LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Sejalan kebijakan mengalihkan pasokan oksigen untuk usaha ke rumah sakit, pengusaha las di Bandarlampung mulai ketar-ketir.
Pasalnya, mereka kini harus berupaya keras untuk mendapatkan oksigen agar bisnisnya tetap jalan.
Salah satunya dialami Juster Gultom, pemilik CV Yosela yang bergerak di bidang besi tua dan pemotongan besi plat.
Ia mengaku semakin sulit untuk mendapatkan oksigen untuk usaha yang telah dirintisnya sekitar 10 tahun ini.
“Kami biasanya disuplai PT Lampung Gas. Kalaupun ada, paling satu atau dua. Antreannya panjang sekali,” ungkap Juster Gultom ditemui di tempat usahanya di Jalan Soekarno-Hatta, Sepangjaya, Labuhanratu, Jumat (30/7/2021).
Kelangkaan ini, menurut Gultom sudah terjadi sejak mulai oksigen untuk industri dibatasi.
Meski begitu, ia sebenarnya tidak mempermasalahkan oksigen dialihkan untuk rumah sakit. Sebab, menyangkut nyawa manusia.
Hanya, pria asal Medan ini berharap produksi oksigen diperbanyak sehingga kebutuhan medis dan industri tetap tercukupi.
Senada, Darmanto Aprifrizal pemilik Bengkel Las Karya Bersama. Ia butuh oksigen sebagai tekanan agar api panas dan plat mudah terpotong.
“Kalau manual pakai gergaji nggak akan selesai pekerjaan,” keluhnya.
Ia mengungkapkan, meski langka dirinya tetap bisa mendapat oksigen. Caranya proaktif datang ke pabrik-pabrik produksi oksigen.
“Kalau dulu mereka siap antar berapa pun kebutuhan kita,” ujar Darmanto.
Ia berharap kondisi sulit akibat pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan aktivias usaha kembali normal. (*)
Red















