Imbas PPKM Darurat, Peternak Ayam Potong Merugi Hingga Puluhan Juta Rupiah

- Jurnalis

Senin, 19 Juli 2021 - 21:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Tengah — Dampak dari diterapkannya Pemberlakuan Perbatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di pulau Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali, dirasakan juga oleh para peternak ayam broiler atau ayam potong di Provinsi Lampung.

Sebab, selama PPKM Darurat harga ayam potong dari peternak turun hingga Rp15 ribu perkilogram. Padahal sebelumnya mencapai Rp24-25 ribu.

Salah satu peternak mandiri ayam potong Fakhrur Rozi yang berada di wilayah Desa Masgar, Kabupaten Lampung Tengah menerangkan, turunnya harga ayam mulai dirasakan sejak awal diterapkannya PPKM di Bandarlampung.

Pada awal PPKM, harga jual ayam di tingkat peternak dengan ukuran 1,1-1,2 kilogram (Kg) mencapai Rp17 ribu. Kemudian ayam ukuran 1,3-1,4 Kg mencapai Rp14-15 ribu, dimana sebelum PPKM harganya mencapai Rp22-23 ribu.

Baca Juga :  YBM BRILiaN RO Bandar Lampung dan BRI BO Bandar Jaya Berbagi Kado Lebaran untuk Anak Yatim

“Sampai saat ini semakin menurun. Ayam ukuran 1,8 Kg lebih menurun mencapai Rp12.500 per kilogram,” ungkapnya saat disambangi di peternakannya pada Senin (19/7/2021).

Sementara lanjut Rozi, untuk biaya produksi satu ekor ayam dengan ukuran 1,5 Kg membutuhkan pakan kurang lebih 2 Kg, dengan harga pakan per kilogramnya Rp8.500. Selain itu harga bibit ayam Rp8 ribu per ekor.

“Sehingga harga pokok produksi per 1,5 kilogram ayam berkisar Rp24.500. Jadi kalau hitung untung rugi, dengan harga jual ayam perkilo saat ini Rp15 ribu, jelas ada kerugian kurang lebih Rp10 ribu per 1 Kg ayam boiler,” jelasnya.

Baca Juga :  YBM BRILiaN RO Bandar Lampung dan BRI BO Bandar Jaya Berbagi Kado Lebaran untuk Anak Yatim

Rozi bahkan mengaku kini telah merugi hingga puluhan juta rupiah. Karena dalam sekali panen mencapai total 8.000 ekor. Bila dihitung rata-rata berat ayam mencapai 1,5 Kg, dengan harga jual perkilo mencapai Rp15 ribu dan biaya produksi mencapai Rp24.500 ribu per ekor, maka kerugian mencapai lebih kurang Rp80 juta.

Namun meski merugi, Rozi juga tidak bisa berbuat banyak karena sudah menjadi ketentuan pemerintah menerapkan PPKM Darurat.

“Ya harus gimana lagi. Peraturan ini untuk kebaikan kita semua juga. Kalau kerugian sudah resiko, tapi mudah-mudahan PPKM Darurat tidak diperpanjang dan pandemi corona segera berakhir sehingga perekonomian kembali pulih,” harapnya. (*)

Red

Berita Terkait

YBM BRILiaN RO Bandar Lampung dan BRI BO Bandar Jaya Berbagi Kado Lebaran untuk Anak Yatim
Dukung Optimalisasi PAD, Komisi III DPRD Lampung dan Bapenda Kunjungi PT Great Giant Pineapple
Wakajati Lampung Marathon Monev, Tegaskan Integritas dan Penegakan Hukum Berkeadilan
Terlantik Sebagai Ketua Umum, Ranu Hari Prasetyo Resmi Nahkodai PMI Lampung Tengah
Mulai Sadar, Timses di Lamteng Ada yang Tertibkan Sendiri APS Melanggar
PTPN VII Unit Bekri Bantu Air Bersih untuk Warga
Tim Sinergis, Kunci PKS PTPN VII Bekri Juara
Larikan Truk Sagu dan Uang Rp5 Juta, Terlacak lewat GPS
Berita ini 42 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:09 WIB

YBM BRILiaN RO Bandar Lampung dan BRI BO Bandar Jaya Berbagi Kado Lebaran untuk Anak Yatim

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:20 WIB

Dukung Optimalisasi PAD, Komisi III DPRD Lampung dan Bapenda Kunjungi PT Great Giant Pineapple

Kamis, 4 Desember 2025 - 19:02 WIB

Wakajati Lampung Marathon Monev, Tegaskan Integritas dan Penegakan Hukum Berkeadilan

Jumat, 18 Juli 2025 - 21:39 WIB

Terlantik Sebagai Ketua Umum, Ranu Hari Prasetyo Resmi Nahkodai PMI Lampung Tengah

Kamis, 5 Oktober 2023 - 11:05 WIB

Mulai Sadar, Timses di Lamteng Ada yang Tertibkan Sendiri APS Melanggar

Berita Terbaru