BANDAR LAMPUNG – Firasat seorang anak setelah hampir sepekan tak mendapat kabar dari ibunya berujung tragis. Rusdani (54) menemukan sang ibu, SA (80), meninggal dunia di dalam sumur sedalam sekitar tujuh meter di belakang rumahnya, Jalan Makmun Isya, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, Selasa (3/11/2026).
Penemuan jasad perempuan lanjut usia itu bermula ketika Rusdani merasa khawatir. Selama enam hingga tujuh hari, dia tak kunjung mendapat kabar dari ibunya.
Berdasarkan laporan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Rusdani kemudian mendatangi rumah sang ibu untuk memastikan kondisinya.
Namun, setibanya di lokasi, rumah dalam keadaan terkunci. Rusdani lantas masuk dan memeriksa kondisi ibunya. Kecurigaan muncul ketika dia mencium bau tidak sedap dari sumur di belakang rumah.
Setelah diperiksa, sumber bau tersebut ternyata berasal dari jasad sang ibu yang berada di dalam sumur.
“Setelah dicek, jasad korban ternyata berada di dalam sumur yang masih aktif tersebut,” demikian keterangan laporan Tim Rescue Damkarmat Kota Bandar Lampung.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan Babinsa Kuripan, Jupri, kepada Damkarmat Kota Bandar Lampung pada pukul 23.02 WIB. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan Tim Rescue C ke lokasi kejadian.
Petugas menerjunkan satu unit mobil Maven Rescue dengan enam personel. Proses evakuasi dilakukan menggunakan peralatan vertical rescue, helm, sarung tangan, serta senter untuk mengangkat jasad korban dari sumur.
Evakuasi berlangsung sekitar satu jam. Dalam laporan petugas, proses penyelamatan dinyatakan selesai pada pukul 00.02 WIB.
Berdasarkan perkiraan petugas, korban diduga telah berada di dalam sumur selama sekitar empat hari. Dugaan sementara, perempuan lansia tersebut terjatuh atau terpeleset ke dalam sumur.
Meski demikian, penyebab pasti korban masuk ke dalam sumur belum diketahui. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan terhadap jenazah maupun kronologi pasti kejadian tersebut. (*)
Editor: Furkon Ari














