Pemprov Lampung Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 17:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampungcorner.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung mencatat capaian positif dalam pengendalian inflasi dengan menjadi provinsi berinflasi terendah secara tahunan di Indonesia.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang diikuti oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan , Hukum dan Politik Yayan Ruchyansah dari Ruang Command Center, Lantai II Diskominfotik Provinsi Lampung, Senin (8/6/2026).

Rakor dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir dan diikuti seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

Dalam paparannya, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini menyampaikan bahwa inflasi nasional pada Mei 2026 secara tahunan (year on year/yoy) tercatat sebesar 3,08 persen.

Dari seluruh provinsi di Indonesia, Lampung menjadi daerah dengan tingkat inflasi tahunan terendah, yakni sebesar 1,94 persen.

Selain itu, pada tingkat kabupaten/kota di Pulau Sumatera, Kota Bandar Lampung tercatat sebagai daerah dengan inflasi tahunan terendah.

Sementara Kabupaten Lampung Timur juga masuk dalam daftar daerah dengan inflasi rendah di wilayah Sumatera.

Baca Juga :  Bank Lampung Siap Kolaborasi Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Capaian tersebut menunjukkan efektivitas berbagai langkah pengendalian inflasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah kabupaten/kota, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Semenetara itu, pada Mei 2026 Provinsi Lampung mengalami inflasi bulanan (Month-to-Month) sebesar 0,82 persen.

Kelompok pengeluaran Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang utama inflasi baik secara bulanan maupun tahunan.

Pada Mei 2026, kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,53 persen secara bulanan dan 1,64 persen secara tahunan.

Dalam rakor tersebut, BPS melaporkan bahwa sejumlah komoditas pangan masih menjadi penyumbang utama inflasi nasional, antara lain cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan beras.

Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu pertama Juni 2026, Provinsi Lampung termasuk salah satu dari 34 provinsi yang mengalami kenaikan IPH sebesar 0,28 persen.

Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap kenaikan harga di Lampung yakni cabai merah, cabai rawit dan bawang merah.

Baca Juga :  Jembatan Presisi Merah Putih Hadir, Mobilitas dan Ekonomi Warga Bandar Kagungan Raya Kian Lancar

Sekretaris Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir menegaskan pentingnya kewaspadaan pemerintah daerah terhadap kenaikan harga komoditas strategis, terutama beras dan minyak goreng, karena meskipun kenaikannya relatif kecil, dampaknya terhadap inflasi cukup signifikan.

Tomsi juga meminta pemerintah daerah untuk terus memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi, termasuk melalui gerakan menanam cabai, penguatan distribusi pangan, serta optimalisasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Melalui rapat koordinasi tersebut, pemerintah pusat berharap seluruh pemerintah daerah dapat terus memperkuat pengawasan distribusi dan ketersediaan bahan pokok, menjaga stabilitas harga, serta memastikan kondisi inflasi tetap terkendali guna menjaga daya beli masyarakat.

Keberhasilan Lampung mencatat inflasi tahunan terendah secara nasional menjadi indikator positif bahwa berbagai upaya pengendalian inflasi yang dilakukan selama ini berjalan efektif.

Meski demikian, Pemprov Lampung tetap akan meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan harga komoditas strategis, khususnya menjelang periode permintaan yang meningkat, guna menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas perekonomian daerah. (*)

Berita Terkait

Tubaba Perkuat Tata Kelola Aset dan Kepastian Hukum Pertanahan
Novianti Lantik Empat Ketua TP-PKK Kecamatan
KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus HGB Bogor, 4 Diduga Orang Kepercayaan Menteri ATR/BPN
Konflik Agraria Puluhan Tahun Jadi Sorotan, Bupati Tubaba Hadiri Rakor Penyelesaian di Mapolda Lampung
Erupsi GAK Mereda, Damkarmat Bandar Lampung Terus Bersihkan Sisa Abu Vulkanik
Warga Grebek Ruko Diduga Jadi Karaoke Ilegal di Kedamaian, Temukan Puluhan Botol Miras
Pemkot Bandar Lampung Lindungi 35.193 Pekerja, Wartawan Masuk Sasaran Berikutnya
Sinyal Terakhir 5 Jurnalis, 2 ABK dan 1 Pemandu yang Hilang di Selat Sunda Terdeteksi di Pulau Sebesi
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:43 WIB

Tubaba Perkuat Tata Kelola Aset dan Kepastian Hukum Pertanahan

Rabu, 16 September 2026 - 08:32 WIB

Novianti Lantik Empat Ketua TP-PKK Kecamatan

Selasa, 15 September 2026 - 22:59 WIB

KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus HGB Bogor, 4 Diduga Orang Kepercayaan Menteri ATR/BPN

Senin, 14 September 2026 - 21:45 WIB

Erupsi GAK Mereda, Damkarmat Bandar Lampung Terus Bersihkan Sisa Abu Vulkanik

Senin, 14 September 2026 - 15:54 WIB

Warga Grebek Ruko Diduga Jadi Karaoke Ilegal di Kedamaian, Temukan Puluhan Botol Miras

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Tubaba Perkuat Tata Kelola Aset dan Kepastian Hukum Pertanahan

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:43 WIB

PEMERINTAHAN

Novianti Lantik Empat Ketua TP-PKK Kecamatan

Rabu, 16 Sep 2026 - 08:32 WIB

LC TV Story

Purbaya Blak-blakan soal Pencopotan dari Kursi Menkeu

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:14 WIB