Respons Harapan Tokoh Adat, Bupati Egi Siap Jadikan Situs Makam Puyang Singa Langkung sebagai Aset Daerah

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Selatan, Lampungcorner.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam menjaga warisan budaya dan sejarah daerah kembali ditegaskan oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.

Saat berziarah ke Makam Keramat Leluhur Puyang Singa Langkung di kawasan Marga Dantaran, Kecamatan Penengahan, Rabu (17/6/2026), Bupati Egi menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mewujudkan pengelolaan situs bersejarah Keramat Cangkuang sebagai aset daerah demi menjamin kelestariannya.

Kehadiran Bupati yang menyandang gelar adat (adok) Khadin Sampurna itu disambut hangat melalui prosesi adat oleh Pangeran Naga Beringsang, Dalom Singa Langkung, Silom Singa Langkung, serta jajaran kakhya dan punggawa adat Marga Dantaran.

Dalam sambutan adat yang diawali dengan penyampaian sekapur sirih, perwakilan masyarakat adat, Dalom Kusuma Ratu, menyampaikan rasa haru sekaligus kebanggaan atas kunjungan perdana Bupati Lampung Selatan tersebut.

Menurutnya, sejak Kabupaten Lampung Selatan berdiri pada era 1950-an, baru kali ini seorang bupati datang langsung mengunjungi situs keramat yang menjadi bagian penting sejarah masyarakat adat Marga Dantaran.

“Suatu kehormatan bagi kami. Baru kali ini kami disambangi seorang bupati. Terima kasih kepada Bapak Bupati yang dengan kerendahan hati berkenan hadir langsung ke tempat yang sangat bersejarah bagi kami,” ujar Dalom Kusuma Ratu.

Pada kesempatan itu, tokoh adat dan keluarga besar Marga Dantaran menyampaikan harapan agar Makam Keramat Puyang Singa Langkung atau yang dikenal sebagai Keramat Cangkuang dapat dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Baca Juga :  Di Balik Kemegahan Ngaben Massal, Zita Anjani Melihat Masa Depan Wisata Budaya Balinuraga

Langkah tersebut dinilai penting agar situs bersejarah tersebut mendapatkan perlindungan, perawatan, dan pelestarian yang lebih optimal secara berkelanjutan.

Selain menyampaikan aspirasi, para tokoh adat juga memaparkan sejarah singkat Puyang Singa Langkung yang memiliki gelar adat Ratu Gusti Sakti. Tokoh tersebut diyakini sebagai salah satu leluhur yang berperan dalam pembentukan tatanan masyarakat di kawasan Gunung Rajabasa, khususnya wilayah adat Marga Dantaran.

Masyarakat setempat meyakini Puyang Singa Langkung tiba di wilayah tersebut sekitar abad ke-14 dan menjadi salah satu tokoh penting dalam perjalanan sejarah masyarakat Lampung Selatan. Situs makam yang diziarahi juga berada di kawasan pemakaman kuno yang dahulu dikenal sebagai Keramat Cangkuang, merujuk pada keberadaan Pohon Cangkuang berukuran besar yang pernah tumbuh di lokasi tersebut.

Menanggapi aspirasi masyarakat adat, Bupati Egi menyatakan bahwa pelestarian budaya dan sejarah daerah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga lintas generasi.

Ia mengaku kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mengenal lebih dekat sejarah para leluhur Lampung Selatan, terlebih setelah dirinya menerima adok dari Marga Dantaran.

“Saya selama di Lampung Selatan mungkin belum banyak mengetahui tentang para leluhur di sini. Namun melalui momentum 1 Muharam kemarin, hal itu mulai terbuka. Dan secara qadarullah saya telah dianugerahi adok dari Marga Dantaran. Maka sudah menjadi keharusan bagi saya untuk datang berziarah ke sini,” kata Bupati Egi.

Baca Juga :  Wisata Dominasi Permohonan Paspor di Imigrasi Kalianda, Capai 3.721 Pemohon

Terkait permohonan pengelolaan Makam Keramat Leluhur Puyang Singa Langkung oleh pemerintah daerah, Bupati Egi menegaskan komitmennya untuk merealisasikan harapan tersebut sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.

“Harapan saya, seluruh masyarakat dapat terus merawat budaya dan menjaga kerukunan antarmarga. Saya juga memohon doa agar selalu diberikan perlindungan dalam menjalankan amanah memimpin Lampung Selatan,” tegasnya.

Egi juga mengingatkan pentingnya memperkenalkan sejarah dan identitas leluhur kepada generasi muda agar mereka memiliki pijakan yang kuat dalam menghadapi masa depan.

Menurutnya, Lampung Selatan memiliki kekayaan budaya dan adat istiadat yang sangat bernilai sehingga perlu diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi penerus.

“Generasi muda harus memahami sejarah dan mengenal siapa leluhurnya. Dengan begitu mereka memiliki pegangan yang kuat dalam menggapai cita-cita. Lampung Selatan sangat kaya akan budaya dan adat istiadat yang bernilai tinggi, dan menjadi tugas kita bersama untuk mewariskannya kepada anak cucu,” pungkasnya.

Prosesi ziarah ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Temunggung Sangon Dia, Drs. H. Hariri Usman, dalam suasana khidmat dan penuh penghormatan terhadap warisan leluhur Marga Dantaran. (Gil-Kmf)

Berita Terkait

General Manager ASDP Bakauheni: HPN dan Porwanas 2027 Jadi Sejarah bagi PWI Lampung
SPAK Imigrasi Kalianda 98,45, Kakanim: Kepercayaan Masyarakat Harus Dijaga
Nilai Kepuasan 98,06, Imigrasi Kalianda Tak Mau Cepat Berpuas Diri
Pekerja Informal di Trans Tanjungan Didorong Ikut BPJS Ketenagakerjaan
PNS Kementerian Imigrasi Bisa Ikut Seleksi Poltekimipas, Usia Maksimal 25 Tahun
Poltekimipas 2026 Buka Formasi Khusus Putra-Putri Papua
Mau Jadi Taruna Poltekimipas? Siapkan 12 Dokumen Ini
Wisata Dominasi Permohonan Paspor di Imigrasi Kalianda, Capai 3.721 Pemohon
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 21:15 WIB

General Manager ASDP Bakauheni: HPN dan Porwanas 2027 Jadi Sejarah bagi PWI Lampung

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

SPAK Imigrasi Kalianda 98,45, Kakanim: Kepercayaan Masyarakat Harus Dijaga

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Nilai Kepuasan 98,06, Imigrasi Kalianda Tak Mau Cepat Berpuas Diri

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Pekerja Informal di Trans Tanjungan Didorong Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:32 WIB

PNS Kementerian Imigrasi Bisa Ikut Seleksi Poltekimipas, Usia Maksimal 25 Tahun

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Lampung Rebut Juara 1 Newsroom Timnas

Kamis, 1 Okt 2026 - 21:57 WIB

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Fraksi Partai Gerindra, Asroni Paslah.

BANDAR LAMPUNG

Pancasila Jangan Berhenti di Dinding Kantor

Kamis, 1 Okt 2026 - 15:26 WIB