Dari Limbah Kayu Jadi Jam Tangan Eksklusif, Hokay Kaywood Angkat Nilai Kearifan Lokal

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerajinan lokal Hokay Kaywood, ia mengusung filosofi “Embracing Nature, Crafting Culture” bernilai tinggi berbahan dasar sisa kayu.

Kerajinan lokal Hokay Kaywood, ia mengusung filosofi “Embracing Nature, Crafting Culture” bernilai tinggi berbahan dasar sisa kayu.

LampungCorner.com, SERANG – Limbah kayu yang kerap dipandang tak bernilai, justru menjadi sumber inspirasi dan peluang usaha bagi Rahmat, pengrajin asal Banten. Melalui brand kerajinan lokal Hokay Kaywood, ia mengusung filosofi “Embracing Nature, Crafting Culture” dengan menghadirkan produk-produk bernilai tinggi berbahan dasar sisa kayu.

Berbekal ketekunan dan kreativitas, Rahmat memanfaatkan limbah kayu sonokeling, jati, serta kayu campuran untuk diolah menjadi beragam produk fungsional. Di tangannya, sisa potongan kayu itu disulap menjadi jam tangan kayu eksklusif, talenan, dudukan handphone, passive speaker, hingga gantungan ID card yang memiliki nilai estetika sekaligus fungsi.

Baca Juga :  Hari Otda ke-30, Wabup Azwar Hadi Soroti Sinergi dan Pelayanan Publik

Usaha kerajinan Hokay Kaywood telah dirintis selama kurang lebih satu dekade. Galeri sekaligus pusat produksinya berlokasi di Kampung Ciekek, Babakan Keraton, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Untuk produk jam tangan kayu, Hokay Kaywood mematok harga mulai dari Rp500 ribu hingga Rp800 ribu per unit. Harga tersebut sebanding dengan kualitas material dan ketahanan kayu yang digunakan.

“Material kayu yang kami pilih memiliki daya tahan yang baik dan mampu bersaing dengan jam tangan pada umumnya,” ujar Rahmat saat turut meramaikan Pentas Budaya Hiburan dan Pameran UMKM dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) di Alun-Alun Pancaniti, KP3 Serang, Sabtu (7/2/2026).

Baca Juga :  Pemprov Lampung Matangkan Kesiapan Jadi Tuan Rumah PON XXIII Tahun 2032

Dalam memasarkan produknya, Hokay Kaywood memanfaatkan berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, serta marketplace Shopee. Selain itu, Rahmat juga aktif mengikuti berbagai kegiatan bazar sebagai sarana promosi sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Dengan memadukan kepedulian lingkungan, kearifan lokal, dan sentuhan kreativitas, Hokay Kaywood membuktikan bahwa limbah kayu dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. (*)

Berita Terkait

BRN Ungkap Agenda Jokowi di Lampung, Fokus Silaturahmi dengan Masyarakat
Gubernur Mirza Hadiri Penyerahan Juara Lomba “Cawo Bubalah Lampung” Rangkaian Agenda Hardiknas 2026
Rakor Tim Percepatan TP2TBC Kabupaten Pesawaran, Wagub Jihan Dorong Tangani TBC secara Masif
Eko Agung Saputra Terpilih Aklamasi di Musprov PBSI Lampung
Gubernur Mirza Perkenalkan Anak Harimau Sumatera, Bernama Puspa dan Muli Sikop di Satwa Lembah Hijau
Gubernur Mirza Paparkan Kesiapan Lampung Jadi Tuan Rumah PON XXIII 2032
Prabowo Matangkan Implementasi Devisa Hasil Ekspor, Ini Mulai Berlakunya!
PWI Gandeng KONI Lampung Siapkan Penyelenggaraan Sekaligus Prestasi di Porwanas 2027
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:10 WIB

BRN Ungkap Agenda Jokowi di Lampung, Fokus Silaturahmi dengan Masyarakat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:06 WIB

Gubernur Mirza Hadiri Penyerahan Juara Lomba “Cawo Bubalah Lampung” Rangkaian Agenda Hardiknas 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:44 WIB

Rakor Tim Percepatan TP2TBC Kabupaten Pesawaran, Wagub Jihan Dorong Tangani TBC secara Masif

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:02 WIB

Eko Agung Saputra Terpilih Aklamasi di Musprov PBSI Lampung

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:27 WIB

Gubernur Mirza Perkenalkan Anak Harimau Sumatera, Bernama Puspa dan Muli Sikop di Satwa Lembah Hijau

Berita Terbaru