Lampungcorner.com – Menjaga keseimbangan skin microbiome menjadi salah satu kunci penting dalam mempertahankan kesehatan kulit. Hal ini terungkap dalam jurnal Skin Research and Technology edisi 16 April 2026.
Dalam ulasan berjudul Cosmetic Interventions for Skin Microbiome Modulation: Current Strategies and Future Directions, peneliti menjelaskan bahwa skin microbiome merupakan kumpulan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus yang hidup secara alami di permukaan kulit.
Dalam kondisi seimbang, mikroorganisme ini berperan penting dalam menjaga fungsi pelindung kulit (skin barrier), mempertahankan kelembapan, menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya, serta mendukung sistem kekebalan kulit.
Namun, keseimbangan tersebut dapat terganggu oleh berbagai faktor. Di antaranya penggunaan produk perawatan yang terlalu keras, kebiasaan mencuci wajah berlebihan, paparan polusi, hingga penggunaan antibiotik yang tidak tepat.
Ketidakseimbangan atau dysbiosis ini dikaitkan dengan meningkatnya risiko masalah kulit, seperti jerawat, dermatitis atopik (eksim), rosacea, hingga kulit sensitif.
Peneliti juga menyoroti perkembangan produk microbiome-friendly, yaitu produk perawatan kulit yang dirancang untuk menjaga keseimbangan mikroorganisme alami tanpa merusaknya. Meski dinilai menjanjikan, bukti klinis jangka panjang terkait efektivitasnya masih terus diteliti.
Sebagai langkah sederhana, masyarakat disarankan menggunakan pembersih wajah yang lembut, menghindari eksfoliasi berlebihan, memakai pelembap sesuai jenis kulit, serta tidak terlalu sering berganti produk skincare tanpa alasan yang jelas.
Menjaga keseimbangan mikrobiota kulit dinilai penting untuk mempertahankan fungsi pelindung kulit sekaligus mencegah berbagai gangguan kulit. (*)
















