Ukir Prestasi Sebagai Camat Abung Selatan, Agus Rama Halik Bidik Kursi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Abung Selatan, Ahmad Agus Rama Halik (kopiah biru), menerima piala juara umum MTQ tingkat Kabupaten Lampura. Foto dok

Camat Abung Selatan, Ahmad Agus Rama Halik (kopiah biru), menerima piala juara umum MTQ tingkat Kabupaten Lampura. Foto dok

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Jabatan camat mungkin hanya satu mata rantai dalam struktur birokrasi pemerintahan daerah. Namun, di tingkat kecamatan, seorang camat justru berhadapan langsung dengan berbagai persoalan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.

Pelayanan publik, pemerintahan desa, olahraga, kebudayaan, hingga bagaimana potensi masyarakat mendapat ruang untuk tumbuh, menjadi bagian dari dinamika yang harus dihadapi setiap hari.

Bagi Ahmad Agus Rama Halik, satu tahun pertama memimpin Kecamatan Abung Selatan menjadi ruang untuk membuktikan bagaimana amanah tersebut dijalankan.

Dilantik pada 3 Oktober 2025, Agus Rama Halik, yang akrab disapa Agus Rama, langsung dipercaya memimpin Kecamatan Abung Selatan yang mencakup 16 desa dengan luas wilayah sekitar 14.136 hektare.

Alih-alih hanya menjalankan rutinitas administratif, ia mencoba mendorong berbagai potensi yang dimiliki wilayah tersebut. Sejumlah capaian pun berhasil ditorehkan dalam waktu relatif singkat.

Abung Selatan dipercaya menjadi tuan rumah MTQ ke-45 tingkat Kabupaten Lampung Utara (Lampura). Tidak hanya sukses menjadi penyelenggara, kecamatan tersebut juga berhasil keluar sebagai juara umum pertama.

Prestasi lainnya datang dari bidang olahraga. Abung Selatan mencatat capaian dalam Pekan Olahraga Kabupaten tingkat kecamatan.

Di bidang kebudayaan, Abung Selatan juga meraih juara III pawai budaya dalam rangka HUT Kabupaten Lampura.

Sementara dari tingkat desa, Desa Sinar Ogan, Kecamatan Abung Selatan, berhasil meraih juara III lomba desa tingkat Kabupaten Lampura 2026.

Deretan capaian tersebut tentu tidak lahir dari kerja seorang camat seorang diri. Ada aparatur kecamatan, kepala desa, perangkat desa, masyarakat, pemuda, tokoh adat, serta berbagai kelompok masyarakat yang turut mengambil peran.

Bagi Agus Rama Halik, justru kolaborasi itulah yang menjadi bagian penting dari kepemimpinan di tingkat kecamatan.

Pria asal Mulang Maya yang lahir di Kotabumi pada 24 Agustus 1978 itu dikenal komunikatif, supel, dan mudah bergaul. Dalam menjalankan tugasnya, ia berupaya membangun komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Estafet Kepemimpinan Bergulir, Deswanto Resmi Jabat Plt Camat Pagar Dewa

Gelar adat Suttan Rajo Ningrat juga menjadi bagian dari identitas sosial Agus Rama Halik di tengah masyarakat Lampung.

Baginya, jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang harus diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata.

“Yang paling penting bagi saya adalah bagaimana amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. Kecamatan itu dekat dengan masyarakat. Karena itu komunikasi dan koordinasi menjadi sangat penting,” ujar Agus Rama Halik.

Ia menegaskan, berbagai capaian yang diraih Abung Selatan selama masa kepemimpinannya bukan merupakan hasil kerja pribadi.

“Saya tidak bekerja sendiri. Ada jajaran kecamatan, kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh masyarakat Abung Selatan. Prestasi itu merupakan hasil kerja bersama,” katanya.

Pandangan tersebut menjadi penting karena ukuran keberhasilan pemerintahan kecamatan tidak hanya terlihat dari kegiatan seremonial. Pelayanan kepada masyarakat, koordinasi antarwilayah, serta kemampuan menggerakkan potensi desa juga menjadi bagian penting dalam menjalankan pemerintahan.

Kini, Ahmad Agus Rama Halik memasuki fase baru dalam perjalanan kariernya. Ia mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) eselon II yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampura. Salah satu jabatan yang diikutinya adalah calon Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, bersama kandidat lainnya.

Di lingkungan Pemkab Lampura terdapat sejumlah jabatan pimpinan organisasi perangkat daerah yang kosong dan kini tengah melalui proses seleksi.

