualitas, melainkan bagaimana memperkuat branding dan strategi komunikasi kepada masyarakat.
“Kami ingin branding perusahaan dan produk semakin kuat. Produk PTPN I memiliki kualitas yang sangat baik, tetapi masih kalah dari sisi promosi. Melalui kolaborasi ini kami berharap publik semakin mengenal dan memilih produk PTPN I,” ujar Aris.
Ia menambahkan, kerja sama dengan PWI tidak hanya bertujuan memperluas publikasi, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama agar informasi perusahaan dapat disajikan secara lebih menarik, akurat, dan memberikan dampak positif bagi perusahaan maupun masyarakat.
Sementara itu, Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah menekankan bahwa pemberitaan yang berkualitas harus dibangun dari data yang akurat, pemilihan sudut pandang yang tepat, serta penggunaan diksi yang kuat.
Menurutnya, di era digital, media dituntut mampu menyajikan informasi secara cepat dan menarik tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip jurnalistik.
“Kolaborasi ini bukan sekadar membangun publikasi. PWI dapat memahami lebih dalam dunia industri perkebunan, sementara PTPN I semakin kuat dalam mengemas informasi yang menarik dan bernilai bagi publik,” kata Wira sapaan akrab Wirahadikusumah.
Melalui sinergi tersebut, PTPN I dan PWI Lampung berkomitmen menghadirkan pemberitaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mengangkat berbagai keunggulan produk BUMN, kontribusinya terhadap petani, serta perannya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk dalam negeri. (*)
Editor: Furkon Ari















