Unila Bekali Siswa SMK 2 Metro dengan Design Thinking dan Entrepreneurship

- Jurnalis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Pengabdian kepada Masyarakat Unggulan (PKMU) menggelar pelatihan Design Thinking dan Entrepreneurship bagi 20 siswa kelas XII SMK Negeri 2 Metro. Foto: Istimewa

Program Pengabdian kepada Masyarakat Unggulan (PKMU) menggelar pelatihan Design Thinking dan Entrepreneurship bagi 20 siswa kelas XII SMK Negeri 2 Metro. Foto: Istimewa

METRO – Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) tak cukup hanya mengandalkan keterampilan teknis untuk memasuki dunia kerja.

Mereka juga dituntut mampu membaca peluang, memecahkan persoalan secara kreatif, hingga mengembangkan gagasan menjadi peluang usaha.

Kebutuhan tersebut mendorong Universitas Lampung (Unila) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Unggulan (PKMU) menggelar pelatihan Design Thinking dan Entrepreneurship bagi 20 siswa kelas XII SMK Negeri 2 Metro.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pertemuan Lembaga Pelatihan Keterampilan (LPK) KAWAMATA, Metro.

Program yang diketuai Dr. Maulana Agung P., S.Sos., M.AB. itu dirancang untuk membekali calon lulusan SMK dengan kemampuan berpikir kreatif, pemecahan masalah, serta perencanaan bisnis.

Targetnya, siswa tidak hanya berorientasi menjadi job seeker, tetapi mulai membangun pola pikir sebagai calon job creator.

“Yang ingin kita bangun bukan sekadar kemampuan siswa membuat sebuah produk. Lebih penting dari itu adalah cara berpikirnya: bagaimana mereka melihat masalah sebagai peluang, memahami kebutuhan pengguna, kemudian merancang solusi yang memiliki nilai,” ujar Maulana.

Menurut dia, siswa SMK pertanian memiliki modal berupa keterampilan sekaligus kedekatan dengan berbagai komoditas lokal.

Tantangannya adalah bagaimana keterampilan tersebut dikembangkan menjadi inovasi yang memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi.

Hasil pengabdian menunjukkan, salah satu persoalan yang dihadapi lulusan SMK pertanian di Kota Metro adalah kecenderungan untuk menjadi pencari kerja. Tingkat kewirausahaan yang tercatat dalam kajian program tersebut baru mencapai 13,5 persen.

Baca Juga :  Ditjen Pesantren Dibentuk, Prabowo Beri Perhatian Khusus untuk Pondok Pesantren

Kondisi itu juga berkaitan dengan proses pembelajaran yang masih banyak berfokus pada aspek teknis budidaya. Sementara kemampuan berpikir kreatif, literasi kewirausahaan, serta pengalaman langsung dalam merintis usaha masih perlu diperkuat.

Karena itu, pelatihan tidak hanya berhenti pada penyampaian materi. Peserta mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pelatihan Design Thinking, workshop Entrepreneurship dan Business Model Canvas (BMC), pendampingan pembuatan prototipe, mentoring bisnis, hingga pameran inovasi.

Pendekatan experiential learning digunakan agar peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam mengidentifikasi persoalan, menemukan peluang, merancang solusi, serta menerjemahkannya menjadi gagasan produk atau usaha.

Hasilnya, terdapat peningkatan pengetahuan peserta dalam aspek Design Thinking dan kewirausahaan. Peserta juga mulai mampu menerapkan metodologi pemecahan masalah secara sistematis dan merancang konsep inovasi berbasis komoditas pertanian lokal.

Di antaranya singkong, pisang, dan kopi.

Sejumlah gagasan tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk ilustrasi atau gambar konsep yang terstruktur. Program itu juga menargetkan lahirnya sedikitnya lima prototipe produk atau rencana bisnis inovatif.

Maulana mengatakan, proses tersebut menjadi tahap awal sebelum sebuah gagasan benar-benar diuji di pasar.

