Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Lampung Barat. Tiga tarian khas daerah ini resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTbI) di tingkat nasional.
Penetapan tersebut menjadi bentuk pengakuan negara atas kekayaan budaya Lampung Barat yang sarat nilai sejarah, estetika, serta kearifan lokal.
Penghargaan ini diterima langsung oleh Wakil Bupati Lampung Barat, Mad Hasnurin, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Barat, Tati Sulastri.
Penyerahan sertifikat dilakukan di Gedung DPRD Provinsi Lampung, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Lampung.
Adapun tiga tarian yang ditetapkan sebagai WBTbI yakni Tari Halibambang, Tari Serdam, dan Tari Tateduhan. Ketiganya dinilai memiliki karakteristik kuat sebagai representasi identitas budaya masyarakat Lampung Barat.
Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin mengungkapkan rasa bangga atas pengakuan tersebut. Menurutnya, penetapan ini tidak hanya menjadi prestasi daerah, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur yang terus hidup di tengah masyarakat.
“Sebagai putra daerah sekaligus Wakil Bupati Lampung Barat, saya sangat bangga. Ini adalah bukti bahwa warisan budaya kita diakui secara nasional. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong masyarakat untuk semakin mencintai dan melestarikan budaya leluhur,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah pusat melalui penetapan WBTbI menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberagaman budaya di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Lampung Barat, Tati Sulastri, menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku seni, akademisi, hingga pemerintah daerah.
“Penetapan ini melalui tahapan yang tidak singkat. Mulai dari inventarisasi, pengkajian, hingga pengusulan secara resmi ke pemerintah pusat,” jelasnya.
Menurut Tati, Tari Halibambang, Tari Serdam, dan Tari Tateduhan bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi juga mengandung nilai-nilai kehidupan, filosofi, serta identitas masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.
Ia menambahkan, ketiga tarian tersebut sebelumnya telah tampil dalam berbagai ajang berskala nasional, termasuk di Jakarta.
Penampilan itu turut memperkuat eksistensi serta pengakuan terhadap kesenian Lampung Barat di tingkat nasional.
“Ini menjadi bukti bahwa budaya Lampung Barat memiliki nilai tinggi dan layak untuk terus dilestarikan,” pungkasnya. (*)















