Petani Kakao dan Lada Pesawaran Dibina Badan Riset Prancis, Siap Tembus Pasar Ekspor

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LampungCorner.com, PESAWARAN – Upaya mengembalikan kejayaan komoditas kakao dan lada hitam Lampung mulai digencarkan di Kabupaten Pesawaran. Inisiasi yang digagas Anggota DPRD Pesawaran, Harno Irawan bersama PT Klumbayan Gold Farm (KGF), dengan menggandeng badan riset asal Prancis, membuka peluang besar bagi petani lokal untuk menembus pasar internasional.

Program pendampingan tersebut menyasar para petani kakao dan lada hitam di Desa Sinar Harapan, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran. Fokus utamanya ialah memberikan pendampingan teknis secara langsung agar kualitas dan produktivitas hasil perkebunan mampu memenuhi standar ekspor global.

“Benar, kami kedatangan tamu Mr Cristian dan Mr Bravin dari Prancis. Menurut pandangan mereka, potensi komoditas kakao dan lada di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pesawaran, tidak kalah dengan hasil perkebunan di Eropa,” ujar Harno Irawan.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran itu menilai, potensi perkebunan kakao dan lada hitam di Pesawaran masih sangat besar untuk dikembangkan menjadi produk premium berdaya saing tinggi. Terlebih, Provinsi Lampung pernah berada di posisi keempat penghasil kakao dan lada hitam terbesar secara nasional.

Baca Juga :  SPPG Binong Way Layap Diresmikan, Libatkan UMKM hingga Petani Lokal

Menurutnya, langkah strategis tersebut menjadi bagian dari upaya nyata membangkitkan kembali kejayaan lada hitam dan kakao Lampung, khususnya di Pesawaran, di tengah tantangan penurunan produktivitas akibat serangan hama, penuaan tanaman, hingga perubahan iklim.

“Lada hitam Lampung memiliki ciri khas aroma yang berbeda dibanding lada dari daerah lain. Harapan besar kami, para petani bisa mengembalikan kejayaan kakao dan lada hitam Lampung melalui hilirisasi dan budidaya yang lebih baik,” tambahnya.

Harno juga mengungkapkan, hasil diskusi bersama badan riset asal Prancis menunjukkan bahwa pengelolaan kakao dengan standar ekspor dapat dilakukan melalui proses fermentasi. Metode ini dinilai mampu meningkatkan nilai jual komoditas secara signifikan dibanding penjualan secara konvensional.

Baca Juga :  DPLH Pesawaran Tegaskan Izin Lingkungan PT Yudistira Masih Berlaku

“Kalau dijual secara biasa, harga kakao hanya sekitar Rp40 ribu per kilogram. Namun jika difermentasi, harga pasarnya bisa mencapai kurang lebih Rp100 ribu per kilogram,” jelasnya.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi multisektor, terutama dukungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam memberikan pendampingan, fasilitas, hingga kepastian serapan pasar dengan harga yang adil bagi petani yang menerapkan budidaya berkelanjutan.

“Harapan kami pemerintah daerah harus peka terhadap perekonomian masyarakat. Kami akan terus mendorong inovasi-inovasi ini segera diterapkan, terutama dalam pengelolaan hasil panen, agar perkebunan kita bisa go internasional dengan standar kualitas premium yang siap diserap pasar ekspor,” tandasnya. (*)

Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

DPLH Pesawaran Tegaskan Izin Lingkungan PT Yudistira Masih Berlaku
35 Hari Penuh Gotong Royong, Jembatan Garuda Akhirnya Hubungkan Harapan Warga Way Semah
SPPG Binong Way Layap Diresmikan, Libatkan UMKM hingga Petani Lokal
Tokoh Adat Soroti Dampak Tambang PT Yudistira: Lingkungan Rusak, CSR Dinilai Nihil
Apel Siaga HKB 2026, Wabup Pesawaran Tekankan Kolaborasi dan Mitigasi Risiko
Pertumbuhan Ekonomi Pesawaran Capai 5,38 Persen, Musrenbang Siapkan Arah Pembangunan 2027
Siap Amankan Mudik Lebaran 2026, Bupati Nanda Hadiri Rakor Lintas Sektoral di Polda Lampung
Safari Ramadan di Gerning, Bupati Nanda Serap Aspirasi dan Dorong Perbaikan Infrastruktur
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:15 WIB

DPLH Pesawaran Tegaskan Izin Lingkungan PT Yudistira Masih Berlaku

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:53 WIB

35 Hari Penuh Gotong Royong, Jembatan Garuda Akhirnya Hubungkan Harapan Warga Way Semah

Senin, 25 Mei 2026 - 20:17 WIB

SPPG Binong Way Layap Diresmikan, Libatkan UMKM hingga Petani Lokal

Senin, 25 Mei 2026 - 13:48 WIB

Tokoh Adat Soroti Dampak Tambang PT Yudistira: Lingkungan Rusak, CSR Dinilai Nihil

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:28 WIB

Petani Kakao dan Lada Pesawaran Dibina Badan Riset Prancis, Siap Tembus Pasar Ekspor

Berita Terbaru

Sekertaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Muhammad Ghofur
Foto: Farida Nurazizah

PEMERINTAHAN

Tarif Tol Naik, Komisi IV DPRD Lampung Jadwalkan RDP

Jumat, 3 Jul 2026 - 17:56 WIB