Lampungcorner.com – Pistachio kian populer sebagai camilan sehat di tengah masyarakat.
Kacang berwarna hijau khas ini tak hanya digemari karena rasanya yang gurih dan renyah, tetapi juga karena kandungan gizinya yang dinilai lengkap.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 27 Mei 2026 dalam jurnal Food Science & Nutrition mengungkapkan bahwa pistachio mengandung protein, serat, lemak tak jenuh, vitamin, mineral, serta senyawa antioksidan yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh.
Dengan profil gizi tersebut, pistachio dinilai layak menjadi bagian dari pola makan sehat.
Belakangan, pistachio semakin banyak digunakan dalam berbagai olahan makanan, mulai dari es krim, cokelat, kue, hingga minuman. Popularitasnya pun terus meningkat seiring tren gaya hidup sehat.
Di balik tren tersebut, pistachio menyimpan beragam manfaat. Kandungan protein nabatinya berperan dalam membantu pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh.
Sementara itu, seratnya membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama.
Tak hanya itu, pistachio juga kaya akan lemak tak jenuh yang lebih baik bagi kesehatan jantung dibandingkan lemak jenuh.
Konsumsi lemak jenis ini dalam jumlah seimbang dapat membantu menjaga kadar kolesterol tetap normal.
Dari sisi mikronutrien, pistachio mengandung vitamin B6, vitamin E, kalium, magnesium, fosfor, hingga zat besi.
Nutrisi tersebut berperan dalam menjaga fungsi saraf, kesehatan otot, serta membantu pembentukan sel darah merah.
Keunggulan lain pistachio terletak pada kandungan antioksidannya, seperti lutein, zeaxanthin, dan polifenol. Senyawa ini diketahui mampu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, sekaligus mendukung kesehatan mata dan membantu mengurangi stres oksidatif yang berkaitan dengan berbagai penyakit kronis.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa konsumsi pistachio tetap perlu dibatasi.
Kacang ini mengandung kalori yang cukup tinggi, sehingga asupannya harus disesuaikan dengan kebutuhan energi harian. Konsumsi berlebihan berpotensi meningkatkan asupan kalori dan memengaruhi berat badan.
Selain itu, masyarakat disarankan memilih pistachio tanpa tambahan garam atau gula agar manfaat gizinya tetap optimal.
Pistachio tawar dapat dijadikan camilan sehat maupun tambahan dalam salad, oatmeal, yogurt, dan berbagai hidangan lainnya.
Penelitian terkait manfaat pistachio juga terus berkembang. Salah satunya adalah uji klinis yang dipublikasikan pada 15 April 2026 di jurnal Contemporary Clinical Trials, yang tengah mengevaluasi pengaruh konsumsi pistachio terhadap fungsi kognitif, kesehatan jantung, dan kualitas hidup pada kelompok lanjut usia.
Meski hasil penelitian menunjukkan potensi yang menjanjikan, para ahli menegaskan bahwa tidak ada satu jenis makanan yang dapat memberikan manfaat kesehatan secara instan.
Pola makan seimbang, aktivitas fisik, serta gaya hidup sehat tetap menjadi kunci utama menjaga kesehatan tubuh. (*)
















