KPU Bahas Anggaran Pilkada Lampung, Honor Badan Ad Hoc Paling Besar

- Jurnalis

Rabu, 23 Maret 2022 - 14:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami, Rabu (23/3/2022). Foto: Sulaiman

Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami, Rabu (23/3/2022). Foto: Sulaiman

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Menjelang tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang dimulai Agustus mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung mulai membahas dan merancang anggaran pelaksanaan.

Ketua KPU Lampung Erwan Bustami menerangkan, pembahasan melibatkan KPU 15 kabupaten/kota.

Berdasarkan UU Nomor 10 tahun 2016, penyelenggaraan pilkada jatuh pada 27 November 2024.

“Pemilihan gubernur dan bupati/ wali kota domain KPU provinsi serta kabupaten/kota. Anggarannya dari APBD,” ujarnya, Rabu (23/3/2022).

Menurut Erwan diperlukan sinkronisasi karena pilkada nanti dilaksanakan secara serentak.

Baca Juga :  Mirza Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Hilirisasi Komoditas Jadi Andalan Lampung

Selain itu, Erwan mengatakan pihaknya memastikan kebutuhan anggaran untuk penyelenggara dan badan ad hoc seperti PPPK, KPPS, dan BPDP.

Pasalnya, berdasar keputusan Kementrian Keuangan Nomor S-138/MK.02/2020, terdapat kenaikan biaya honorarium badan ad hoc baik PPS atau PPK.

Sebelumnya, honorarium untuk ketua PPK sebesar Rp2,2 juta kini menjadi Rp2,5 juta. Sedangkan, anggota dari Rp1,9 juta menjadi Rp2,2 juta.

Sementara untuk PPS, ketua semula Rp1,2 juta menjadi Rp1,5 juta. Sehingga ada kenaikan Rp300 ribu dari setiap badan ad hoc.

Baca Juga :  Pemkab Tubaba Evaluasi Perda, Pastikan Regulasi Tak Berhenti di Atas Kertas

“Kemungkinan honorarium menjadi anggaran paling besar besar karena penambahan TPS,” ungkapnya.

Pihaknya juga membahas perihal konsep sharing. Sebab, tidak boleh ada duplikasi anggaran.

Ia mencontohkan pengadaan logistik seperti kotak dan bilik suara, atau perangkat penyelanggara.

“Nah ini yang masih kita bahas, anggaran mana yang ditanggung provinsi, mana yang kabupaten/kota,” jelasnya.

Targetnya, setelah Lebaran rancangan anggaran harus selesai dan langsung dibahas dengan pemerintah daerah. (*)

Red

Berita Terkait

Airlangga Ungkap Stimulus Kuartal IV, Bantuan Pangan dan BSU Disiapkan
Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital
Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD
Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II
Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung
Inspektorat Lampung Awasi 17 OPD Tubaba
Pemkab Tubaba Perkuat Digitalisasi Daerah dan Pengendalian Inflasi
Tekan Inflasi, Pemkab Tubaba Gelar Operasi Pasar Murah di Panaragan Jaya
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 19:01 WIB

Airlangga Ungkap Stimulus Kuartal IV, Bantuan Pangan dan BSU Disiapkan

Selasa, 29 September 2026 - 08:25 WIB

Pemkab Tubaba Tancap Gas Susun Arsitektur Pemerintahan Digital

Minggu, 27 September 2026 - 20:50 WIB

Belajar dari Gunung Kidul, Pemkab Pesawaran Bidik Strategi Baru Dongkrak PAD

Minggu, 27 September 2026 - 13:01 WIB

Seleksi JPTP Lampura Mengerucut, 53 Peserta Berebut 10 Kursi Eselon II

Jumat, 25 September 2026 - 10:31 WIB

Kemah Bakti Satya Linmas, Nadirsyah Hadiri Pengukuhan DPC ASLINMAS dan ABPEDNAS Bandar Lampung

Berita Terbaru

LC TV Story

Era AI, Bakom Diminta Perkuat Komunikasi Pemerintah

Jumat, 2 Okt 2026 - 20:22 WIB

BREAKING NEWS

Lampung Rebut Juara 1 Newsroom Timnas

Kamis, 1 Okt 2026 - 21:57 WIB