LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung — Suasana menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung pada 23-25 Desember 2021 terasa panas.
Muncul tudingan oknum Kementerian Agama (Kemenag) mem-booking sejumlah hotel di Bandarlampung, bertepatan agenda muktamar.
Namun sejumlah hotel yang disebut-sebut telah di-booking membantah. Mereka menyebut tidak ada oknum Kemenag yang telah memesan sejumlah kamar.
Marketing Communication (Marcom) Hotel Sheraton, Trias Prananingrum, menjelaskan booking-an kamar bertepatan tanggal muktamar memang ada.
“Namun, didominasi oleh pribadi yang berasal dari Palembang, Lampung, dan Jakarta,” paparnya, Rabu (10/11/2021).
Dia mengaku telah mengonfirmasi pemesanan kamar ini pada tim sales. Tak ada booking-an atas nama kemenag.
Pihak Yunna Hotel pun membantah. Hotelnya dikatakan telah dipesan 120 kamar. Padahal, jumlah kamar hanya 99.
“Untuk tanggal 23 sampai 25 pun belum ada booking-an,” ujar pihak Yunna yang menolak disebut namanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kanwil Kemenag Lampung, Juanda Naim, memastikan telah memeriksa instansinya.
Dia menjamin, tidak ada pegawai di jajarannya yang mem-booking hotel pada tanggal dimaksud.
“Kami tidak melakukan. Kalau menyukseskan dalam porsi pembinaan ormas keagamaan iya. Kalau menyiapkan hotel tidak, anggarannya dari mana,” ujar Juanda.
Ia mengaku, sudah mengkonfirmasi Wakil Ketua PWNU Lampung M Irfandi yang melontarkan isu oknum Kemenag booking hotel ini.
“Katanya, salah kutip saja,” ujar Juanda kepada rilislampung.id (group lampungcorner.com)Lampung. (*)
Red















