LampungCorner.com, SUKADANA – Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026, Muhammad Yani Endang, melaksanakan aktualisasi diri sekaligus pengumpulan data pendukung penyusunan Naskah Karya Akhir Perorangan (Naskap) di wilayah hukum Polres Lampung Timur (Lamtim), Senin (24/8/2026).
Kegiatan yang digelar di Polres Lamtim itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, kepolisian, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, praktisi hukum hingga media lokal.
Pengumpulan data dilakukan melalui sejumlah metode, yakni pengisian kuesioner, wawancara, serta Focus Group Discussion (FGD) guna memperoleh informasi dan pandangan yang lebih komprehensif.
Sejumlah pihak yang hadir sebagai responden di antaranya Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lamtim, Kepala Bapenda, Kepala Badan Kesbangpol Linmas, Kepala Satpol PP, Ketua PWI Lamtim, Law Office Andri Afrizal and Partner, Ketua GRIB Jaya Lamtim, serta perwakilan Pejabat Utama (PJU) Polres Lamtim.
Muhammad Yani Endang mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan di Sespimmen Polri. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi faktual yang nantinya menjadi bahan penting dalam penyusunan Naskap.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk berbagai persoalan yang berkembang di wilayah hukum Polres Lamtim.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah memenuhi undangan dan bersedia memberikan data serta informasi. Masukan dari para responden menjadi bagian penting dalam penyusunan karya akhir kami,” ujar Muhammad Yani Endang.
Sementara itu, Kapolres Lamtim AKBP Yuliansyah melalui Kabag SDM Polres Lamtim AKP Syamsu Rijal menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan pengumpulan data tersebut.
Syamsu Rijal menjelaskan, wilayah hukum Polres Lamtim memiliki 24 Polsek dan dua Polsubsektor yang mencakup 24 kecamatan serta 264 desa. Kondisi tersebut membuat karakteristik masyarakat di wilayah Lamtim cukup beragam, baik dari sisi suku maupun budaya.
“Kami dalam pelaksanaan tugas pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selalu berkoordinasi dengan Forkopimda dan stakeholder lainnya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan kamtibmas yang terjadi,” kata Syamsu Rijal.
Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung program Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Polres Lamtim, lanjutnya, mendukung penuh proses pengumpulan data Naskap peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026. Data dan masukan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan yang bermanfaat dalam menghasilkan karya akhir yang berkualitas.
“Kami menghadirkan personel Polri dan mengundang responden internal maupun eksternal, mulai dari Dinas Perhubungan, Kesbangpol Linmas, Bapenda, Satpol PP, tokoh masyarakat, akademisi atau pakar hukum dan kriminologi, hingga media lokal untuk memberikan data melalui wawancara maupun pengisian kuesioner,” ujarnya.
Menurut Syamsu Rijal, sinergi antara Polri, pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat menjadi hal penting dalam menghadapi beragam persoalan kamtibmas. Kolaborasi tersebut sekaligus diperlukan untuk mewujudkan tata kelola keamanan yang semakin efektif.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan FGD untuk menggali pandangan dan masukan dari para peserta. Kegiatan juga diisi dengan bakti sosial sebelum ditutup dengan ramah tamah.
Melalui kegiatan tersebut, data dan informasi yang berhasil dihimpun diharapkan dapat memperkuat penyusunan Naskap Muhammad Yani Endang. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan turut memberikan kontribusi pemikiran bagi peningkatan kualitas kepemimpinan serta pelayanan Polri di tengah masyarakat. (*)
Editor: Furkon Ari
















