LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Publik sempat dihebohkan dengan berbagai kasus pemukulan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh pegawai hingga sekuriti di instansi pemerintahan beberapa waktu lalu.
Berdasarkan catatan rilislampung.id (group lampungcorner.com), setidaknya ada tiga kasus yang menjadi sorotan publik. Kasus pertama, pengeroyokan oknum petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bandarlampung terhadap warga bernama Rendy Aditya saat melakukan perbaikan kartu keluarga (KK) pada Rabu (1/9/2021) lalu.
Dua hari berikutnya atau pada Jumat (3/9/2021), kasus pengeroyokan yang dilakukan oknum petugas BPBD Bandarlampung terhadap seorang pedagang bernama Ahmad (24) di depan Kantor BPBD setempat.
Kasus terakhir adalah pemukulan nenek Lasmi oleh oknum sekuriti Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) saat berjualan air panas pada Selasa (7/9/2021) lalu.
Dari ketiga kasus di atas, hanya kasus pengeroyokan pedagang di kantor BPBD Bandarlampung yang berlanjut ke tahap penyidikan. Polisi pun telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.
“Saya belum cek (jumlah tersangka), tapi ada beberapa dijadikan tersangka dan kasus sudah naik sidik (penyidikan),” ujar Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Devi Sujana, Minggu (3/10/2021).
Sementara dua kasus lainnya berakhir damai. Yakni kasus pengeroyokan yang dilakukan oknum pegawai Disdukcapil dan pemukulan terhadap nenek Lasmi.
Menurut Devi, nenek Lasmi telah mencabut laporan dan telah membawa surat perdamaian ke Polresta Bandarlampung beberapa waktu lalu.
Setelah sempat ditahan di sel Mapolresta Bandarlampung, satpam RSUDAM berinisial IM akhirnya dibebaskan.
Perdamaian juga terjadi antara oknum pegawai Disdukcapil dengan warga bernama Rendy Aditya. (*)
Red















