LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Timur — Jalan rabat beton Pogram Insfrastruktur Sektor Ekonomi Wilayah (Pisew) di Desa Bauh Gunungsari, Sekampungudik, Lampung Timur yang dibangun tahun 2020 minim kualitas.
Pada beberapa ruas jalan proyek yang dianggarkan sebesar Rp600 juta melalui APBN 2020 itu terlihat retak-retak.
Menurut penuturan seorang warga, pada saat pembangunan jalan ini memang terlihat material adukan antara semen, pasir, dan batu koral tidak sama.
“Itu beda-beda sekian meter,” cetus lelaki yang enggan disebutkan namanya, Senin (25/10/2021).
Dimintai tanggapan soal ini, anggota Komisi V DPR RI dari Dapil Lampung II, Tamanuri, mengaku belum meninjau jalan dimaksud.
Sementara, dirinya sedang melakukan kunjungan kerja ke Desa Bauh Gunungsari, Senin (25/10/2021) siang.
“Kalau di sini (Desa Bauh Gunungsari) belum ditinjau. Tapi kalau di daerah lain di dapil Lampung II rata-rata menghasilkan prestasi yang cukup baik,” kata dia di Balai Desa Bauh Gunungsari.
Sementara itu, Bupati Lamtim M Dawam Raharjo mengucapkan terima kasih atas kunjungan reses anggota DPR RI ke desa ini.
“Saya berharap banyak aspirasi masyarakat, khususnya di Kecamatan Sekampungudik yang bisa dibawa Pak Tamanuri,” ungkapnya. (*)
Red















