LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Dalam upaya memastikan kelancaran arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H/2026 M, Polda Lampung menyiapkan strategi pengamanan terpadu yang mencakup pengaturan lalu lintas, sistem penyeberangan laut, hingga koordinasi lintas daerah. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang digelar di Mapolda Lampung, Jumat (27/2/2026).
Rapat ini bertujuan menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan sekaligus memperkuat sinergi dalam pengamanan arus mudik tahun ini, sehingga setiap instansi memiliki gambaran yang sama terhadap pola pengamanan yang akan diterapkan.
Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helfi Assegaf, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, termasuk sinkronisasi data serta evaluasi pengamanan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Hari ini kami membahas kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Kami melakukan sinkronisasi data dan evaluasi hasil pengamanan tahun 2024 dan 2025 sebagai bahan penyempurnaan rencana tahun ini,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Polda Lampung.
Salah satu strategi utama yang disiapkan untuk mengendalikan kepadatan kendaraan adalah penerapan sistem penundaan perjalanan atau delay system, khususnya pada jalur menuju Pelabuhan Bakauheni.
Skema ini akan diberlakukan secara situasional dengan memanfaatkan kantong parkir di area pelabuhan selama volume kendaraan masih dapat dikendalikan.
Selain itu, pengaturan lalu lintas akan dilakukan berdasarkan indikator kepadatan kendaraan yang dibagi dalam beberapa kategori. Dalam kondisi tertentu, kendaraan akan diarahkan untuk menunggu sementara di rest area maupun buffer zone yang tersebar di jalur lintas tengah, timur, dan barat sebagai bagian dari upaya mengurai antrean menuju pelabuhan.
Untuk meningkatkan kelancaran proses penyeberangan, petugas juga akan menerapkan mekanisme skrining tiket di sejumlah titik strategis.
Pemeriksaan ini dilakukan di rest area jalan tol seperti KM 49 dan KM 20 serta beberapa ruas jalan arteri, guna memastikan kendaraan yang menuju pelabuhan telah memiliki tiket dan mencegah penumpukan antrean.
Pembahasan dalam rapat tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga mencakup prediksi pergerakan masyarakat, rekayasa lalu lintas di jalan tol dan arteri, kesiapan SPKLU dan pasokan BBM, mitigasi cuaca ekstrem, penanganan potensi gangguan kamtibmas, hingga pengamanan objek wisata dan tamu VIP selama periode mudik di wilayah Lampung.
Melalui sinergi antarlembaga dan penguatan sistem pengamanan yang terintegrasi, penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 ditargetkan berlangsung aman, tertib, dan nyaman dengan orientasi pada Zero Accident dan Zero Fatality.
Masyarakat diimbau merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan tiket penyeberangan telah dimiliki sebelum berangkat, serta mematuhi arahan petugas demi keselamatan dan kelancaran bersama. (*)
Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari















