LAMPUNG UTARA – Pengalaman boleh kalah jauh. Namun, soal keberanian dan semangat berlatih, siapa pun punya kesempatan yang sama untuk berprestasi. Itulah yang dibuktikan Thania Rhamadani Harisma. Pelajar kelas VII Sekolah IT Insan Robani Lampung Utara (Lampura) itu sukses meraih juara III lomba panahan dalam rangkaian Pekan Cangget 3 Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO), Sabtu (31/10/2026).
Pencapaian tersebut terbilang istimewa. Sebab, Thania baru sekitar dua bulan menekuni olahraga panahan. Sementara, lawan-lawannya merupakan peserta yang telah memiliki pengalaman bertahun-tahun.
Di tengah persaingan puluhan peserta dari berbagai sekolah menengah pertama di Lampura, Thania mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil membawa pulang posisi ketiga.
“Lawan tidak ada yang mudah. Mereka sudah bertahun-tahun ikut panahan dan lebih berpengalaman, sedangkan saya baru belajar dua bulan. Alhamdulillah bisa juara tiga. Ini menjadi kebanggaan bagi saya,” ujar Thania.
Bagi Thania, keberhasilan tersebut bukan sekadar soal medali. Lebih dari itu, menjadi bukti bahwa pengalaman bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Keberanian mencoba dan kemauan untuk terus belajar juga memiliki peran besar.
Di balik prestasi itu, ada latihan yang dijalani dengan tekun. Thania menyadari, kemampuan tidak datang begitu saja. Butuh kedisiplinan, konsistensi, serta kesiapan mental untuk menghadapi lawan yang lebih berpengalaman.
Menariknya, bocah yang hobi menyantap keju dan es krim ini punya resep sederhana untuk meraih prestasi.
“Kalau ingin meraih juara harus rajin latihan, jangan lupa ibadah dan berdoa. Makan yang banyak dan sering angkat barbel,” katanya polos.
Ucapan sederhana tersebut menggambarkan bagaimana Thania memandang perjuangan. Baginya, menjadi atlet bukan hanya perkara membidik sasaran dan melepaskan anak panah. Kondisi fisik, konsentrasi, ketenangan, serta kedisiplinan juga harus terus diasah.
Apalagi, panahan merupakan olahraga yang membutuhkan ketelitian dan pengendalian diri. Sedikit saja kehilangan fokus, arah anak panah bisa meleset dari sasaran.
Karena itu, pengalaman bertanding menjadi pelajaran berharga bagi Thania. Kemenangan bukan akhir perjalanan, melainkan penyemangat untuk terus meningkatkan kemampuan.
Putri ketiga pasangan Edison Kharisma dan Apriyantina tersebut juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada orang-orang yang selalu mendukungnya.
Secara khusus, dia mengapresiasi guru, teman-teman, kedua orang tua, serta kedua kakaknya, Ngah Aliffia dan Kakak Balqis, yang terus memberikan semangat sejak menjalani latihan hingga mengikuti perlombaan.
Dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan Thania dalam mengembangkan bakatnya. Sebab, keberhasilan seorang anak tidak hanya lahir dari kemampuan pribadi, tetapi juga dari lingkungan yang memberikan kesempatan untuk mencoba dan berkembang.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Sekolah IT Insan Robani Lampura. Capaian Thania diharapkan dapat memotivasi pelajar lainnya agar berani mengeksplorasi minat dan bakat, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga olahraga, seni, teknologi, maupun keterampilan lainnya.
Apalagi, kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbuka melalui berbagai ajang kompetisi. Salah satunya Pekan Cangget 3 yang digelar UMKO.
Kegiatan tersebut resmi dibuka pada Rabu (28/10/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga Senin (2/11/2026). Sebanyak 29 cabang perlombaan dihadirkan, mencakup bidang akademik, seni, olahraga, teknologi, hingga keterampilan.
Pesertanya berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga mahasiswa. Jangkauan kompetisi pun meliputi tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional.
Pekan Cangget 3 tidak sekadar menjadi ajang mencari pemenang. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi pelajar dan mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan, mengasah potensi, sekaligus membangun mental kompetitif.
Di tengah semarak kompetisi itu, kisah Thania memberikan pesan sederhana tetapi bermakna. Bahwa prestasi tidak harus dimulai dengan pengalaman panjang.
Terkadang, sebuah pencapaian besar justru berawal dari keberanian mengambil langkah pertama, kesungguhan menjalani proses, dan kemauan untuk tidak berhenti belajar.
Baru dua bulan memegang busur, Thania sudah mampu berdiri di podium. Sebuah awal yang menjanjikan untuk perjalanan prestasi berikutnya. (*)
