Bagi Agus Rama Halik, keikutsertaannya dalam seleksi tersebut bukan semata-mata tentang mengejar posisi baru. Ada tiga alasan utama yang mendorongnya mengikuti seleksi terbuka tersebut.

“Motivasi saya mengikuti seleksi terbuka ini adalah pengembangan jenjang karier, peningkatan eselonisasi, sekaligus aktualisasi diri dalam memimpin organisasi dengan skala yang lebih luas,” ujarnya.

Baca Juga :  Geshindo Lampura Ajak Masyarakat Kawal Proyek Jalan, Tekankan Kualitas dan Transparansi

Perpindahan dari pemerintahan kewilayahan menuju organisasi perangkat daerah tentu membawa tantangan berbeda.

Jika di kecamatan ia berhadapan langsung dengan dinamika 16 desa, maka di tingkat OPD tantangannya mencakup pengelolaan organisasi, program sektoral, sumber daya aparatur, hingga pencapaian target pembangunan daerah.

Bagi Agus Rama Halik, pengalaman memimpin Abung Selatan menjadi salah satu bekal untuk menghadapi tanggung jawab tersebut.

“Pengalaman di kecamatan banyak memberikan pembelajaran kepada saya. Kita belajar mendengar masyarakat, menyelesaikan persoalan, membangun koordinasi dan bekerja bersama banyak pihak. Pengalaman itu tentu menjadi bekal untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar,” katanya.

Namun, perjalanan Agus Rama Halik masih panjang. Hasil seleksi JPTP akan ditentukan melalui mekanisme dan tahapan yang berlaku. Karena itu, pencalonannya sebagai calon Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan belum berarti ia telah menduduki jabatan tersebut.

Yang telah tercatat adalah perjalanan satu tahunnya memimpin Abung Selatan dengan sejumlah capaian. Dari MTQ, olahraga, kebudayaan hingga prestasi desa, Ahmad Agus Rama Halik membangun rekam jejaknya dari wilayah yang dipimpinnya.

Kini, ia mencoba melangkah menuju ruang pengabdian yang lebih luas. Bagi Agus Rama Halik, jabatan bukanlah tujuan akhir.

“Pada akhirnya yang ingin saya lakukan adalah terus memberikan kontribusi. Di mana pun diberikan amanah, saya ingin bekerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta organisasi,” tuturnya.

Dari Abung Selatan, cerita itu kini berlanjut. Bukan lagi hanya tentang bagaimana seorang camat menjalankan pemerintahan di 16 desa, tetapi bagaimana pengalaman tersebut menjadi bekal ketika seorang birokrat bersiap memikul tanggung jawab yang lebih besar.

Setahun pertama telah menjadi catatan. Langkah berikutnya masih menunggu hasil seleksi. (*)

Berita Terkait

Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Lampura Sepakati Orgen Tunggal Hanya sampai Pukul 17.00 WIB
Masker Mulai Diburu Warga Lampura Usai Hujan Abu Vulkanik
Debu Vulkanik GAK Menyebar, Sekolah di Lampura Beralih ke Pembelajaran Online
Target Berubah Lagi, DPRD Lampura Bakal Panggil Pengembang Pasar Dekon
Sempat Dilanda Kebakaran, Pelayanan Pasien RSUD Ryacudu Kotabumi Kembali Normal
Musyda Fokal IMM Lampura, Suwardi Kembali Terpilih Jadi Ketua Periode 2026-2031
Orgen Tunggal hingga Malam Disorot, PC IMM Lampura Desak Polisi Bertindak dan Minta Bupati Bentuk Perda
HUT ke-81 RI, Hamartoni Ajak Warga Lampura Perkuat Persatuan dan Dorong Kesejahteraan
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 12:25 WIB

Ukir Prestasi Sebagai Camat Abung Selatan, Agus Rama Halik Bidik Kursi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan

Selasa, 8 September 2026 - 10:59 WIB

Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Lampura Sepakati Orgen Tunggal Hanya sampai Pukul 17.00 WIB

Senin, 7 September 2026 - 16:14 WIB

Masker Mulai Diburu Warga Lampura Usai Hujan Abu Vulkanik

Senin, 7 September 2026 - 08:47 WIB

Debu Vulkanik GAK Menyebar, Sekolah di Lampura Beralih ke Pembelajaran Online

Selasa, 1 September 2026 - 10:15 WIB

Target Berubah Lagi, DPRD Lampura Bakal Panggil Pengembang Pasar Dekon

Berita Terbaru

LC TV Story

Prabowo Telepon Rahmat Erwin Usai Raih Emas Asian Games 2026

Minggu, 27 Sep 2026 - 10:10 WIB