Lampungcorner.com – Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Provinsi Lampung dipastikan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Kepastian tersebut disampaikan di tengah munculnya isu terkait adanya pengerahan massa dari luar daerah yang disebut telah tiba di Lampung menjelang pelaksanaan munas.
Meski sempat muncul dinamika dan riak-riak penolakan terkait lokasi penyelenggaraan, pengurus HIPMI baik di tingkat pusat maupun daerah menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan secara matang dan sesuai dengan mekanisme organisasi.
Munas XVIII HIPMI Tahun 2026 mendapat pengawalan yang solid dari berbagai pihak di internal organisasi. Sejumlah Badan Pengurus Daerah (BPD), termasuk dari Kalimantan Tengah dan Jawa Timur, membantah adanya isu penolakan terhadap pelaksanaan munas di Lampung.
Penetapan Lampung sebagai tuan rumah disebut telah melalui forum resmi organisasi dan menjadi keputusan yang mengikat. Karena itu, pelaksanaan munas diyakini tetap berjalan sesuai agenda dan dalam suasana yang kondusif.
Selain itu, Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) terus melakukan verifikasi serta memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan secara akuntabel, transparan, dan aman.
Terlepas dari dinamika politik internal organisasi, Munas XVIII HIPMI pada dasarnya merupakan ajang adu gagasan para calon Ketua Umum BPP HIPMI masa bakti 2026–2029 dalam menentukan arah organisasi pengusaha muda terbesar di Indonesia tersebut.
Salah satu Tokoh Adat Lampung, Suttan Permato Abung Penyimbang Kutobumei Udik, menegaskan bahwa Provinsi Lampung sangat siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Munas HIPMI.
Menurutnya, masyarakat Lampung menyambut baik kedatangan para peserta dari seluruh penjuru Indonesia. Namun, ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba memanfaatkan momentum tersebut untuk menciptakan keributan.
“Silakan menggelar acara besar di Lampung, kami sambut dengan sebaik-baiknya. Tapi jangan coba-coba membuat kerusuhan di Tanoh Lampung, apalagi dengan membawa orang dari luar. Kami akan menolak kedatangan tersebut jika memang niatnya untuk membuat kekacauan,” tegas Suttan Permato Abung.
Ia mengatakan, seluruh elemen masyarakat Lampung berharap Munas HIPMI dapat menjadi ajang silaturahmi, pertukaran gagasan, serta momentum memperkenalkan potensi daerah kepada para pengusaha muda dari seluruh Indonesia.
Suttan juga berharap seluruh peserta dapat membawa pulang kesan positif tentang keramahan masyarakat Lampung serta berbagai potensi investasi dan pembangunan yang dimiliki daerah ini.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif agar seluruh agenda munas dapat berlangsung lancar tanpa gangguan.
Melalui pelaksanaan Munas XVIII HIPMI ini, Lampung diharapkan menjadi saksi lahirnya regenerasi kepemimpinan HIPMI yang mampu melahirkan kader terbaik untuk memimpin organisasi pengusaha muda nasional ke depan. (*)















