Waspada Campak! Anak-anak Jadi Korban Terbanyak di Lampung Utara

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, dr. Maya Natalia Manan. Foto dok

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, dr. Maya Natalia Manan. Foto dok

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Ancaman penyakit campak kembali menghantui masyarakat Lampung Utara. Penyakit yang kerap dianggap ringan ini justru menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam tiga bulan pertama 2026, dengan risiko komplikasi serius, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara mencatat sebanyak 77 kasus campak terjadi sepanjang Januari hingga Maret 2026. Dari total tersebut, kelompok usia balita menjadi yang paling terdampak, yakni 44 kasus pada anak usia 1–5 tahun.

Selain itu, terdapat 10 kasus pada bayi usia 0–11 bulan, 25 kasus pada anak usia 6–15 tahun, serta 1 kasus pada kelompok usia dewasa 16–49 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, dr. Maya Natalia Manan, mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus terdeteksi melalui fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kasus umumnya terlapor melalui puskesmas dan rumah sakit, karena penderita yang mengalami gejala akan berhubungan langsung dengan tenaga kesehatan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Baca Juga :  Naik Perahu, Gibran Tinjau Progres Pembangunan Jembatan Way Bungur

Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus measles dari genus morbillivirus. Penularannya sangat cepat, melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin, bahkan hanya dalam kontak singkat.

Gejala awal penyakit ini kerap menyerupai flu, seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah (konjungtivitis). Namun, dalam beberapa hari, kondisi akan berkembang menjadi ruam kemerahan yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh.

Sebagai langkah penanggulangan, Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya, mulai dari penyelidikan epidemiologi, pelacakan kontak erat, hingga penanganan pasien di fasilitas kesehatan.

Sebanyak 60 sampel juga telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Nasional, dengan hasil sementara menunjukkan 10 kasus positif campak.

Selain itu, pemerintah turut memberikan vitamin A kepada penderita serta melaksanakan imunisasi kejar (catch-up) bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Baca Juga :  Budiyono Resmi Daftar Calon Rektor Unila 2027–2031

Maya menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit ini. Ia mengimbau para orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala campak, melengkapi imunisasi sesuai jadwal yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat usia sekolah dasar serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Masyarakat juga diharapkan menghindari kontak dengan penderita, setidaknya dalam rentang waktu 12 hari sebelum hingga sesudah munculnya ruam,” tambahnya.

Dinas Kesehatan memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif dan berbagai langkah penanggulangan guna menekan penyebaran campak. Namun, keberhasilan pengendalian penyakit ini sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi masyarakat, terutama dalam memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap. (*)

Berita Terkait

Prabowo Terima KTA NU Seumur Hidup di Penutupan Muktamar ke-35
Dua Ledakan Saat Kebakaran RSUD Ryacudu, Penyebab Masih Diselidiki
Polres Lampura Ungkap 48 Kasus C3, Jejak Senpi Rakitan Mengarah ke Sungai Ceper
Revitalisasi Pasar Dekon Lampura Tak Kunjung Rampung, Pedagang Mulai Pertanyakan Uang yang Disetor
Canda Presiden Prabowo Ke Gus Yahya: Aku Dari Dulu Minta Kartu NU
Alfan Rois Apresiasi Satu Tahun Kepemimpinan Nanda-Anton, Dorong Percepatan Program Masyarakat
Launching Tim Bhayangkara Lampung Gratis, 4.000 Jersey Dibagikan
Karhutla Kembali Melanda TNBBS di Pesisir Barat, Lebih dari 3 Hektare Terbakar
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:26 WIB

Prabowo Terima KTA NU Seumur Hidup di Penutupan Muktamar ke-35

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:12 WIB

Dua Ledakan Saat Kebakaran RSUD Ryacudu, Penyebab Masih Diselidiki

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Polres Lampura Ungkap 48 Kasus C3, Jejak Senpi Rakitan Mengarah ke Sungai Ceper

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Revitalisasi Pasar Dekon Lampura Tak Kunjung Rampung, Pedagang Mulai Pertanyakan Uang yang Disetor

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Canda Presiden Prabowo Ke Gus Yahya: Aku Dari Dulu Minta Kartu NU

Berita Terbaru