Home / BANDAR LAMPUNG

Sabtu, 19 Juni 2021 - 09:42 WIB

Dianiaya Majikan, BP2MI Sebut PMI Lampung ke Malaysia Lewat Jalur Tidak Resmi

Tim UPT BP2MI Lampung saat mengunjungi dan mendata keluarga Sulistinah. FOTO: ISTIMEWA

Tim UPT BP2MI Lampung saat mengunjungi dan mendata keluarga Sulistinah. FOTO: ISTIMEWA

LAMPUNGCORNER.COM, Bandarlampung – UPT Badan Pengelola Pekerja Migrasi Indonesia (BP2MI) Lampung menyatakan keberangkatan Pekerja Migrasi Indonesia (PMI) asal Lampung, Sulistinah, tidak melalui jalur resmi alias ilegal.

Hal ini didapat setelah Tim UPT BP2MI Lampung mengunjungi rumah keluarga Sulistinah di Way Huwi, Jatiagung, Lampung Selatan, Jumat (18/6/2021).

Kepala UPT BP2MI Lampung, Ahmad Salabi, menyatakan tim menelusuri rumah Sulistinah yang diduga dianiaya majikannya dengan luka-luka pukulan benda tumpul di Malaysia.

addgoogle

Ia memaparkan, berdasarkan cerita dari pihak keluarga, PMI berangkat tahun 2018 ditempatkan secara ilegal melalui tetangganya, Maya.

Kemudian PMI disalurkan oleh Lela untuk berangkat melalui pesawat dari Lampung menuju Batam dan ditampung selama kurang lebih 1 bulan. Setelah itu, berangkat ke Malaysia dengan kapal.

”Keluarga Sulistinah tidak mengetahui ihwal rencananya bekerja ke luar negeri karena PMI langsung dijemput oleh Maya. PMI memberitahu anaknya ketika telah tiba di Batam tiga hari setelah meninggalkan rumah,” ujar Ahmad.

Setelah tiga tahun bekerja di Malaysia, PMI hanya mengirimkan uang total Rp25 juta melalui majikan kepada keluarga. Itupun harus dengan alasan yang kuat dari keluarga baru diberikan majikan.

”Akses komunikasi dilarang, PMI tidak boleh memegang telepon, hanya melalui izin majikan dan satu bulan sekali diperbolehkan menghubungi keluarga,” papar dia.

Saat ini, Sulistinah masih berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Menurut informasi terbaru, majikan yang diduga menganiaya Sulistinah sudah ke luar dari tahanan karena membayar sejumlah uang sebagai jaminan.

“Tetapi kasus ini tetap diproses meski kita tidak tahu kapan akan selesai. Kemungkinan Sulistinah akan dititipkan di KBRI ketika prosesnya rumit dan memakan waktu lama,” ujar dia.

Terpisah, anak Sulistina, Heru Kurniawan, menyebutkan terakhir menjalin komunikasi dengan sang ibu dua bulan lalu.

Dalam percakapan tersebut, Heru menceritakan bahwa ibunya tidak diperlakukan baik oleh majikannya tersebut.

”Ibu mengeluhkan bahwa dia diperlakukan kasar, dipukuli dan meminta bantuan untuk segera dipulangkan,” ujar Heru.

Atas keluhan sang ibu tersebut, Heru menghubungi temannya yang bekerja di Malaysia sebagai Tourist Guide dan meneruskan laporan ke Kepolisian di Kuala Lumpur. (*)

Red

add

Share :

305 views

Baca Juga

BANDAR LAMPUNG

Dipimpin AHY! Partai Demokrat Daftar Peserta Pemilu, DPC Lamsel Adakan Doa Bersama

BANDAR LAMPUNG

Urus KK, Warga Malah Dikeroyok Oknum Petugas Disdukcapil Bandarlampung

BANDAR LAMPUNG

Pemkot Bandarlampung Mulai Vaksinasi Booster untuk ASN

BANDAR LAMPUNG

Audiensi dengan Kapolda, Ketua PWI: Selesaikan Sengketa Pers Tidak dengan KUHP

BANDAR LAMPUNG

Karyawan Tikam Bos di Kedaton karena Tolak Bagi Makanan untuk Jumat Berkah

BANDAR LAMPUNG

Ikut Siksa PRT, Pegawai ASN Keuangan Pemkot Bandarlampung Bakal Disanksi

BANDAR LAMPUNG

Empat Tahanan Narkoba Kabur, Kapolda Lampung Minta Maaf

BANDAR LAMPUNG

Pelantikan Warek Unila Tertutup, Ada Apa?