Polda Lampung Sampaikan Kasus Kematian Mahasiswa Unila, Terdapat Tumor Otak di Kepala

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Polda Lampung akhirnya mengungkap hasil pemeriksaan ekshumasi terhadap jenazah Pratama Wijaya Kusuma, mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Mahasiswa Pecinta Alam (Mahapel) Unila.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim forensik RS Bhayangkara, diketahui penyebab paling signifikan kematian Pratama adalah tumor otak jenis Oligodendroglioma, yakni salah satu jenis tumor otak primer langka yang tumbuh di dalam sel saraf otak.

“Jadi untuk permintaan ekshumasi yang kami lakukan bersama tim, hasil paling signifikan untuk penyebab kematian almarhum itu adalah tumor di otak,” ujar Dokter Forensik RS Bhayangkara, dr. I Putu Suwartama Wiguna, dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, Selasa (07/10/2025).

Baca Juga :  HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Tekankan Peran Purnawirawan Jaga Kondusivitas

dr. Putu menjelaskan, tumor tersebut tidak terbentuk secara tiba-tiba ataupun akibat trauma fisik.

Ia menegaskan bahwa berdasarkan literatur medis, Oligodendroglioma tidak berhubungan dengan kekerasan atau benturan fisik.

“Tumor ini memerlukan proses waktu yang panjang untuk terbentuk.Secara literatur, Oligodendroglioma tidak berhubungan dengan suatu trauma,” jelasnya.

Selain itu, tim forensik tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah. Luka atau bekas pada tubuh yang ditemukan merupakan trauma medis.

Seperti bekas infus dan pemasangan selang ke otak, yang sebelumnya dilakukan sebagai tindakan medis untuk mengeluarkan cairan akibat tumor.

Baca Juga :  Dinsos Lampura Perkuat DTSEN, Bantuan Sosial Ditargetkan Tepat Sasaran

“Bekas-bekas yang kami temukan itu merupakan tanda tindakan medis, bukan kekerasan. Pemasangan selang tersebut bertujuan untuk mengeluarkan cairan yang diproduksi oleh tumor,” kata dr. Putu.

Ia menambahkan, kemungkinan adanya penyebab kematian lain seperti pendarahan sulit diatasi karena kondisi pemakaman sudah mengalami pembekuan lanjut saat ekshumasi dilakukan.

Namun, temuan paling kuat dan signifikan tetap mengarah pada tumor otak sebagai penyebab utama kematian.

“Untuk sebab kematian yang paling signifikan adalah tumor pada otak pemakaman,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Polwan Pertama Pimpin Polres Lampura, AKBP Raswidiati Resmi Bertugas
Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027
Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027
Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027
Target Enam Emas, PWI Lampung Mulai Seleksi Atlet Karaoke Porwanas 2027
HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Tekankan Peran Purnawirawan Jaga Kondusivitas
Pendapatan APBD Perubahan Lampung 2026 Turun Rp19,6 Miliar
DPRD Kota Bandar Lampung akan Sidak Kafe dan Resto Minim Lahan Parkir
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:45 WIB

Polwan Pertama Pimpin Polres Lampura, AKBP Raswidiati Resmi Bertugas

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Terima SK Manajer, Aswarodi Langsung Siapkan Pelatda Bulutangkis Menuju Porwanas 2027

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:38 WIB

Seleksi Rampung, Ini Daftar Wakil Lampung di Cabor Karaoke Porwanas 2027

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:34 WIB

Optimisme Tinggi! Yuhadi Sebut Atlet Karaoke PWI Lampung Siap Sapu Bersih 6 Emas di Porwanas 2027

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:10 WIB

HUT ke-27 PP Polri, Gubernur Tekankan Peran Purnawirawan Jaga Kondusivitas

Berita Terbaru