Dari Limbah Kayu Jadi Jam Tangan Eksklusif, Hokay Kaywood Angkat Nilai Kearifan Lokal

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerajinan lokal Hokay Kaywood, ia mengusung filosofi “Embracing Nature, Crafting Culture” bernilai tinggi berbahan dasar sisa kayu.

Kerajinan lokal Hokay Kaywood, ia mengusung filosofi “Embracing Nature, Crafting Culture” bernilai tinggi berbahan dasar sisa kayu.

LampungCorner.com, SERANG – Limbah kayu yang kerap dipandang tak bernilai, justru menjadi sumber inspirasi dan peluang usaha bagi Rahmat, pengrajin asal Banten. Melalui brand kerajinan lokal Hokay Kaywood, ia mengusung filosofi “Embracing Nature, Crafting Culture” dengan menghadirkan produk-produk bernilai tinggi berbahan dasar sisa kayu.

Berbekal ketekunan dan kreativitas, Rahmat memanfaatkan limbah kayu sonokeling, jati, serta kayu campuran untuk diolah menjadi beragam produk fungsional. Di tangannya, sisa potongan kayu itu disulap menjadi jam tangan kayu eksklusif, talenan, dudukan handphone, passive speaker, hingga gantungan ID card yang memiliki nilai estetika sekaligus fungsi.

Baca Juga :  Bank Lampung Siap Kolaborasi Sukseskan HPN dan Porwanas 2027

Usaha kerajinan Hokay Kaywood telah dirintis selama kurang lebih satu dekade. Galeri sekaligus pusat produksinya berlokasi di Kampung Ciekek, Babakan Keraton, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Untuk produk jam tangan kayu, Hokay Kaywood mematok harga mulai dari Rp500 ribu hingga Rp800 ribu per unit. Harga tersebut sebanding dengan kualitas material dan ketahanan kayu yang digunakan.

“Material kayu yang kami pilih memiliki daya tahan yang baik dan mampu bersaing dengan jam tangan pada umumnya,” ujar Rahmat saat turut meramaikan Pentas Budaya Hiburan dan Pameran UMKM dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) di Alun-Alun Pancaniti, KP3 Serang, Sabtu (7/2/2026).

Baca Juga :  Pemkab Tubaba Luncurkan “Subsidi BAZNAS”, 60 UMKM Dapat Akses Modal Tanpa Agunan

Dalam memasarkan produknya, Hokay Kaywood memanfaatkan berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, serta marketplace Shopee. Selain itu, Rahmat juga aktif mengikuti berbagai kegiatan bazar sebagai sarana promosi sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Dengan memadukan kepedulian lingkungan, kearifan lokal, dan sentuhan kreativitas, Hokay Kaywood membuktikan bahwa limbah kayu dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. (*)

Berita Terkait

PTPN I Raih Dua Trofi AHI 2026, Perkuat Komunikasi di Era Transformasi
Momen Presiden Prabowo Sapa Sherly Tjoanda Disambut Riuh Tepuk Tangan: Pemilu Masih Lama
Prabowo Tekankan Penguatan TNI-Polri Hadapi Tantangan Keamanan Modern
Prabowo Bertolak ke Halmahera Tengah, Luncurkan Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun
Prabowo Subsidi Biaya Haji 2027 Rp3 Juta, Pelunasan Jemaah Turun Jadi Rp23,2 Juta
PTPN I dan IPB Sulap Tankos Sawit Jadi Helm hingga Rompi Antipeluru
Rocky Gerung Masuk Wantimpres: Alasan Gue Menolak Apa?
Era AI, Bakom Diminta Perkuat Komunikasi Pemerintah
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:35 WIB

PTPN I Raih Dua Trofi AHI 2026, Perkuat Komunikasi di Era Transformasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Momen Presiden Prabowo Sapa Sherly Tjoanda Disambut Riuh Tepuk Tangan: Pemilu Masih Lama

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Prabowo Tekankan Penguatan TNI-Polri Hadapi Tantangan Keamanan Modern

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Prabowo Bertolak ke Halmahera Tengah, Luncurkan Hilirisasi Senilai Rp180 Triliun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Prabowo Subsidi Biaya Haji 2027 Rp3 Juta, Pelunasan Jemaah Turun Jadi Rp23,2 Juta

Berita Terbaru

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras saat melakukan kunjungan kerja ke Afdeling Plalangan, Kebun Kopi Ijen, pada 14–15 Oktober 2026.

BISNIS

PTPN I Genjot Hilirisasi Kopi Ijen, Bidik Pasar Ekspor

Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:13 WIB

BANDAR LAMPUNG

Pleno Terakhir PWI Lampung, Konferprov Digelar 1 Desember

Jumat, 16 Okt 2026 - 17:07 WIB

Penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) oleh Ketua Umum PWI Akhmad Munir dan Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily di Kantor Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Foto: Humas PWI

Lampungcorner.com

PWI-Lemhannas Teken MoU, Perkuat Peran Pers Jaga Ketahanan Nasional

Kamis, 15 Okt 2026 - 22:15 WIB