Adaptasi Pendidikan, Pesawaran Optimistis Laksanakan KBM Tatap Muka

- Jurnalis

Sabtu, 19 Juni 2021 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar diskusi online bersama Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona. FOTO: TANGKAPAN LAYAR/ Kalbi Rikardo

Tangkapan layar diskusi online bersama Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona. FOTO: TANGKAPAN LAYAR/ Kalbi Rikardo

LAMPUNGCORNER.COM, Pesawaran –  Diskusi online bersama Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona pada Jumat (18/6/2021) berlangsung hangat.

Hujan pertanyaan datang dari guru dan kepala sekolah (kepsek) dari berbagai jenjang pendidikan mulai PAUD/TK, SD, hingga SMP.

Tema diskusi ’Adaptasi Pendidikan di Era New Normal’, agaknya, memancing rasa kritis 180 peserta diskusi via zoom meeting ini.

Pertanyaan berkisar soal vaksinasi untuk tenaga pendidik dan kependidikan, kesiapan KBM tatap muka, sampai kesulitan kuota saat KBM daring.

Menurut Dendi, sesuai SKB empat menteri KBM tatap muka rencananya dimulai serentak pada 1 Juli 2021.

Untuk mendukung kebijakan ini, Dendi menguji coba KBM tatap muka sejak 5 April 2021 untuk 198 pendidikan dasar dan madrasah.

”Tanggal 3 Mei 2021 setelah evaluasi, hanya 110 satuan pendidikan yang layak menerapkan KBM tatap muka,” ujar Dendi.

Dia menerangkan per 15 Juni 2021 terdapat 3.432 tenaga pendidik dan kependidikan yang sudah mendapatkan vaksin tahap pertama. Sementara, 1.274 telah menerima vaksin tahap kedua.

Baca Juga :  Ketua Kwarda Pramuka Lampung Lantik Elfianah sebagai Mabicab Kabupaten Mesuji 2025-2030

”KBM tatap muka sejalan dengan program vaksinasi tenaga pendidik dan kependidikan. Harapannya, sebelum 1 Juli seluruhnya sudah divaksin,” ungkap Dendi.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Pesawaran, Dendi optimistis KBM tatap muka dapat berjalan baik untuk pendidikan dasar dan madrasah.

Jika angka optimistis ini diprosentasekan mencapai 80 persen lebih dengan melihat berbagai indikator seperti keberadaan gugus tugas di sekolah, protokol kesehatan (prokses), kerja sama orang tua, dan kesiapan pihak puskesmas membantu pendidikan.

Dendi mengingatkan keberhasilan adaptasi pendidikan di era new normal ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah dan sekolah. Namun, orang tua juga ikut berperan memberikan pemahaman kepada anak-anaknya tentang pentingnya menerapkan prokes.

”Karena, KBM tatap muka ini berpotensi menjadi klaster baru apabila prokes tidak diperhatikan dengan seksama,” tegasnya.

Baca Juga :  Sekdaprov Marindo dan Jajaran Direksi Bank Lampung Hadiri Rapat Kerja KUB Bank Jatim Tahun 2026

Sementara, pemerhati pendidikan, Hendra Putra, mengatakan terdapat tiga hal yang harus dipersiapkan ketika melakukan KBM tatap muka. Pertama, proses awal KBM, yakni menyiapkan berbagai kebutuhan sebelum memulai KBM tatap muka. Petugas yang menjadi gugus tugas kesehatan pun harus standby di sekolah.

“Misalnya guru olahraga dan biologi, mengontrol kesehatan, jika tidak sehat siswa diperbolehkan pulang. Ada tempat cuci tangan dan memastikan peserta didik memakai masker,” ujar ujar Hendra.

Kedua, mengurangi kapasitas isi ruangan belajar sebesar 50 persen yang teknisnya diserahkan ke sekolah masing-masing.

Ketiga, usai KBM tatap muka pihak sekolah membersihkan ruang kelas, sehingga kembali steril ketika akan digunakan.

“Selain itu wali murid menyediakan bekal atau jajanan karena kantin sekolah selama pandemi tidak diperkenankan buka,” terang dia. (*)

Red

Berita Terkait

Tak Sekadar Syiar Islam, MTQ ke-45 Lampura Hadirkan Pasar Murah dan Dongkrak Ekonomi Warga
Komisi V DPRD Lampung Tampung Keluhan Guru PPPK Soal Penugasan Jauh
Target Tanam Padi Lampura Naik Drastis, Kemarau dan Perbaikan Irigasi Jadi Tantangan
Lampung Berpeluang Jadi Pusat Hilirisasi Singkong, Kemenperin Siapkan Balai Diklat Industri
Pemprov Lampung Gandeng PTPN, Dorong Pengembangan Bioetanol
Singkong Lampung Digenjot, DPRD Dorong Bibit Unggul
Lamtim Resmi Terapkan Lokasi Pidana Kerja Sosial, Fokus pada Pembinaan Anak
Kemenperin Dorong Hilirisasi Singkong di Lamtim, UMKM Disiapkan Tembus Pasar Ekspor
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:17 WIB

Tak Sekadar Syiar Islam, MTQ ke-45 Lampura Hadirkan Pasar Murah dan Dongkrak Ekonomi Warga

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:46 WIB

Komisi V DPRD Lampung Tampung Keluhan Guru PPPK Soal Penugasan Jauh

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:45 WIB

Target Tanam Padi Lampura Naik Drastis, Kemarau dan Perbaikan Irigasi Jadi Tantangan

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:40 WIB

Lampung Berpeluang Jadi Pusat Hilirisasi Singkong, Kemenperin Siapkan Balai Diklat Industri

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:15 WIB

Pemprov Lampung Gandeng PTPN, Dorong Pengembangan Bioetanol

Berita Terbaru

Tak Hanya Paru-paru, Polusi Juga Serang Kulit

LIFESTYLE

Tak Hanya Paru-paru, Polusi Juga Serang Kulit

Minggu, 19 Jul 2026 - 18:07 WIB

LIFESTYLE

Kulit Sehat Bukan Cuma Skincare, Ini Kunci Lainnya

Minggu, 19 Jul 2026 - 18:04 WIB