“Setelah punya ide dan prototipe, tahap berikutnya justru sangat penting, yaitu membuat Minimum Viable Product atau MVP, kemudian mengujinya kepada calon pengguna. Dari sana siswa belajar bahwa inovasi bukan hanya soal punya ide bagus, tetapi juga soal apakah solusi itu benar-benar dibutuhkan,” katanya.

Baca Juga :  61 Taruna Politeknik Tunas Garuda Diwisuda, Wabup Nadirsyah Berikan Tiga Pesan Penting

Guru SMK Negeri 2 Metro Pazar Rakasiwi mengapresiasi pelatihan yang diberikan kepada para siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pelatihan Design Thinking yang diberikan lembaga pengabdian masyarakat Unila pada siswa-siswi kami agar lebih kreatif dan berinovasi,” ujar Pazar.

Tak hanya meningkatkan kompetensi siswa, program tersebut juga diarahkan untuk membangun ekosistem kewirausahaan di lingkungan sekolah.

Tim pengabdi telah menyusun modul pelatihan terstruktur yang dapat dimanfaatkan pihak sekolah dan diintegrasikan ke dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) maupun ekstrakurikuler.

Maulana menegaskan, keberlanjutan menjadi kunci agar pelatihan tidak berhenti setelah program pengabdian selesai.

Karena itu, pendampingan berikutnya diarahkan pada pengembangan prototipe fisik atau layanan, market testing, serta pelaksanaan Demo Day yang melibatkan praktisi dan pelaku UMKM lokal.

“Harapannya, siswa tidak berhenti pada pengalaman mengikuti pelatihan. Mereka punya keberanian untuk mencoba, menguji gagasan, menerima umpan balik, lalu memperbaikinya. Itu bagian penting dari proses menjadi seorang entrepreneur,” ujarnya.

Program tersebut diharapkan menjadi model pemberdayaan vokasional yang berkelanjutan dan adaptif serta dapat direplikasi di SMK lain di Provinsi Lampung.

Dengan demikian, pendidikan vokasional tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap mencari pekerjaan, tetapi juga generasi muda yang mampu melihat potensi di sekitarnya dan menciptakan nilai ekonomi dari potensi tersebut. (*)

Berita Terkait

Kuliah Gratis PTN Jadi Arahan Prabowo, Pemerintah Siapkan Tahapan Pelaksanaan
Ditjen Pesantren Dibentuk, Prabowo Beri Perhatian Khusus untuk Pondok Pesantren
Prabowo Instruksikan Pendidikan Gratis, Siswa TK dan SD Dapat Dana BOS Mulai Tahun Ini
Prabowo Tegaskan Pendidikan Negeri Harus Gratis, dari SD hingga Universitas
Semangat di Usia Senja, 25 Lansia Tubaba Ikuti Wisuda
61 Taruna Politeknik Tunas Garuda Diwisuda, Wabup Nadirsyah Berikan Tiga Pesan Penting
MTsN 2 Pesawaran Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026
Tekan Angka Putus Sekolah, Disdikbud Lampung Buka Pendaftaran SMA Terbuka di 15 Kabupaten/Kota, Dibuka Hingga 13 Agustus, Bebas Usia 15-21 Tahun
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Unila Bekali Siswa SMK 2 Metro dengan Design Thinking dan Entrepreneurship

Kamis, 24 September 2026 - 09:39 WIB

Kuliah Gratis PTN Jadi Arahan Prabowo, Pemerintah Siapkan Tahapan Pelaksanaan

Kamis, 24 September 2026 - 09:20 WIB

Ditjen Pesantren Dibentuk, Prabowo Beri Perhatian Khusus untuk Pondok Pesantren

Rabu, 23 September 2026 - 22:07 WIB

Prabowo Instruksikan Pendidikan Gratis, Siswa TK dan SD Dapat Dana BOS Mulai Tahun Ini

Rabu, 23 September 2026 - 09:25 WIB

Prabowo Tegaskan Pendidikan Negeri Harus Gratis, dari SD hingga Universitas

Berita Terbaru