BANDAR LAMPUNG – Gelaran Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung tak sekadar menjadi panggung nasional insan pers. Momentum ini juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah sekaligus membangkitkan optimisme masyarakat.
Harapan itu disampaikan anggota DPR RI Fraksi PKB sekaligus Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lampung, Muhammad Kadafi, saat menerima audiensi pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung di Rektorat Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Sabtu (7/11/2026) sore.
Kadafi menilai, pelaksanaan HPN dan Porwanas pada 5–12 April 2027 menjadi peluang besar bagi Lampung untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut dia, di tengah dinamika global yang kian kompleks, masyarakat membutuhkan informasi dan edukasi yang mampu membuka wawasan serta menumbuhkan keberanian dalam menangkap peluang usaha.
“Sekarang ini masyarakat bingung, mereka tidak tahu mau ngapain. Mereka membaca konflik global sehingga bingung mau usaha apa. Sebagian lagi asyik di zona nyaman,” kata Kadafi.
Karena itu, dia mendorong PWI Lampung berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk membangun optimisme masyarakat dalam menyongsong Indonesia Emas.
Kadafi menegaskan, pers memiliki peran strategis bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi publik. Pemberitaan yang konstruktif dinilai mampu membantu masyarakat memahami berbagai program pemerintah sekaligus melihat peluang yang tersedia.
“Masyarakat sekarang sedang kebingungan karena minimnya informasi yang mereka terima. Pada akhirnya, mereka hanya menjalani rutinitas. Untuk itulah, PWI hadir memberikan edukasi lewat pemberitaan positif dan menyebarkan program-program pemerintah,” ujar Rektor Universitas Malahayati tersebut.
Dia berharap, informasi yang disajikan media dapat memantik keberanian masyarakat untuk mengembangkan usaha dan tidak terjebak dalam zona nyaman.
“Dengan adanya edukasi kepada masyarakat, kita tentunya berharap mereka berani mengembangkan usaha dan keluar dari zona nyaman,” tambahnya.
Lebih jauh, Kadafi mengingatkan bahwa manfaat HPN dan Porwanas 2027 tidak boleh berhenti pada seremoni peringatan hari pers maupun kompetisi olahraga wartawan.
Kehadiran ribuan peserta dari berbagai provinsi berpotensi mendatangkan efek ekonomi berantai bagi Lampung. Sektor perdagangan, pariwisata, jasa, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diproyeksikan ikut merasakan dampak dari meningkatnya aktivitas selama penyelenggaraan.
Untuk memaksimalkan peluang tersebut, Kadafi menilai diperlukan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, perguruan tinggi, dan media harus bersinergi agar HPN dan Porwanas tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi daerah.
Sementara itu, Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah mengapresiasi dukungan dan ajakan kolaborasi yang disampaikan Kadafi.
Dia berharap, dukungan berbagai pihak dapat memperkuat kesiapan Lampung sebagai tuan rumah HPN dan Porwanas 2027, sekaligus membuka peluang bagi kontingen Lampung untuk menorehkan prestasi.
“Tentunya, kami mohon support agar Lampung bisa menjadi tuan rumah yang baik sekaligus mampu menorehkan prestasi,” kata Wirahadikusumah.
Dalam audiensi tersebut, Wirahadikusumah juga mengundang Kadafi, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Kadin Lampung, untuk bersama-sama menggaungkan kembali gagasan pembangunan jembatan Jawa-Sumatera.
Gagasan strategis tersebut rencananya akan dibahas melalui forum diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) pada 28 November 2026.
HPN dan Porwanas 2027 pun diharapkan menjadi momentum bagi Lampung untuk memperkuat citra daerah, membangun optimisme masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas. (*)
















