Harga Sayuran, Telur, Beras hingga Ayam Melonjak, Pedagang Pasar Keluhkan Daya Beli Warga Merosot

- Jurnalis

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pedagang ayam dan sayuran di Pasar Sentral Kotabumi, Minggu (19/7/2026).

Pedagang ayam dan sayuran di Pasar Sentral Kotabumi, Minggu (19/7/2026).

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali bergulir seiring dimulainya tahun ajaran baru. Dampaknya langsung terasa di Pasar Sentral Kotabumi, Lampung Utara (Lampura). Sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga cukup signifikan. Namun, di balik lonjakan harga tersebut, para pedagang justru mengeluhkan menurunnya daya beli masyarakat yang berimbas pada merosotnya omzet penjualan.

Pantauan di Pasar Sentral Kotabumi, Minggu (19/7/2026), menunjukkan harga berbagai komoditas hortikultura naik cukup tajam. Harga wortel meningkat dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram. Timun melonjak lebih dari tiga kali lipat, dari Rp6 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram. Sementara harga buncis juga naik dua kali lipat, dari Rp10 ribu menjadi Rp20 ribu per kilogram.

Kenaikan turut terjadi pada sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Harga bawang putih naik dari Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah masih bertahan di kisaran Rp40 ribu per kilogram. Harga telur ayam yang sebelumnya sempat turun hingga Rp25 ribu per kilogram kini kembali naik menjadi sekitar Rp28 ribu per kilogram.

Beras premium pun mulai mengalami penyesuaian harga. Beras premium merek Udang SJ yang sebelumnya dijual Rp76 ribu per kemasan 5 kilogram kini menjadi Rp78 ribu. Secara umum, harga beras premium kemasan 5 kilogram mengalami kenaikan sekitar Rp2000 dan kemasan 10 kilogram naik hingga Rp4000. Sementara itu, harga daging ayam potong juga ikut naik sekitar Rp4 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Usai Diperiksa 11 Jam, Sekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Digiring ke Rutan Polda Lampung

Mardalena, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Sentral Kotabumi, mengatakan kenaikan harga mulai terasa sejak Program MBG kembali dilaksanakan di sekolah-sekolah. Menurutnya, meningkatnya kebutuhan bahan pangan mendorong kenaikan harga di tingkat pedagang.

“Yang naik itu wortel, timun, buncis, bawang putih sampai telur dan daging ayam potong. Sejak MBG mulai lagi, permintaan meningkat dan harga ikut naik,” kata Mardalena.

Meski demikian, kenaikan harga tersebut tidak diiringi peningkatan pendapatan pedagang. Sebaliknya, jumlah pembeli eceran di pasar tradisional justru menurun karena masyarakat memilih mengurangi belanja akibat harga yang semakin tinggi.

“Pembeli sekarang sepi. Daya beli masyarakat turun karena harga naik. Kami justru tidak menikmati kenaikan harga itu,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Wati, pedagang sayuran lainnya. Ia mengaku keuntungan yang diperoleh merosot drastis sejak program MBG kembali berjalan.

Dengan modal berjualan sekitar Rp500 ribu per hari, Wati kini hanya mampu meraih keuntungan sekitar Rp50 ribu hingga Rp75 ribu per hari. Jumlah tersebut masih harus dipotong biaya operasional seperti uang salar, kebersihan, dan pungutan lainnya sekitar Rp7 ribu. Padahal, saat program MBG belum berjalan atau selama masa libur sekolah, keuntungan hariannya bisa mencapai sekitar Rp250 ribu.

Baca Juga :  Kejari Lampura Musnahkan Barang Bukti 42 Perkara, Ada Sabu dan Senpi Rakitan

“Dulu saat MBG libur, keuntungan bisa sampai Rp250 ribu sehari. Sekarang paling Rp50 ribu sampai Rp75 ribu. Pembeli eceran jauh berkurang. Belum lagi dipotong uang salar, kebersihan dan lain-lain,” kata Wati.

Menurut para pedagang, meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk program MBG memang mendorong permintaan dalam jumlah besar. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis menguntungkan pedagang pasar tradisional karena sebagian besar transaksi dilakukan melalui pemasok atau pembelian dalam skala besar. Sementara itu, konsumen rumah tangga justru mengurangi belanja akibat kenaikan harga.

Para pedagang berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok agar daya beli masyarakat kembali pulih. Mereka meyakini pasar tradisional akan kembali ramai apabila harga pangan berada pada tingkat yang lebih terjangkau.

“Kami berharap harga kembali normal supaya masyarakat mau belanja lagi dan perdagangan di pasar bisa hidup,” tutup Mardalena. (*)

Berita Terkait

BKPSDM Lampura Pastikan Tiga ASN Terpidana Korupsi Wajib PTDH, UPS Harus Dikembalikan
Transparansi Seleksi JPTP Lampura Dipertanyakan, Hasil Tiga Besar Masih Jadi Misteri
Baru Dilantik, 10 Pejabat Lampura Langsung Dikejar Target
Seleksi Terbuka JPTP Lampura Masuk Tiga Besar, Nama dan Nilai Peserta Masih Dirahasiakan
Lampung Rebut Juara 1 Newsroom Timnas
Kejari Lampura Musnahkan Barang Bukti 42 Perkara, Ada Sabu dan Senpi Rakitan
Gubernur Mirza dan Bupati Hamartoni Cek Jalan Lampura, Rp76 Miliar Disiapkan Lewat Inpres
60 ASN Berebut 11 Kursi JPTP Lampura, Berikut Nama dan Jabatan dengan Pelamar Terbanyak
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:41 WIB

BKPSDM Lampura Pastikan Tiga ASN Terpidana Korupsi Wajib PTDH, UPS Harus Dikembalikan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:57 WIB

Transparansi Seleksi JPTP Lampura Dipertanyakan, Hasil Tiga Besar Masih Jadi Misteri

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Baru Dilantik, 10 Pejabat Lampura Langsung Dikejar Target

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Seleksi Terbuka JPTP Lampura Masuk Tiga Besar, Nama dan Nilai Peserta Masih Dirahasiakan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Lampung Rebut Juara 1 Newsroom Timnas

Berita Terbaru

LC TV Story

Prabowo Targetkan 700 BUMN Merugi Ditutup hingga Desember 2026

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:28 WIB