LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai mereda. Namun, jejak abu vulkanik yang ditinggalkan belum sepenuhnya hilang dari wilayah Bandar Lampung.
Kondisi tersebut membuat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung terus bergerak melakukan pembersihan.
Penyemprotan dilakukan di sejumlah lokasi yang masih terdapat sisa abu vulkanik, mulai dari jalan, bangunan, fasilitas umum, lingkungan permukiman hingga sekolah.
Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya mitigasi dan antisipasi. Terlebih, memasuki musim kemarau, abu vulkanik yang mengering berpotensi kembali beterbangan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Kepala Damkarmat Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan pembersihan tetap dilakukan meski intensitas aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai mengalami penurunan.
“Hingga hari ini, kami terus melakukan kegiatan pembersihan sisa abu vulkanik pascaerupsi GAK, mulai dari sekolah serta jalan-jalan lingkungan maupun protokol,” ujar Anthoni, Senin (14/9/2026).
Menurut Anthoni, penyemprotan tersebut merupakan bagian dari mitigasi sekaligus langkah antisipasi terhadap dampak erupsi. Apalagi, Gunung Anak Krakatau hingga kini masih berstatus Level III atau Siaga.
“Kegiatan ini akan terus dilakukan untuk meminimalisir paparan debu yang tertinggal di atap rumah maupun yang masih menempel di bangunan, serta untuk antisipasi kondisi GAK yang saat ini masih berstatus Siaga 3,” tuturnya.
Ia menjelaskan, menurunnya intensitas erupsi tidak serta-merta membuat dampaknya ikut menghilang. Di sejumlah titik, sisa abu vulkanik masih terlihat dan perlu segera dibersihkan.
“Intensitasnya memang sudah berkurang, tetapi dampaknya masih ada. Karena itu kami tetap melakukan penyemprotan sebagai langkah antisipasi dan untuk meminimalisir debu di lingkungan masyarakat,” jelasnya.
Untuk mempercepat proses pembersihan, Damkarmat mengerahkan 40 personel dan 11 armada setiap hari. Petugas menyasar jalan raya, jalan lingkungan, sekolah, perkantoran, fasilitas umum hingga kawasan permukiman yang masih ditemukan sisa abu vulkanik.
Pembersihan tersebut bukan semata untuk mengembalikan kebersihan lingkungan. Penyemprotan juga dilakukan untuk mencegah abu yang mengering kembali beterbangan dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
Anthoni memastikan kegiatan pembersihan akan terus berlanjut selama sisa abu vulkanik masih ditemukan di sejumlah wilayah Bandar Lampung.
“Kami masih terus melakukan pembersihan di sejumlah lokasi. Ini sebagai bentuk antisipasi karena status Gunung Anak Krakatau masih Siaga 3 dan belum dicabut,” katanya.
Damkarmat berharap langkah tersebut dapat membantu mengurangi paparan debu vulkanik sekaligus menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat, di tengah aktivitas GAK yang masih berstatus Siaga. (*)
Editor: Furkon Ari
















