AMBON – Momen menarik terjadi saat pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Tingkat I Maluku di Ambon, Sabtu (7/11/2026).
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mendadak menerima telepon dari Presiden Prabowo Subianto di tengah berlangsungnya acara.
Peristiwa itu terjadi ketika Gubernur Maluku Hendrik Izaac Lewerissa tengah menyampaikan sambutan.
Ia bahkan sempat menghentikan pidatonya saat Bahlil keluar dari ruangan untuk menerima panggilan telepon tersebut.
Saat itu, Hendrik yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Maluku sedang meminta dukungan Golkar untuk memperjuangkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan.
“Kami tunggu dulu Bapak Ketum lagi dihubungi Bapak Presiden,” ujar Hendrik, dikutip dari kanal YouTube Kabar Golkar.
Tak berselang lama, Bahlil kembali ke ruangan setelah menyelesaikan pembicaraan melalui telepon.
Melihat ekspresi Bahlil yang tampak semringah, Hendrik pun melontarkan candaan di hadapan para undangan.
“Kalau Pak Ketum masuk ruangan dengan wajah semringah, itu berarti barang-barang masuk semua,” selorohnya.
Saat mendapat giliran menyampaikan sambutan, Bahlil kemudian mengungkapkan bahwa Prabowo menelepon dirinya untuk menitipkan salam kepada Gubernur Maluku tersebut.
“Pak Hendrik, tadi saya ditelepon oleh Bapak Presiden. Dia kirim salam untuk Bapak Gubernur,” kata Bahlil.
Tak hanya kepada Hendrik, Prabowo juga menitipkan salam untuk seluruh kader Golkar yang hadir dalam acara tersebut.
“Salam untuk Gubernur dan kepada seluruh Bapak Ibu semua yang ada di dalam ruangan ini,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menyinggung hubungan politik Partai Golkar dengan Presiden Prabowo.
Ia menegaskan, Golkar tidak pernah ragu untuk membangun koalisi bersama Prabowo. Bahkan, partai berlambang pohon beringin itu membuka peluang untuk membentuk koalisi permanen.
“Koalisi ini harus dibangun, Golkar nggak pernah malu-malu. Bila perlu, koalisinya koalisi permanen, apalagi satu rumah beda kamar,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut.
Pernyataan itu sekaligus menegaskan komitmen Golkar untuk terus menjaga hubungan politik dengan pemerintahan Prabowo.
(*)















